
David berhasil meminta rekaman cctv hotel tersebut dan melihat siapa yang terekam juga plat mobilnya.
Deg.
" Tak kusangka kita akan berjumpa lagi Reino.
batin pria tersebut.
Ia pun meninggalkan ruang keamanan hotel tersebut dengan amarah sudah di ubun ubun.
" Apakah Reino mengenal Rindu atau hanya kebetulan saja.. Aku harus bertanya pada Rindu... Oh tidak.. dia tidak akan pernah mau mengaku.. Aku datangi saja pria itu..."
pikirnya.
Tak lupa ia memesan makanan untuk diantar kekamar Rindu.
Ia pun segera naik lift dan menjumpai Reino dikamarnya.
" Tingggg..."
pintu lift terbuka seketika dan David menjumpai seseorang yang sudah lama tak dilihatnya.
" Gadis ini... Cintaaa.. sedang apa dia disini.. " Apakah dia sudah menjadi pelacur kelas atas..."
gumannya memasuki lift yang juga dipenuhi teman kampus Cinta lainnya.
Cinta yang berdiri agak diujung tak memperhatikan sosok David yang masuk.
David pun segera membalikkan badan dan tak ingin memperlihatkan dirinya.
Posisi David berada sedikit jauh didepan gadis itu.
" Gadis itu kini bertambah cantik dan bentuk tubuhnya itu... Dia semakin menggiurkan. "
batin David melirik Cinta sekilas.
Lama Cinta dan mahasiswa lainnya menghabiskan malam di resaturan hotel tersebut. Pukul sepuluh lewat mereka semua kembali kekamar.
Sementara salah satu teman kampus Cinta memberikan senyum kegirangan dan berbisik ditelinga gadis itu.
" Lihat laki laki yang baru masuk barusan.
" Tinggi dan tampan sekali Cin.. sepertinya blesteran.. dia memperhatikanmu dari tadi, Apa kau mengenalnya..?"
sambil menyikut pinggang gadis itu.
Cinta yang tak begitu peduli akan perkataan teman disebelahnya menjawab,
" Bagaimana mungkin aku mengenalnya.
" Aku tidak punya kenalan atau saudara disini dan ini untuk pertama kali aku kemari.."
" Mungkin perasaanmu saja"
Pintu lift terbuka. Cinta berusaha mengenali pria itu dari dekat tapi dikarenakan teman lainnya berdesakan keluar dari lift , ia pun mengurungkan niatnnya dan berlalu sampai di lorong kamar hotelnya.
" Punggung itu seperti tak asing.. aku seperti pernah melihatnya... guman gadis itu dan sambil menoleh kebelakang pintu lift kembali tertutup.
Ia pun berlalu dan tak menyadari sosok David yang terus memperhatikan gerak geriknya sampai pintu lift kembali tertutup.
" Tunggu saja....kau masih harus membayar hutangmu padaku...."
aura dendam menyelimuti pikiran David.
Tak lama David sampai di kamar Reino.
Ia mengetuk pintu sampai tiga kali namun tak ada jawaban.
Saat mengetuk yang keempat kali tampak Reino telah sigap berdiri didepan David.
" Selamat malam Reino.
" Kita bertemu kembali.
ujar david sinis.
Reino yang tak menyukai sikap David pun berkata,
" Mau apa kamu disini. Kita tidak punya urusan bisnis. Sebaiknya engkau pergi dari hadapanku sebelum....
David menyela,
" sebelum apa Reino..
" Kamu masih berhutang satu kontrak bisnis denganku... Setelah kau menikmati gadis itu. kau seenaknya membatalkan kerjasama kita.
" Bukk..!!"
sebuah pukulan keras melayang diwajah David hingga hidungnya mengeluarkan sedikit darah.
" Kauuu ..!
balas David dan ingin memukul Reino.
Namun dengan sigap Reino menangkis pukulan David dan mendorong tubuh pria itu hingga terjatuh ke lantai lorong kamar hotel tersebut.
" Apa kau bilang menikmati...?"
" Kau pikir aku pria brengsek seperti dirimu.!
" Bisnis kotor apa yang kau tawarkan padaku.
" Camkan satu hal. Aku belum menyentuhnya berarti aku tidak menyetujui proposal yang kau tawarkan..!
Reino penuh kebencian kepada David kala mengingat bagaimana gadis kecilnya diperlakukan buruk oleh David
" Haaa... !
" Munafik kau Reino..!
" Belum menyentuhnya...?"
" Lalu untuk apa dia disini kalau bukan menjadi jalang...?"
balas david tersenyum sini dan kembali berdiri tegak.
" Cinta gadis kecil itu disini..?" Bagaimana mungkin...?" Apakah dia sedang mempermainkanku..?"
" Sengaja mengarang cerita.
batin Reino mendengar perkataan laki laki itu.