Forever Love

Forever Love
R C



" Kita mau kemana Reino... "


Cinta membuka suaranya saat berada di mobil yang dikemudi oleh Reino.



Reino pun menatap gadis disebelahnya sambil tersenyum.



"Ke mana kau mau, gadis kecilku..."


" Kau mau kita makan apa malam ini..?"


ujar Reino sambil menggenggam erat tangan Cinta.



Cinta pun tak tahu harus memikirkan makanan sekarang. Kejadian tadi membuat nafsu makannya sebenarnya sudah hilang.


Ia hanya diam sambil melirik sesekali ke Reino.



" Apa yang kau pikirkan Cinta...?"


" Jangan khawatir. Aku selalu ada bersamamu. " Dia takkan berani berbuat yang jahat kepadamu. Percayalah..."


ujar Reino lagi kemudian menarik tangan Cinta lalu menciumnya mesra.



Cinta pun tersenyum membalas semua perlakuan Reino itu.



" Krukkk.


Bunyi suara dari arah perut gadis itu.



Reino lagi mengusap rambut Cinta yang terurai panjang. Ia kemudian menyandarkan kepala gadis itu kebahunya dan berkata,



" Ayo kita makan di restauran jepang. Kau pasti belum pernah makan menu itu.."



Cinta hanya pasrah kemana Reino membawanya kemana untuk makan malam.


Ia baru terasa lapar sekarang.



Tiba di restauran Jepang.


Pelayan datang menawarkan berbagai pilihan makanan dalam dafta menu.



" Kau saja yang pilih. Kau tahu mana yang enak.


pinta Cinta karena ia belum pernah memakan menu makanan jepang selama ini.



Reino pun memilih beberapa macam makanan.


Mulai dari sushi, teriyaki, hidangan ikan laut, lobster dan tak lupa hidangan penutup ice cream kesukaan gadis itu dari dulu.



Hanya butuh beberapa menit semua hidangan tersaji



" Nikmat sekali. Ternyata makanan Jepang enak juga.


Seru gadis itu mencicipi semuanya.



" Tetapi masih lebih enak makanan Indonesia Pelan pelan saja makannya. Nikmati saja.


ujar Reino memperhatikan gadis itu.



Cinta pun menuruti perkataan Reino dan makan perlahan.


"Entah aku bisa menikmati ini ketika pulang nanti ke Indonesia.


balas Cinta berkata kepada Reino.



Reino mengerutkan dahinya dan berkata,


" Bila kamu ingin pasti aku akan makan di restauran Jepang yang ada di Indonesia. "Setiap hari kalau kau mau dan tidak bosan.



Cinta tak habis pikir. Reino selalu menganggap semuanya mudah.



"Aku tak ingin menyusahkanmu kelak setiba Indonesia nanti..


katanya Cinta lagi.



" Menyusahkan...?"



" Ya tuan Reino Hartawan terhormat. Aku tak ingin dibilang menghamburkan uangmu.


" Walaupun aku kekasihmu tetapi masih belum jadi isterimu.



Reino terpana dengan semua perkataan gadis itu lagi.


Reino membalas,


" Kekasih...?"


" Kapan kita menjadi kekasih..?"


" Coba ku lihat keningmu. Tidak demam.


Reino melihat kening Cinta dengan tangannya.



Cinta pun menjadi malu. Wajahnya memerah.


Benar yang dikatakan pria dihadapannya itu.


Mereka belum berkomitmen sama sekali.



" Maafkan aku. Aku tak seharusny berkata begitu. Aku sepertinya terlalu percaya diri.


ujar Cinta yang sudah menyelesaikan makannya dengan raut sedikit kecewa.



Selama ini mereka sudah mengutarakan perasaan masing masing tetapi belum ada kata menjadi kekasih atau pacar.



Reino memperhatikan raut wajah gadis didepannya itu.


Ia hanya menguji sampai dimana perasaan gadis itu terhadapnya.



" Makanlah dulu ini.."


Reino berkata sambil menyuap ice cream ke mulut gadis itu secara tiba tiba dan meninggalkan sedikit bekas di bibir indahnya.



" Lihat kau menyuapku blepotan.


balas Cinta berusaha membersihkan bibirnya namun dengan lembut jemari Reino memgusap sisa ice cream dibibir Cinta.



Reino melakukannya dengan lembut.


Ia memainkan jarinya mulai dari sudut bibir sampai ke arah pelipis hingga menjurus keleher tepat dibawah telinga Cinta.



"Ahhh...


Gadis itu menikmatinya dengan berguman pelan.



" Apakah aku sudah gila. Permainan macam apa ini..."


Batin Cinta kemudian tersadar dari hasratnya dan menyuap sendiri ice cream miliknya



Reino pun menghentikan jari jari yang dimainkannya ke wajah gadis itu.


Kini ia sudah tahu. Gadisnya sangat mencintainya.



" Bocah ini bergairah padahal aku hanya memainkan jari jariku..


" Ia memiliki hasrat itu.


batin Reino.



Cinta kembali memerah wajahnya.


Ia malu pada dirinya.


Ia terangsang belaian dari Reino


Ingin rasanya ia cepat mengakhiri makan malam ini dan kembali ke hotel.