
Reino telah mempersiapkan segalanya.
Ia pun menghubungi ibu kandung Rindu, Sudarti yang selama ini menjadi bibi Cinta. Ia menceritakan segalanya
melalui telepon tanpa ada sedikitpun yang ia sembunyikan kecuali mengenai hubungannya dengan Cinta. Ia masih merahasiakannya. Ia tak ingin gadis itu terpukul lebih dalam lagi.
Sudarti sangat menyayangi gadis itu Cinta layaknya putrinya sendiri.
"Bu.
"Supir akan datang menjemput nanti malam.
"Ku mohon. Datanglah.
"Demi aku.
pinta Reino.
Reino tahu hubungan kedua ibu dan anak itu kurang baik semenjaknya Sudarti mengetahui prilaku putrinya dulu.
Ia menangis menyadari kegagalannya menjadi seorang ibu .
Anak perempuan satu satunya telah menjual tubuhnya demi uang.
Walau alasannya unuk pengobatan suaminya namun tak bisa dimaafkan karena pada akhirnya nyawa suaminya tak bisa diselamatkan.
Ia masih ingat kata kata yang ia keluarkan waktu itu.
"Suamiku mati karena uang haram darimu.
"Pergilah. Kau bukan putriku lagi. Kau sudah mati semenjak kau jual harga diri dan kehormatanmu.
katanya marah sambil menangis.
Saat itu Rindu pun pergi dari rumah ibunya
Ia bekerja keras sendiri memperjuangkan hidupnya.
Tak mudah baginya kala itu. Hingga ia akhirnya bertemu kembali dengan David dan taraf hidupnya mulai membaik.
Ia tidak lagi model biasa yang mudah dibooking acara minum minum relasi bisnisman seperti biasanya.
Ia menunjukkan taringnya hingga kancah internasional sampai di paris kemarin.
Di kamar Sudarti meratapi kembali poto suaminya.
" Mas, putri kebanggaanmu hari ini akan bertunangan tetapi entah kenapa aku tidak bahagia.
" Kau tahu kenapa..?Ia telah hamil. Dan lagi telah banyak pria tidur dengannya dulu.
" Entah benarkah ia mengandung anak dari Reino.
" Aku telah ingat keluarga hartawan yang dulu telah menghina dan mencaci maki Sukma, ibu dari Cinta... "
" Betapa hancur kala itu perasaan kakak sepupumu itu...
"Entah bagaimana nasib putri kita kelak dikeluarga mereka nantinya..
isaknya hingga membasahi bingkai poto suaminya.
Waktu yang telah dijanjikan hampir tiba dan Sudarti telah bersiap siap.
Walaupun memakai bedak seadanya tapi tidak bisa menutupi raut wajah kesedihan beliau.
" Bibi mau kemana..
tanya Cinta kala itu.
" Bibi akan menghadiri pertunangan anak teman bibi. Kau sudah pulang. Ganti pakaian dan lekas makan.
"Mungkin bibi akan pulang agak malam. Lekas tidur, jangan lupa kunci semua pintu.
" Bibi bawa kunci cadangan..
ujar Sudarti.
" Bibi kenapa,
"Sakittt...wajah bibi pucat...
tanya lagi Cinta merasa prihatin
Balas Sudarti,
" Bibi hanya kurang enak badan saja...
"Bibi pergi yaa..
ucapnya dan berlalu.
Gadis itu melihat mobil jemputan telah siap menunggu bibinya untuk diantar ke acara pertunangan.
Dan tanpa ragu dan dibaca seluruh isinya.
Deg.
Ia memuntahkan sedikit minuman yang baru saja diminumnya.
"Reino Menikah...?""
"Apakah yang akan dihadiri bibi adalah pertunangan Reino.
ujarnya sedih karena tak mampu menahan gejolak kekecewaan hingga akhirnya ia menumpahkannya lewat tangisan.
"Akhirnya kau menikah Reino.
"Kau bahagia tanpa aku disisimu.
"Aku akan selalu mencintaimu..
ujarnya pasrah dan meletakkan kembali amplop berisi undangan tersebut.
Dihotel yang telah booking untuk pertunangan Reino dan Rindu.
Papa Reino tidak hadir.
Hanya mama dan neneknya saja yang hadir.
Rinto dan Shinta keduanya sahabat dekat Reino.
Dan terakhir Sudarti.
Sesuai kesepakatan Reino. Ia tak kan mengadangan acara pertuanangan mewah.
Karena sama saja akan mempertontonkan aib bagi keluarga besarnya.
Rinto bertugas sebagai MC dadakan.
Dan beberpa pramusaji telah menyiapkan makan juga ruangan telah didekorasi sesuai permintaan Rindu.
Ada sekitar satu jam akhirnya cincin pun disematkan dijari manis Rindu.
Rasa haru sekaligus bahagia terpampang jelas di wajah perempuan itu.
Akhirnya ia berhasil memiliki Reino.
Pria yang selalu dicintainya.
Tapi berbeda dengan Reino.
Ia tampak dingin. Tak ada ekspresi bahagia dalam raut wajahnya.
Kini yang tampak dalam pikirannya ialah bagaimana keadaan Cinta saat ini.
Apakah ia tahu akan acara ini karena tidak ada yang tahu dan mmmberitahukan pada gadis kecilnya pikirnya saat itu.
Ternyata diam diam.
Rindu mempersiapkan sebuah undangan yang akan memporak.porandakan hati Cinta.
Undangan pernikahan palsu akan membuat perasaan gadis itu semakin hancur.
Ia ingin agar Cinta menyadari bahwa Reino adalah milik Rindu. Dan Cinta segera melupakan Reino.
"Selamat Rindu dan Reino..
sapa Rinto di tengah suasana acara tersebut.
"Terimakasih. Rinto..
" Ku harap kita segera melangsung pernikahan secepatnya..
"Bahagia bersama..
"Bukan begitu Reino.
kata Rindu melihat Reino disebelahnya.
Reino tampak acuh.
Ia tak membalas ucapan Rindu.
Ia pergi meninggalkan acara tersebut tanpa memperdulikan mama, nenek serta Sudarti yang memperhatikan sikap Reino yang dingin selama acara berlangsung.