
" Dimana aku...??
"Awww.. sakitt..
Dengan samar Rindu memandangi suasana tempat ia berbaring.
"Rumah sakit..
batinnya.
Ia pun meraba perutnya dengan segera.
"Anakku..." katanya terkejut.
Tanpa terasa air matanya pun mengalir deras.
Di ruangan lainnya.
"Apakah anda yang bernama Fani..??
Seorang pria paruh baya datan menghampiri gadis itu.
Tampak dari penampilannya dari kalangan Bos besar.
Fani yang sudah hampir sebulan menemani David di rumah sakit pun tertegun.
Siapa pria ini.
"Saya papanya David.
"Dan untuk selanjutnya saya tidak perlu menjelaskan lagi. Tinggalkan putera saya, biar saya bertanggung jawab mengurusnya.
"Mengenai semua waktu dan tenaga yang kamu telah berikan saya akan bayar dengan pantas.
katanya lagi dengan angkuh.
Fani terdiam.
Ia tak percaya papa David akan berkata seperti itu kepadanya seolah olah dirinya seorang perempuan mata duitan.
Tak lama seorang ajudan menyerahkan cek senilai satu milyar. Dan memberikannya tanpa ragu kepada Fani.
Fani masi berpikir dan tak lama ia mengambil cek tersebut. Ia melihat nilainya cukup fantastis.
"Maafkan aku Tuan. Anda salah mengenal saya. Saya tulus membantu David.
"Kalau tuan menyuruh saya pergi. Akan saya lakukan tapi tidak dengan cek ini.
ujar Fani.
Ia pun mengembalikan cek tersebut lalu hendak pergi.
Dengan cepat Papa David berkata,
"Jangan egois. Perusahaan papamu sedang membutuhkan dana bukan..??
"Pikirkanlah baik baik.
katanya lagi.
"Tuan... sekali lagi anda salah.
"Saya tidak mempunyai keluarga apalagi orangtua.
Fani mengingat bagaimana papanya sangat memarahinya hingga mengusirnya.
Fani menarik napas.
"Aku memang sebaiknya pergi.
kemudian berlalu dengan perasaan sedih.
batinnya.
"Maafkan aku David tak sempat pamit
"Mungkin sudah sebaiknya begini
Dalam perjalanan pulang ke kontrakannya.
Ia sebenarnya tak habis pikir.
Mengapa ia masih terus berada di samping David padahal ia tahu siapa David sesungguhnya.
Hatinya terlalu baik dan mudah simpati.
Tak terasa ia pun meneteskan airmatanya.
"Aku begitu bodoh..
"Papanya akan menjaganya. Apa yang perlu ku khawatirkan.
"Aku bukan siapa siapanya
ujarnya lagi membenarkan keputusannya meninggalkan David.
Dua jam kemudian David bangun dari tidurnya.
Ia tak lagi melihat sosok gadis yang selalu menjaganya hampir sebulan ini. Dan lukanya pun mulai sembuh.
"Apa kau sudah bangun.. anak bodoh..!!
"Beraninya kabue.. Takkan bisa..
ujarnya lagi.
Sepertinya David tak memperdulikan omongan papanya. Melihat sekeliling ruangan
"Gadis miskin itu..?
"Dia sudah pergi..
kata papanya lagi.
David kembali emosinya naik.
Ia terlihat tidak senang.
"Tua bangka..Apa kau mengusirnya..??
"Sudah ku tebak
ucap David ketus.
Papa David tersenyum.
"Kau begitu mudah jatuh cinta tapi sepertinya itulah kelemahanmu.
"Kau pikir gadis itu tulus menolongmu ..haa..??
"Aku beri dia cek sebagai ganti jasanya ia langsung pergi meninggalkanmu.
katanya lagi meyakinkan David
"Dia menerima cek itu..??
tanya David.
"Ya.. seprti kau tahu.
"Perusahaan papanya mau bangkrut kekurangan dana.
"Dia pasti membutuhkan cek itu.
"Perempuan sama saja. Ingatlah itu
"Walau pun dia menolongmu dan merawatmu hingga luka dan menalmu sedikit terobati namun tidak ada yang gratis. Benarkan..??
kata papa David.
Papa David tersenyum melihat ekspresi anaknya yang mulai membenci dan kembali seperti David yang ia kenal dari kecil.
Kejam dan tak berperasaan.
David berkata,
"Pergilah dari pandanganku.
"Aku tak kan mau ikut bersamamu..
"Enyalah...!! Kau lah yang membuat hidupku seperti ini...!!
"Pergiiiii...!!!!
Melihat emosi anaknya mulai tidak stabil
Ia pun bergegas pergi.
katanya lagi,
"Aku punya kenalan dokter di singapura.
"Berkunjunglah untuk memeriksa penyakitmu supaya kedepannya lebih baik.
"Ingat jangan kabur.. Aku pasti dapat menemukanmu.
lalu pergi meninggalkan puteranya.
David kembali berteriak.
"Pergiiiii...!!
Kemudian melemparkan gelas disampingnya.
Perawat dan Dokter pun datang melihat situasi. Mereka pun memberi obat penenang. Tak lama David mulai setengah sadar berbaring sambil matanya masih menyisakan airmata yang ditahannya sedari tadi.
"Kenapa lagi pasien tersebut..
"Bukannya sudah mulai pulih..
"Menakutkan saja.
kata salah satu perawat.
"Jangan sampai kederangan
"Dia punya penyakit mental.
"Entah kemana perempuan yang selama ini menemaninya..
"Sepertinya kekasihnya..tak mirip sebagai adiknya. Mungkin sudah putus.
kata perawat yang satunya lagi.
"Entahlah. Ayo pergi.
"Bukan urusan kita.
kata perawat pertama tadi lalu pergi meninggalkan David.
David masih mendengar percakapan kedua perawat tadi. Ia geram dan menangis sampai obat bius mulai bekerja dan tertidur lelap.
BERSAMBUNG...