Forever Love

Forever Love
Hotel in love part 2



" Tinggg..."


pintu lift terbuka.



Rindu tersadar dari perasaan sendiri. Ia menangis tersedu sedu keluar dari lift.



" Reino.


" Mengapa begitu cepat kamu melupakanku...?"


isaknya perempuan itu.



Ia pun berjalan pelan di lorong menuju kamar hotelnya.



Ia membuka pintunya dan tepat didepan berdiri seseorang.



Rindu terkejut.



Deg.



"Dav... ujarnya lirih.


" Bagaimana mungkin.



David pun menarik tubuhnya kemudian mendekatkan wajahnya.



Ia lagi mendorong tubuh Rindu ke dinding dan melumat bibir perempuan itu kasar.


Rindu merasa sesak dan tak bisa bernapas.



" Dav hentikan...!


sambil berusaha melepaskan ciumannya.



Perempuan itu pun mendorong tubuh pria itu.



"Keluar dari kamarku..!


bentak Rindu.



David seperti kesetanan ia tidak memperdulikan perkataan Rindu.



Ia menarik dan membawa tubuh Rindu ke atas kasur. Ia menindihnya dan melumat bibirnya lagi.



Rindu pun tak mau kalah ia berusaha mendorong David tapi kekuatannya tak ada.



" Pleasse Dav... Hentikan.. !


" Kau mabukk..!


Isak Rindu mulai menangis.



David tak perduli ia melumat bibir Rindu.


Ia membuka baju perempuan itu kasar hingga robek dibagian atas.



Ia meciuminya.


Dimulai dari bibir, leher hingga bagian sensitinya ke arah dadanya.



"Ahhh... ahhh..


lirih Rindu.



" Hentikan Dav... Kau kasarr.. !!


suara Rindu.



Entah apa yang dipikirkan David .


Ia menjadi kasar terhadap Rindu.


Dan ini untuk pertama kalinya .



Merasa tak tahan dengan perlakuan David.



" Plaakkk...!!


sebuah tamparan keras pun mendarat dipipi pria itu.



Wajah pria itu memerah.


Ia mulai emosi dan menatap Rindu tajam.



Ia menarik dagu mungil itu dan berkata,



" Kauuu...??


" Bitch...!!


emosi David.



Mendengar perkataan David.


Rindupun ingin memukul kembali David tapi tangannya ditangkap oleh David.



" Cukup sekali Rindu tidak ada yang kedua kali...!


" Aku mungkin sudah terlalu memanjakanmu selama ini..!


kata David dan meninggalkan Rindu sendirian dikasur dengan penampilan sudah acakan.



Pria itu mengambil sebatang rokoknya dan berdiri di balkon dengan jendela kamar itu.



Sedangkan Rindu menangis sejadi jadinya.


Ia tak percaya dengan kata terakhir dari David



" Ya aku memang kotor.


" Aku hina.


" Tapi kau tak perlu mengatakannya lagi dav.. katanya pelan dalam tangisan.



Ada hampir lima belas menit kesunyian dikamar itu.



Ia mendekati Rindu.



" Mandilah sana..!


" Tubuhmu sudah kotor bersama pria yang mengantarmu tadi..!


kata David.



Rindu tak menjawab.


Ia mengutuki pria didepannya itu dalam hati.



" Pergilah...!


" Aku tak mau melihat wajahmu..!


" Aku benci padamu..!


Ia merebahkan tubuhnya dikasur dan menutupinya dengan selimut.



David tak pergi.


Ia pun membuka selimut itu dan hendak membawa tubuh perempuan itu ke kamar mandi.



" Baiklah.


"Biar aku yang membersihkan tubuhmu..


David mulai mengangkat.



Rindupun berteriak.


"Lepaskan aku Dav..!


"Turunkan aku..!


" Kau tidak perlu seperti ini.


" Aku akan mandi..!



Davidpun melepaskan tubuh gadis itu dengan perlahan.



Rindu pun berjalah ke kamar mandi.


Ia membanting pintu itu keras sekali.



" David kau sialan..!


gumannya sambil membasuh diri.



Sementara sambil menunggu Rindu.


David mengambil batang rokok kedua.



" Pikirmu aku aku selalu jahat padamu Rindu .!


" Akulah yang selalu memahami dan sekaligus mencintaimu tulus..!


" Pikirkanlah itu baik baik..


gumannya sambil merokok.



Setelah Rindu keluar dari kamar mandi.


Ia melihat David masih memandang keluar balkon.



" Kenapa kau belum juga pergi dari sini..?


tanya Rindu masih kesal.



Davidpun membalikkan tubuhnya dan memandang Rindu masih memakai handuk.


Nafsu liarnya pun tumbuh.



Ia mendekati perempuan itu.


Mendorong tubuhnya kedinding dan menciumi bibir manisnya.



Kali ini dengan lembut dan berperasaan tidak kasar sepeti tadi.



Rindupun menikmati ciuman David dengan membalas lumatan tersebut.



Tak lama David melepaskan bibirnya dan berkata,



" Sudah bersih.


" Tak ada aroma pria lain.


" Hanya aku dan aku. Tak ada yang lain Rindu.


sambil mengecupnya sekali lagi.



" Pakailah baju atau aku akan memakanmu..


kata pria itu dan pergi meninggalkannya



" Apakau kau pergi..?


kata Rindu.



Davidpun memabalikkan badannya tersenyum sinis dan berkata,


" Jangan senang dulu.


" Aku akan kembali membawa makanan.


" Energiku habis sebentar hanya memikirkanmu di antar pria asing tadi..!



David turun kebawah. Dan berniat memesan makanan tetapi itu hanya alasan saja. Dia bisa saja menelepon pihak hotel dan membawa ke kamar.



Tetapi ia ingin mencari tahu laki laki yang berani membawa perempuannya sampai ke hotel.



Rindu pun berbenah dan menantikan David kembali.



" David kau..??


" Pria itu bukan asing bagiku.


" Dia Reino. Cinta pertamaku..


batinnya.