Forever Love

Forever Love
Sepanjang Perjalanan.



Cinta pun dengan cepat melepaskan dirinya mendengar petugas hampir datang mendekat ke arah mereka.



"Reino...


kata Cinta mengingatkan bahwa mereka masih ditempat umum.



Mereka pun merapikan duduk mereka seketika.


Setelah petugas meminta tiket,


mereka melanjutkan perbincangan yang terhenti di kantin stasiun tadi.



"Reino .


"Apakah kata katamu barusan .


"Melamar..?"


"Apa kau sudah lupa...? Kau akan menikah dengan Rindu..?


"Dan calon anak kalian..?


berbagai pertanyaan dilontarkan gadis itu.



Reino tersenyum. Dingenggam tangan Cinta.


"Tanyalah satu persatu.


"Tidak ada yang akan mengejarmu..


kata Reino.



Rindu mengangguk pelan.


Ia rebahkan kepalanya dibahu Reino.



"Aku tidak melakukan dengannya.


"Aku dijebak olehnya.


kata Reino..



"Dia hamil. Yang pasti bukan anakku.


"Aku telah mengecek hasil usgnya dan dia telah hamil satu bulan setelan aku dijebak tidur dengannya dengan obat tidur yang direncanakannya.


katanya lagi melanjutkan.



Cinta mengangkat kepalanya.


Dan melihat serius kearah pria itu.



"Bagaimana aku bisa percaya padamu.


"Tidak ada saksi disana.


balas Cinta.



Reino tersenyum kearah gadisnya dan berkata lagi.



"Apakah tampangku seperti berbohong.


kata Reino.



"Cinta.


"Setelah anak itu lahir aku akan melakukan test DNA untuk membuktikan bahwa dia bukan anakku. Dan sementara ini aku tidak akan menikahinya. Hanya sebatas tunangan tak lebih.


"Untuk itu aku perlu kau sabar menungguku.


kata Reino.



Cinta terdiam


Banyak pertanyaan dalam hatinya


Bagaimana kalau itu anak Reino.


Ia tak ingin jadi pelakor dan memisahkan hubungan ayah dan anak.



"Heeiii.. bocah...


"Kau ragu...?"


kata Reino membuat Cinta sadar dari lamunannya.



"Menunggu anak itu lahir bukankah sampai tahun depan. Buaknnya kau akan menikah depan. Undangan pernikahan..?"


kata Cinta.



"Undangan...? Siapa yang memberikan..?"


"Kami belum ada menikah dalam waktu dekat hingga anak lahir. Aku hanya mengangkat wajah perempuan itu biar dia tak malu hamil diluar nikah. Undangan itu rekayasa . Itu bohong.".



"Aku hanya akan menikah denganmu..


kata Reino lagi.



"Reino kau belum mendapat persetujuan dariku.. Ingin melamar ke orangtuaku.. Dan menikahiku?"


Cinta berkata sewot.



Reino lagi lagi tersenyum mendengar perkataan Cinta barusan.



"Kenapa kau tersenyum Reino.


"Kau selalu menganggap semuanya mudah"


ujar gadis itu lagi



Cinta tak habis pikir


Hubungan mereka.


Apakah mustahil bisa berakhir bahagia.


Dan lagi Rindu walaupun bukan anak Reino itu akan membuat anak itu tanpa ayah kelak bila Reino tak jadi menikahi Rindu.


Bagaimana perasaan bibinya.



"Reino.


"Kau tahu. Rindu adalah kakak sepupuku.


"Dia lah yang bertemu denganmu pertama kali dan kalian pernah memikiki perasaan yang sama dulu.


"Lalu mengapa kau sekarang tidak bisa menerimanya.. Dia mencintaimu.


ujar Cinta pelan .



"Dasar bocah ingusan.


"Selamanya kau hanyalah gadis kecilku. Kau tidak mengerti.


"Aku tidak mencintainya lagi. Perasaan itu telah hilang sejak kepergiaannya.


"Tanya pada hati kecilmu Cinta. Apakah kau rela aku menikahinya kelak..?


"Bila kau siap dan rela aku bersamanya. Aku akan melakukannya dan kita berhenti di perhentian terdekat dan pulang kembali..?"


kata Reino tulus.



Deg.


Jantung Cinta tak karuan.


Hatinya berteriak sekencangnya.


Sungguh ia tak rela.


Ia pun menggelengkan kepalanya tanda tak ingin Reino meninggalkannya.



"Istirahatlah perjalanan masih lama.


"Nanti kita akan bicarakan lagi.


"Aku ngantuk..Cupp.. kecupan lembut dikeningnya lagi.


ujar Reino lembut sambil memberikan bahunya agar Cinta bisa bersandar.



Cinta pun menurut ia rebahkan kepalanya dibahu Reino. Dan pria itu bersandar kearah jendela kereta.



"Reino.


kata Cinta sambil rebahan.



"Kau tahu darimana alamatku dikampung.


katanya lagi berusaha tenang.



"Dari bawahanku yang menyelidiki latar belakangmuj dan itu tidak sulit..


jawab Reino lembut.



"Apakah kau tahu dimana David.


kata Reino yang tidak tahu keberadaan pria itu sejak di kediaman terakhirnya di paris.



Cinta menggeleng


Ia memang tidak tahu.



Seandainya pria itu ada.


Semuanya tidak akan sesulit ini.


Rindu sungguh mengekang diri Reino.



"Kenapa kau tiba tiba teringat David.


tanya Cinta balik.



"Kemungkinan dia adalah ayah dari anak yang dikandung pria itu.."


jawab Reino.



Kemudian keduanya tak lagi membahas yang lainnya . Mereka larut dalam pikiran mereka masing masing hingga terlelap sepanjang perjalanan



Sementara pria yang ditugaskan Rindu mendapat tamparan keras dipipinya.



"Bodoh sekali.


"Mengawasi mereka saja tidak becus.


kata Rindu kesal ia pun pergi kekamarnya dan meninggalkan pria itu.



Ia ambil ponselnya dan menghubungi Reino berkali kali namun tak berhasil.


Di luar jangkauan.



Rindu marah dan melemparkan ponselnya.


"Reino.


"Kau yang minta


"Baiklah. Lihat apa yang kau inginkan ini bukan kemauanku.


Katanya sambil memikirkan rencana selanjutnya.