
"Mas..
kata Cinta pelan kepada suaminya tersebut.
"Ya.
"Nanti kita bahas semuanya sesampai di apartemenku.
jawab Reino singkat yang duduk bersebelahan dengan Reino di dalam mobil avanza hitam.
Supir pribadi Reino akhirnya menyelesaikan tugas yang diberikan tuannya dengan lancar.
Mulai dari menjemput sang calon isteri hingga oergi ke hotel untuk akad dan akhirnya sampai di apartemen milik Reino.
"Kenapa kita kemari, mas
"Bukannya kita pulang kerumah orangtuamu.
kata Cinta lagi.
Mereka berjalan melewati basement dan menaiki lift gedung apartemen tersebut hingga masuk kedalan apartemen Reino.
"Mandilah dulu. Nantu akan ku ceritakan.
"Aku akan bertelepon sebentar.
pinta Reino kepada isterinya karen ia tahu pasti banyak yang ingin ditanyakan isterinya tersebut.
Saat Cinta masih dalam kamar mandi
Reino pun menghubungi seseorang yang ditugaskan untuk mengawasi Rindu.
Rindubia tempatkan disebuah rumah kontrakan yang tak jauh dari kediaman orangtuanya .
Ia pun kini tak tajut lagi ancaman wanita itu karena kartu As yang dipunya Rindu telah lama ada di tangan Reino.
Jadi mengapa ia tak melepaskan saja perempuan itu.
Ia kasihan pada wanita itu
Sebenarnya bukan dia yang harus bertanggung jawab untuk kehamilan Rindu.
Ia harus bersabar selama David belum di temukan.
"Mas.
"Aku sudah selesai.
kata Cinta yang masih mengenakan handuk.
Aroma tubuh perempuan itu membuat hasrat Reino tergoda untuk mencumbunya.
"Maass...??
Suara Cinta agak meninggi.
"Ya sayang.
"Kau tak perlu berteriak.
Reino mendekatinya dan memeluknya erat.
"Mass..
"Aku sudah selesai
"Baju ku tak ada untuk kupakai.
Cinta merasa kesal.
Ia datang tanpa membawa baju ganti dan hanya baju pengantin yang ia kenakan.
"Sayanggg.
"Kau lebih cantik tanpa memakai apapun.
bisik Reino lembut ke telinga Cinta.
Cinta gugup dan wajahnya merona.
Ia menjadi salah tingkah.
"Mas.
"Sudahlah. Aku lelah.
"Aku tak tidur semalaman hingga pagi tadi.
kata Cinta
"Mana aku tahu. Kalau kamu tidak cerita.
balas Reino dan kali ini memberikan ciumannya dengan lembut nan lama.
Permainan bibir yang dilakukan Reino membuat handuk yang dipakai Cinta perlahan terlepas.
Dan saat tangan Reino mulai beraksi *** remas benda kenyal tersebut sontak Cinta merasa malu sehingga ia mendorong tubuh Reino dan menghentikan aksinya itu.
"Mass..hentikan .."
"Aku tak tahan..
kata Cinta lagi karena nafas tersengal sengal menghadapi serangan Reino yang mendadak.
Ia mengambil handuk itu lagi menutupi tubuhnya yang polos.
"Cinta
"Kau menolakku.
"Aku suamimu
Reino dengan wajah pura pura kesal dihadapan isterinya.
"Baiklah .
"Aku akan mandi dulu.
"Setelah ini aku tak ingin ada penolakan Cinta
"Kita harus menuntaskan semuanya hari ini.
Reino berlalu ke kamar mandi.
"Hampir saja..
guman Cinta yang masih tak percaya.
Ia gugup dan bertingkah harus bagaimana karena ini yang untuk pertama baginya.
Di periksanya lemari pakaian Reino tak ada satupun baju untuknya maka ia mengenakan kemeja pria itu dan terlihat menutupi sampai ke pahanya.
Ia buru buru tidur dan menutupi selutuh tubuhnya dengan selimut.
Ia masih ketakutan dan cemas.
Memejamkan matapun sulit baginya untuk tidur hingga Reino selesai mandi.
Didengarnya suara langkah kaki semakin dekat ke arahnya.
Terdengar juga hembusan nafas Reino semakin memburu.
Ditariknya selimut yang menutupi tubuh Cinta.
Deg.
"Jangan sekarang..!
"Aku belum siap..!
"Mas....!
Teriak Cinta menutup matanya karena malu melihat ke arah Reino.
Reino tersenyum.
Sungguh lucu dan manis ekpresi Cinta saat ini.
"Kau akan mati sesak nafas menyelimuti dirimu seperti ini, sekarang masih siang hari... sayanggg. "
Reino memberikan pakaian tidur wanita yang sudah dipersiapkan sejak kemarin lalu meletakkannya di samping Cinta.
"Pakailah.
"Aku tidak akan memaksamu.
"Hee...hee.. mengecup ke isterinya itu
"Kau masih saja malu malu seperti anak kecil... sayangggg..."
Reino pun keluar dari kamar