Forever Love

Forever Love
Di akhir acara



" Kau mau kemana Reino...?""


Rindu menahan tangan pria itu dengan cepat.



Reino meanatapnya tajam.


Ia tak mengeluarkan balasan apapun.


Dilepaskannya tangan Rindu dan pergi.



Kemudian Rinto dan Shinta pun begitu.


Melihat semuuanyya sudah selesai.


Mereka mohon diri kepada keluarga Reino yang hadir.



Sudarti merasa iba pada Reino sekarang melihat reaksi Reino seperti itu pada Rindu.


Bagaimana tidak.


Pertunangan ini jelas menjadi sebuah paksaan bagi Reino.


Sementara Rindu hanya memamfaatkan situasi.



"Lihat putrimu itu..."


" Betapa tidak tahu malunya dia masuk ke dalam keluarga kami dengan cara hina seperti itu..!!!.."


Sindir nenek Reino.



"Bu.. sudahlah..."


ujar mama Reino berusaha menyela perkataaan mertuanya itu.



" Ohhh... Dewi..


" Sekarang mau diletak kemana wajah keluarga kita bila dia menjadi cucu menantuku.."


katanya lagi kepada menantunya itu melihat bengis.



"Maafkan aku bu ..


"Ini semua sudah kehendak diatas.


"Lihat sebentar lagi aku akan menjadi seorang nenek..


"Dan ibu menjadi nenek buyut..


"Bukankah ini berita bahagia.


ujar Dewi mamanya Reino.



Setelah acara berakhir.


Kedua wanita itu pergi dan meninggalkan Rindu berdua dengan Sudarti ibunya tanpa mengucapkan salam sedikitpun.



Melihat tak ada yang harus dilakukannya lagi.


Sudarti juga ingin beranjak pergi.


Namun saat hampir di depan pintu


Rindu menahan kepergian ibunya tersebut.



"Buu.. tinggalah bersamaku..


" Aku takut sendirian sekarang.


pintanya pada ibunya.



Sudarti terdiam.


Hatinya menangis dan melihat kearah putrinya tersebut.



"Nak. bukankah kau telah terbiasa hidup sendiri dan bebas melakukan semuanya.?!."


"Kenapa kau harus melakukan ini semua..


"Tidak tahukah engkau..


"Kalau kau mempermalukan dirimu sendiri..!


"Mereka tidak pernah menerimamu sebagai menantu di keluarga mereka..!


katanya.



Rindu pun menangis.


Ia tahu yang ia lakukan adalah demi prianya Reino yang sangat dicintainya itu.



"Bu..


"Maafkanlah Rindu yang dulu. Tapi sekarang aku ingin berubah...


" Dan aku tak takut dengan mereka.


"Dan aku yakin suatu saat mereka pasti menerimaku setelah anakku lahir kelak.


katanya.



Melihat keyakinan di wajah Rindu begitu kuat.


Sudarti pun bertanya lagi.



"Jujurlah..


"Siapa ayah dari calon anak yang kau kandung sekarang..


kata Sudarti lagi dengan wajah seriusnya.



Rindu bersikap gugup.


Ia tak pandai berbohong didepan ibunya seperti dulu saat ibunya bertanya darimana uang yang didapatnya untuk operasi kedua ayahnya di Jakarta.


Ia berkata bohong bahwa ia mendapat pinjaman dari temannya.



" Jangan bohongi aku.


" Aku ibumu.


nada suara Sudarti agak meninggi.



Rindu memegang erat tangan ibunya dan berkata.



" Ibu..


"Ini adalah anak Reino.


"Kami tidak sengaja melakukannya.


"Kami khilaf..Walaupun Reino tak mencintaiku seperti dulu lagi tapi dengan kehadiran anak kami nanti. Dia pasti akan berubah dan menyanyangiku lagi... Percayalah padaku.


ujarnya dengan wajah tak berdaya.



Ia kemudian berbalik menatap keluar jendela membelakangi tubuhnya ibunya.



"Ibu. Aku ini korban.


"Bukankah seharusnya kau iba padaku..?"


"Ditengah karirku yang sedang menanjak.. aku harus mengorbankan semuanya demi menjadi seorang ibu...?"


katanya menangis.



"Bisa saja aku menggugurkan bayi ini.


"Tapi aku tidak sejahat itu bu..."


"Aku ingin berubah. Aku pun ingin bahagia membina rumahtangga dan menjadi isteri yang baik.


katanya lagi dan melihat kearah Sudarti.



Sudarti menjadi iba juga.


Rindu putri kecilnya kini telah dewasa.


Mungkin memang Reino adalah ayah dari bayi itu pikirnya lagi.


Tetapi untuk tahu yang kebenarannya ialah menunggu bayi itu lahir kedunia.



" Aku tidak bisa tinggal bersamamu, Rindu.


" Aku tidak bisa hidup di rumah mewah.


"Dan lagi aku punya putrinya satunya lagi yang tidak mungkin kutinggal sendiri..


katanya berusaha menolak keinginan Rindu untuk.tingga bersamanya.



"Putri yang satunya...?"


"Apakah ibu menikah lagi..?"


Rindu penuh curiga seolah olah tak mengetahui keberadaan Cinta selama ini dikediaman ibunya padahal sebenarnya ia tahu.



"Dia adalah Cinta.


" Sepupumu.


"Putri dari Sukma dan Heru, sepupu dari ayahmu.


Sudarti menjelaskan detailnya.



"Baiklah bila ibu memang memilih anak


orang lain daripada anakmu sendiri. Darah daging sendiri. Tak apa. Pergilah.


Rindu tampak kecewa dan ketus mengatakannya.



"Rindu. Ibu pamit ya..


n"Ibu sayang padamu. Tapi kesalahanmu dulu masih membekas hingga hari ini.


"Dan kepergiaan ayahmu masih menyakitkan bagiku.


Sudarti pun pergi dan meninggalkan Rindu sendiri.



Semua pelayan telah bersiap siap ingin membereskan segalanya.



Rindu terlihat ingin marah dan bersuara dengan keras.



"Akkkhhhhh...!


"Semua kau rebut dariku Cinta.


"Reino dan Ibuku.


"Haaa.. Lihat sampai kapan kau akan bertahan. Semua yang dekat denganmu akan pergi meninggalkanmu..!


ujarnya penuh segudang rencana licik sambil terkekeh.



Mereka yang menatap wanita itu merasa aneh dan ngeri.



" Apa dia gila...


kata salah satu pelayan.



"Diam kau jangan berisik. Nanti kau yang dimakan.."


Kata teman sebelahnya.



Rindu seperti mendengar ada yang membicarakannya segera melirik kearah mereka dan menatap tajam.



Kedua pelayan tadinpun merasa takut dan bergegas membersihkan ruangan itu kembali.