
Sesampainya dirumah gadis itu menjumpai ayahnya dan kemudian menceritakan semuanya.
" Ayah, bagaimana menurutmu..?"
" Haruskah aku pergi...?"
tanya putrinya.
Heru memikirkan semua perkataan putrinya barusan. Ia tak tahu harus berkata apa.
Ia ingin anak gadisnya selalu bersamanya namun disisi lain dia tidak boleh egois.
" Nak.. selama itu membuatmu menjadi lebih baik. Ayah akan mendukungmu. Ayah beri ijin... tetapi...
Heru tak melanjutkan perkataannya lagi.
" Tapi apa yah...?"
tanya putrinya
" Jaga dirimu baik baik disana dan pulanglah dengan selamat. Kau anak gadis. Dan diluar negeri akan menjumpai orang asing maka jangan terlalu membuat hal yang membahayakan dirimu...."
pinta ayah gadis itu sambil memeluk putri semata wayangnya.
Cinta pun merasa terharu dan bahagia.
Ayahnya begitu menyayanginya.
" Ayah.. aku sudah besar. Aku pasti jaga diri disana. Dan aku tidak sendiri. Ada beberapa teman kampus juga yang ikut.
" Dan lagi.
" Aku disana menambah pengalamanku.
" Makasih ya ayahh.. Cinta sayang ayah...
gadis itu mencium tangan ayahnya.
Cinta pun tak lupa memberi kabar liburannya kepada adik dan bibinya.
"Kak. nanti disana beli oleh oleh yaahh...
kata Ryan adiknya.
" Cintaa. ini bibi ada sedikit uang untuk pegangan. Mana tahu kamu ingin beli sesuatu disana...
Sudarti menyodorkan uangnya.
Cinta melihat itu tertegun.
Ia mengembalikan lagi uang bibinya itu.
" Tidak bibi. Cinta tidak butuh itu. Doakan saja Cinta disana dan kembali pulang dengan selamat...
" Dan uang itu,
" Bibi simpan saja.
katanya lagi.
Sudarti tahu gadis itu butuh. Bagaimanapun kemana kita berpergian haruslah ada sedikit membawa uang buat jaga jaga.
" Cinta... kamu jangan menolak.
" Pakailah secukupnya. Bila kamu enggan menggunakan uang itu. Bawalah buat jaga jaga. Kalau pun tidak habis sama sekali , kamu boleh memulangkan sisanya lagi...
bujuk bibinya.
Gadis itu pun tak kuasa menerima uang tersebut yang berkisaran sepuluh juta.
Dan ia harus segera menukarkannya ke mata uang negara tersebut. Biar dapat menggunakannya disana.
"Ya sudah mari kita makan.
" Cinta pasti lapar.. Ryan ayo kamu juga belum makan... ajak bibi mereka.
Selesai makan.
Cinta menjumpai ibunya.
Ia mengusap kening ibunya dan sesekali menciumnya.
" Ibu cepatlah sembuh. Kembalilah seperti dulu.
"Aku, ayah dan ryan merindukan ibu.
gumannya sedih.
Tak terasa ia sampai ketiduran hingga sore di samping ibunya.
Sukma.. terbangun dan menyadari ada anak gadisnya tidur disamping pun turut membelai lembut kepala cinta. Ia memegang tangan putrinya dan mulai menangis.
" Cintaa.. maafkan ibu.
"Ibu sakit seperti ini. Ibu menyusahkan kalian...
batinnya.
" Entah mengapa ingatan ku seperti kembali ke masa dulu dan lagii... semua peristiwa yang sudah lama kulupakan..muncul dalam ingatanku...
" Siapa aku dulu....
" Dan dimana bayi itu... bayi yang malang.. isaknyaaaa menangiss.
Sukma tak bisa menahan tangisnya yang sudah membasahi hingga ke wajah putrinya itu.
" Ibu sudah bangunn...
" Ahh.. sudah sore.
" Sebaiknya aku memandikan ibu. Sini bu biar aku bantu...
kata putrinya membantunya duduk dan berjalan hingga ke kamar mandi.
Sungguh gadis itu sangat menyayangi kedua orangtuanya.
Semoga dengan kepandaian gadis itu, ia bisa mmmbahagiakan kehidupan orangtuanya kelak.
Ibunyapun sudah siap mandi.
Ia mengajak ibunya duduk di teras rumah. Tak lupa menyediakan gorengan dan teh.
Ia pun kembali ke kamar mandi dan membersihkan dirinya sendiri.
Semuanya sudah terencana di pikiran gadis itu.
Ia harus bersiap siap untuk keberangkatannya lusa. Ia harus istirahat yang cukup.
Besok ia harus menghubungi Desi untuk memberitahukan liburannya itu.
" Reino.
entah mengapa muncul nama itu lagi.
" Entah dimana dia sekarang aku tak tahu.
Alangkah bahagianya bila bertemu dengannya disana ...tapi mustahil... batinnya.
" Sudah hampir setahun Cinta..
" Sadarlah... tidak mungkin ia memikirkanmu... lupakan... bisik suara hatinya.
Hingga gadis itu kemudian tertidur dalam mimpi indahnya.
#Apakah Rindu bertemu Reino
#Atau Reino bertemu Cinta
Mana yang bagus yaa...😀
makasih buat saran dan kritiknya ya.
😘