Forever Love

Forever Love
25. MEMENDAM RASA




Reino pun mengangkat tubuh Cinta di atas sofa yang telah dilapisinya selimut tebal.



Sambil menunggu kedatangan sahabatnya itu, Reino pun memandang wajah Cinta yang mulai pucat dan kedinginan.



Ia mengambil handuk kecil mengelap wajah dan rambut gadis itu yang telah basah.



Cinta pun membuka matanya lemah.


Ia memandang sosok yang ada di hadapannya sekarang.



Walau samar ia tahu itu Reino gurunya tepatnya mantan gurunya.



" Pak. dingin. ujarnya.


" Aku dimana.. karena ia melihat sekelilingnya terasa asing.



Reino pun menenangkan gadis itu.



" Jangan takut. Kita sekarang berada di apartemen ku.



" Istirahatlah.. sebentar lagi aku akan memberikan obat. ujar Reino.



Cinta pun mulai terlelap walau dengan keadaan baju yang basah tapi tak lupa Reino menutupinya dengan handuk.



Ia tak mau memandangi tubuh gadis itu terus menerus.



" Apa yang terjadi Cinta.. Mengapa kamu bisa berada di hotel itu.. Kamu kenal dengan pria brengsek itu.. Apakah kamu sudah di nodai.. "



Beberapa pertanyaan berkecamuk dipikiran Reino.



" Seandainya aku lebih dekat denganmu pasti aku bisa menjagamu ", ujar lirih dan tangannya terus menggenggam tangan lembut gadis itu.



Tak lama terdengar suara ketukan pintu.


Muncul Rinto dan Sinta.



" Siapa dia Reino..? tanya sahabatnya itu.



"Ceritanya panjang .. Rin.. ! balasnya.



Sintapun melirik gadis itu dan berujar


" Masih muda Reino, jangan bilang kau sudah menidurinya.. Sepertinya dia gadis baik baik.."



Reino pun membalas.



" Tentu saja dia mantan muridku . Juga tetanggaku dan lagi saudara sepupu dari Rindu.. orang yang ku sayangi.."



Rinto pun berkata,




Reino pun merasa dihadapkan pada pertanyaan yang selama ini menjadi dilema dalam hatinya.



" Mana mungkin aku jatuh cinta pada bocah ingusan.. lagi masi sekolah..kalian bercanda.


ujarnya memendam semua perasaanya.



Ia menyangkal kepolosan dan daya tarik gadis itu selama ini.



Kemudian Reino meminta tolong kepada Sinta untuk melepas pakaian Cinta yang telah basah.



Reino memberikan kaos dan celana trainingnya untuk gantinya walau kebesaran.



" Ayoo kita keluar sebentar " ujar Reino mengajak sahabatnya keluar dari apartemen dan menunggu diluar depan pintu.



Sambil menenunggu Sinta mengganti pakaian Cinta. Reino pun menceritakan semuanya dari awal mengapa ia bersama gadis itu.



Sinta pun memberi kode bahwa ia telah selesai mengganti pakaian gadis tersebut dan meminta dua pria di depan itu untuk masuk kembali.



" Jadi kau akan berdua dengannya malam ini..? tanya Rinto .



" Ya. aku harus menemaninya. Aku masih menunggunya bangun dan memberikan obat yang kau bawa tadi..balas Reino sambil memindahkan tubuh gadis itu ke kasur kamar Reino.



" Baiklah bila tak ingin di temani. Kami pulang dulu. Jaga dia baik baik. Jangan jatuh cinta ujar Rinto menggoda sahabatnya itu.



Tak lupa Reino mengucapkan terimakasih kepada Sinta dan mengantar mereka sampai pintu.



Saat berada di lift mau turun ke parkiran ponsel Rinto ada pesan masuk.



Dia membuka pesan tersebut. Dan berasal dari Reino.



" Tolong kamu selidiki, bos dari Royalty Grup segera dan cari tahu siapa saja yang berhubungan dengan dia selama ini.."


isi pesan tersebut



" Oke baiklah. Segera tunggu informasi dari ku. balas Rinto dari pesan ponselnya.



" Dia memang spesial di hatimu Reino, aku tahu itu. Kamu belum pernah memperhatikan seorang gadis sebelumnya selain Rindu.. batin Rinto senyum.



Kemudian ia dan pacarnya pulang dan terlebih dahulu mengantar Sinta pulang ke rumahnya.



Sedangkan David apa yang dikerjakannya sekarang. Jangan ditanya karena sudah dijelaskan di episode sebelumnya.




Terima kasih😘