
"Kauu.. Siapaaa...???!!
Rindu segera berdiri dan menjauh dari pria itu.
Lelaki itu hanya celingak celinguk sambil menggaruk kepalanya.
"Saya disuruh tuan muda tidur disini, non..
katanya dengan polos
"Kau siapaaa..??!!
Rindu bertanya lagi untuk keduakalinya.
"Saya mang Ucup. tukang kebun,non.
"Ehhh... Non sendiri siapa.. Kenapa kemari..
tanya nya seraya tak mengetahui siapa Rindu.
"Saya calon menantu dirumah ini.!!
" Saya calon isteri Reino.!!
" Keluar kau dari sini..!!
bentak Rindu.
Sehingga membuat orangtua Reino terbangun.
Datanglah mama papa Reino mendengar keributan dari dalam kamar Reino
"Mang Ucup.. Rindu.
,"Kenapa kalian disini.
"Sedang apa kalian..?"
tanya Agung melihat mang Ucup biasa tidur tanpa memakai baju hanya celana kolor saja sementara Rindu dengan pakaian minim nan seksi.
Rindu pun segera menghampiri mama Reino dan berkata,
"Mama.. Siapa dia. Kenapa ada dikamar Reino
ujarnya merasa tak bersalah sedikitpun.
"Dia mang Ucup tukang kebun keluarga kita.
kata Dewi
Agung pun bertanya untuk keduakalinya dengan nada emosi.
"Apa yang kalian lakukan dikamar puteraku...??!!!"
terdengar agak keras .
"Maaf tuan besar . Saya bukan bermaksud lancang.
"Tuan muda Reino menyuruh saya tidur disini semalam saja karena kamar saya atapnya masih bocor karena takut hujan menjadi banjir, tuan Reino memberikan saya tidur semalam saja sampai tukang datang besok memperbaiki.
kata mang Ucup merasa bersalah.
"Untuk apa dia menyuruhmu tidur dikamarnya. mana Reino.
Apa tidak ada kamar tamu lainnya....?!!!
kata Agung lagi melihat sekeliling kamar tak melihat keberadaan puteranya.
"Saya tidak tahu tuan.
ujarnya lagi dan menunduk tak berani menatap mata tuannya yang sudah melotot ke arahnya
Diliriknya kembali perempuan bernama Rindu itu dari atas hingga kebawah.
Semakin geram dia.
"Kau kenapa datang kemari.
katanya menohok sehingga Rindu sedikit ketakutan.
Ia masih menggenggam ponsel Reino ditangannya.
"Mengapa ponsel Reino ada ditanganmu.
"Apa kau berniat mencuri datang kekamarnya.
kata Agung lagi.
Rindu membalas setiap pertanyaan yang mengarah padanya.
"Hanya saja. Saya merasa tidak ingin jauh dari Reino. Entah karena bawaan kandungan saya maka saya datang ingin tidur disamping Reino. "Saya mengira Reino sedang tidur dan saat hendak memeluknya saya tak tahu....
kata Rindu dengan wajah tak bersalah sedikitpun tak melanjutkan lagi ceritanya.
"Cihhhh...
"Kau mengaku hamil namun dengan pakaian seperti itu bukannya kau akan masuk angin memakai pakaian tipis seperti itu ...?!!
" Kau tidak menjaga kandunganmu dengan baik. Apakah kau benar hamil..?!!
Agung mencurigai Rindu
" Apakah papa meragukan kehamilanku.
" Aku benar sedang mengandung dan itu anak Reino calon cucu papa.."
kata Rindu lagi.
Agung langsung menunjuk kearah Rindu
" Jangan panggil aku papa. Kau tidak pernah ku anggap siapa siapa ..
ujarnya lalu pergi meninggalkan semuanya
Dewi pun mengiyakan.
Ia segera menyuruh mang Ucup kembali ke kamar belakang begitu juga dengan Rindu.
"Sudah kembalilah ke kamar kalian masing masing. Masih larut. Jangan membuat kegaduhan..
kata Dewi lalu pergi.
Saat mang Ucup pergi kemar belakang melewati dapur, Rindu mengikuti dan mengancam mang Ucup sambil berkata berkata,
"Dimana Reino
"Katakan ...
Rindu memaksa sambil melotot kearah mang Ucup.
mang Ucu ketakutan karena Rindu sambil memegang pisau dapur ditangannya.
" Saya tidak tahu non.
" Saya hanya disuruh tidur dikamar tuan muda.
kata lelaki paruh baya tersebut.
Ia pun melepaskan mang Ucup karena perkataan pria paruh baya itu sepertinya tak berbohong.
Sambil mengambil air minum.
Rindu berguman dalam hatinya.
"Reino.
"Kau tidak bisa jauh dariku..
"Kau mau lari kemana malam malam begini
Rindupun kembali kekamarnya tampak tak ada yang mencurigakan sama sekali.
Ia tadi pun memeriksa kembali kamar Reino dan tak menemukannya dan Ia meletakkan kembali ponsel Reino ketempatnya sambil menutup kembali kamar tersebut.
Sampai esok paginya
tak ada yang mengetahui jam berapa Reino meninggalkan kediaman orangtuanya.
Karena selepas makan malam tadi malam, Reino segera masuk kamar tanpa berbincang bincang sedikit kepada orangtuanya maupun Rindu.
Hal itu membuat Rindu geram karena Reino selalu mengabaikannya.
Maka ia pun membuat rencana untuk menggodanya kembali saat tengah malam datang kekamarnya.
Paginya.
Mang Ucup berbicara empta mata kepada seorang pria.
"Tuan.
" Saya sudah melaksanakan semua perintah tuan.
kata mang Ucup kepada Reino saat bertemu dengannya dikamar belakang.