Forever Love

Forever Love
Merindukanmu



"Reinooo..?!!


"Mau kau bawa kemana aku...?!


kata Rindu saat berada didalam mobil dengan wajah tak senang karena paginya Reino terus mendesak perempuan itu segera bergegas pergi dari kediaman orangtuanya.



"Tenangkan dirimu.


"Aku membawamu kerumahmu.


jawabnya singkat.



"Apaa...??


"Rumah..??


Rindu semakin tak mengerti karena sedari dulu hanya apartemen pemberian David yang ia tinggali.



"Aku tak mau Reino..


"Aku tak bisa jauh darimu


"Anak ini ingin selalu dekat denganmu.. Aku ingin tinggal dirumahmu.."


katanya lagi sambil mengelus perutnya dan tangan satunya memegang lengan Reino yang sambil menyetir.



Reino menatap kearah Rindu dan berkata,


"Perbaiki sikapmu atau ku antar kau menemui David...!


katanya membuat Rindu seketika gugup.



"David...?!


batinnya merasa sesak seketika.



"Kenapa...?!!


"Tiba tiba kau diam.. Wajahmu pucat..


" Apa kau tahu dimana pria brengsek itu ..?!!


tanyanya kepada Rindu.



"Aku tak tahu ..


jawab Rindu ketus.



Sampailah merek di kediaman Cinta.


Reino mengantarkannya kerumah ibunya Rindu.



"Assalamualaikum..


Reino memberi salam didepan pintu dan dibelakangnya Rindu mengikuti.



Tak lama pintu dibuka


Dan gadis itu berdiri tepat didepan Reino.


Deg.



"Kau mau apa kemari..?!!


ketus Cinta.



"Aku ingin bertemu dengan bibi..


balas Reino dingin.



Dan Cinta pun melirik kebelakang Reino ada perempuan yang telah menghancurkan hubungannya dengan Reino.



"Bibi tidak ada.


"Masuklah kalau mau menunggu.


katanya kepada Reino dan membuka pintu lebar mempersilahkan keduanya masuk.



Reino memasuki rumah itu dan Rindu hanya terdiam di depan tak melangkahkan kakinya masuk.



"Mengapa kau hanya berdiam.??"


"Masuklah..


kata Reino sekaligus membawakan koper Rindu.



Rindu tak percaya. Reino membawanya ke rumah ibunya dan Cinta juga tinggal disitu.



"Mengapa kau ajak aku kesini..?"


tanya Rindu sambil masuk dan duduo di ruang tamu.



"Apa kau lupa rumahmu atau kau tak mempunyai ibu lagi..??!


kata kata Reino langsung menusuk relung hati Rindu.



"Hemm..


balas Rindu.



Ia merasa risih dengan keadaan rumah tersebut karena tak sesuai dengan keinginan dan gaya hidupnya yang sudah mewah sekaligus dimanjakan David selama ini.



Cinta datang dan membawa minuman untuk kedua tamunya tersebut.



"Silahkan diminum.


ujarnya pelan dan kembali lagi kedapur membawa cemilan.



jawab Rindu lagi.



"Aku takkan tinggal disini bersamamu


"Aku hanya ingin melihat keadaan ibuku sebentar.


"Apakah dia masih lama.


tanya Rindu menghentikan langkah kaki Cinta yang hendak kedapur.



"Cukup.


"Kau terlalu banyak bicara Rindu..!!"


kata kata Reino lagi lagi membuatnya terdiam.



"Silahkan kalau mau tinggal disini.


"Aku tidak keberatan.


kata Cinta sambil berlalu.



Didapur gadis itu lagi menahan perasaannya.


Ia tampak tegar dihadapan keduanya namun hatinya terasa sakit.


Dan sikap Reino yang dingin.


Oh tentu saja. Mereka sebentar lagi akan menikah pikirnya lagi.



Tak mampu terlihat menyedihkan, ia mengusap airmatanya yang mulai berlinang.


Ada sekitaran lima menit dan ia pun kembali keruang tamu.



"Apakah masih lama bibi akan datang, Cinta..


tanya nya lagi.



"Aku tak tahu.


balasnya tanpa menatap mata Reino.



"Ohh.. kita membuang waktu kemari Reino.


"Dan lagi aku takkan tinggal bersama dia disini.


"Aku merasa mual.


sundirnya lagi.



Cinta merasa kata kata Rindu sunggu keterlaluan.



"Aku pun tak ingin tinggal bersamamu.


"Yang ada kau hanya membuat orang lain kesal padamu. Bibi saja tak ingin kau disini.


"Oo iya.. Pernah ada anak perempuan yang tega meninggalkan rumah ibunya demi kekayaan..


"Pernah tinggal dirumah ini dan sekarang ia tak punya tempat tinggal dan kembali ke rumah ini...??!!!


"Haa.. sungguh aku tak percaya ... tahukah kau siapa dia..


balasnya lagi kepada Rindu.



Rindu merasa orang diceritakan Cinta adalah dirinya.


Ia emosi dan hendak menampar wajah Cinta.



"Kauuu...??!!


tangan Rindu akhirnya ditangkap oleh Reino.



"Kenapa kau bela dia terus Reino.


"Tidakkah kau lihat dia mengataiku buruk..


"Dia pikir dia siapa.. Dia hanya menumpang disini.. Dirumahku selama ini.. tak tahu diri..!!!


kata Rindu.



Reino pun melirik kearah Rindu dengan sedikit marah.


Ia tak ingin terjadi lagi perang mulut.



"Sudahlah. Kau kekanakan Rindu


"Sepertinya aku salah membawamu kemari.


"Cinta. Tolong sampaikan kedatangan kami pada bibi. Aku akan menghubunginya lagi nanti.


ucap Reino dan menarik tangan Rindu dengan paksa namun hatinya sakit tak bisa berlama melihat gadis kecilnya itu. Ia merindukannya.



"Reino kau menyakitiku..


Rindu kesakitan.



"Ohh ya . Cinta.


" Jangan lupa hadir dipernikahan kami ya..


"Bawa kado untuk kami.


ujarnya sambil tersenyum puas membuat jarak anatara Reino dan Cinta semakin lebar.



Cinta membiarkan keduanya berlalu mrninggalkan keadiaman rumah bibinya.


Ia kembali duduk sambil mengingat kembali bayangan Reino yang selalu mengisi isi kepalanya