
" Haiii Cinta .." sapa Reino ketika berpapasan di halte bus.
Cinta tak melirik sedikitpun. Ia merasa masih kesal karena Reino meninggalkannya sendiri tempo hari.
" Kok diam.. Dasar kamu ya... " lanjut Reino sambil menjewer telinga Cinta.
" Mana ada murid yang di sapa gurunya hanya diam dan saling tak mengenal.."tegas Reino.
" Awww... sakittt Pak...." !!!! Cinta meringis kesakitan.
" Ohhh Pak Rey kirain tadi Om Om mana yang mau godai anak SMA...!! cetus Cinta sambil menepis tangan Reino dari telinganya.
Reino melototi Cinta seakan tak percaya akan sindiran Cinta.
"Masi tahu sakit... Kamuuu yaaa... !! Reino marah dan hendak menjitak kepala Cinta dan Cinta berlari karena tak lama bus pun datang.
" Om Tua ngaku saja kalau memang tua. Usia kita terpaut 8 tahun lohhh... " Cinta mencibir disamping Rey.
Di bus tak ada kursi yang kosong.
Para penumpang pun banyak berdiri termasuk Cinta dan Reino.
" Aduuhhh... maaf pak.." !!
Cinta kembali lagi memeluk Reino dihadapannya dan jantungnya berdegup kencang.
Sungguh mereka kini dekat sekali
Cinta pun merasa canggung dan tak tahu harus bagaimana karena keaadan yang tak memungkinkan tuk berpindah lagi. Tak ada ruang .
" Kenapa wajahmu memerah. " tanya Reino.
Reino tersenyum dan kembali berniat menggoda gadis kecil tersebut.
" Panas pak..!! jawab Cinta.
"Bapak kan tahu disini sempit dan berdesakan wajar wajah saya memerah.." balasnya lagi.
" Benarkah...??? goda Reino.
" Kirain karena terpeson dengan ketampanan gurumu ini dan jarak di antara kita sunggub dekat.."
Reino tersenyum.
Tak bisa di pungkiri. Cinta memang salah tingkah di hadapan gurunya.
Perasaan sedekat ini sungguh diluar kontrol dirinya.
" Mengapa terasa lama sih.. seharusnya sudah sampai.. aku tak tahan terus begini.." batin Cinta.
Sementara Reino terus merangkul pinggang Cinta dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menggantung diatas pegangan bus.
" Sudah sampai.. ujar Reino.
Semua penumpang berdesakan turun dihalte.
Ketika hendak melangkah keluar dari bus,
ada yang menabrak Cinta dengan terburu-buru dari belakang sehingga Cinta terhuyung mau jatuh dan Reino dengan tangkas meraih tubuh Cinta.
Cinta menutup matanya dan pasrah akan pelukan Reino itu.
"Heeiii bocah ingusan... cepat sadar dan bangunn... !! bentak Reino menyadarkan Cinta.
" Kamu berat tauuu...!! Tadi pagi makan apa sih..!! cetus Reino.
"Maaf pak saya baru timbang kemarin masi ideal kok berat badan saya 45 kilo..dan saya makan nasilah masa batu.." !! balas Cinta dan melepaskan rangkulan Reino
" Siapa suruh bapak yag nolongin... "
" Kirain tadi udah meluk aspal .. eh tak tahunya meluk Om Om.. hilang deh kepolosan saya di peluk ama bapak.. hehe "
gadis itu kembali menyindir Reino sambil tersenyum.
" Kamu ya.. Dasarr bocahh... Anak ingusan ..!!
awas kamu nanti. " batin Reino
" Ma kasihhh ya pak...!!! cinta berlari meninggalkan Reino dan melambaikan tangannya dengan hatinya yang masih ragu akan perasaannya sendiri.
Tiba dikelas.
Cinta meletakkan tasnya sambil duduk dan merasa tak nyaman dan ia bangkit melihat setangkai bunga mawar di bangkunya.
"Harum .." ujar Cinta mencium bunga mawar tersebut.
Bukannya senang, dia malah kebingungan siapa yang meletakkan bunga tersebut.
" Desss.. ini untukmu.. " sapanya kepada sahabatnya itu dan menyerahkannya.
" Noo Cinta..!! jelas jelas bunga itu di letakkan dibangkumu..berarti untukmu bukan untukku... " balas Desi.
" Sahabatku yang manis dan baik hati. Engkau tahu aku tidak memiliki pacar. Mana mungkin ada cowok yang kasih bunga ke aku... " tegas Cinta.
" Sungguh engkau Cinta yang cantik dan pintar tapi polos soal asmara. Apa harus menunggu pacar dan menjadi kekasih baru bisa kasih bunga. Itu pertanda ada yang naksir loh cin... ada yang mau jadi pacarmu... ada penggemar rahasia... heheh e " ujar desi membalas reaksi dari Cinta.
" Ahhh sudahlah....susah berdebat denganmu... kata Cinta lagi.
Bunga tersebut ditempel sebuah card bertulisakan.... " Forever Love by R "
Cinta bingung dengan inisial nama tersebut.
Apakah R tersebut adalah pak Rey tapi tak mungkin karena tadi di bus mereka bersama tak melihatnya membawa bunga.
" Apakah Ruben..?? batin Cinta
Cinta pun melirik kebelakang. Dan melihat Ruben tersenyum dan melambaikan tangan ke arah cinta.
TERIMAKASIH BUAT LIKE, LOVE DAN KOMENTARNYA.