
" Apa yang sedang ku pikirkan..?"
gumannya lagi.
" Reino.. reino.. hanya dia yang selalu ada dipikiranku.. Sadarlah Cinta... Dia tak mungkin memikirkanmu.. Sudah setahun.. "
Gadis itu berkata dalam hatinya saat hendak menaiki lift.
Di lift ia pun berpapasan dengan room boy hotel tersebut.
" Maaf nona. Lift ini sedang ada perbaikan.
" Silahkan ke lift satu lainnya.
ujar room boy tersebut.
Dengan raut sedikit kecewa ia melangkah menuju lift satu lagi.
Disana hanya ia sendiri. Tak ada yang berbeda hanya ia harus sedikit berjalan melewati lorong.
Sementara David dan Rindu masih bergulat di tempat tidur hingga ketiduran.
" Dav...jam berapa ini..?"
tanya Rindu ditengah sadarnya.
David yang memegang tangan perempuan itu sambil memeluk tubuh polosnya berkata,
" Menginaplah semalam saja.
" Besok pagi akan ku antar ke hotelmu.
Rindu yang melirik jam tangan David yang berada disamping kasur menunjukkan pukul sebelas malam.
" Baiklah tapi jangan terlambat.
" Besok pagi aku harus cepat.
" Lusa.. show sudah diadakan.
kata Rindu lagi.
" Iya sayang. Tidurlah.
Balas David sambil mengecup bahu polos wanitanya.
Sed2angkan dikediaman lainnya Reino, Rinto dan kekasihnya menikmati hari itu bersama.
"Sudah larut Rinto dan Sinta sebaiknya aku pulang. Nanti akan kubari apa aku datang..."
kata Reino kemudian pamit meninggalkan kedua sahabatnya tersebut.
Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar ia cepat sampai di hotel.
Reino masih memikirkan perkataan sahabatnya tadi.
" Aku melihat perempuan yang mirip Rindu.."
kata Rinto.
" Ahh.. kau selalu seperti itu tapi kau tak bisa membuktikannya. Setahun yang lalu kau pun berkata begitu.
Balas Reino.
Rinto kembali mengingat apa yang dilihatnya kemarin.
" Aku punya buktinya...!
seru Rinto dan memperlihatkan gambar di ponselnya.
Reino melihat dengan ekspresi tak percaya.
Deg.
"Tampak tak jelas Rinto. Wajahnya sedang menunduk dan lagi warna rambutnya pirang.
" Itu bukan Rindu..!
" Rinduku yang polos dan sederhana tidak mungkin seperti wanita kebarat-baratan...!
" Baiklah Reino.
" Aku punya satu lagi bukti.
" Datanglah lusa ke pameran di pusat ibukota ini.
" Aku telah menyelidiki gadis itu dan ia akan berpartisipasi diacara tersebut.
Rinto barkata lagi sambil menepuk bahu sahabatnya itu.
"Akan ku pikirkan Rinto..Apakah aku akan datang.."
" Terimakasih untuk semuanya sahabatku.
Dan mereka pun melanjutkan makanan barbeque mereka.
Flash back kemarin.
Saat ia dan kekasihnya melihat Rindu sedang bermesraan di sebuah mobil dengan pria lain.
"Apakah itu kekasihnya atau suaminya..?
pikir Rinto saat itu.
" Mengapa kau berhenti mendadak Rinto...
seru Sinta yang terkejut.
" Lihat ada polisi di depan sedang berdiri disamping mobil didepan kita. Apa yang terjadi..?"
balas Rinto.
" Sudah biarkan saja. Itu bukan urusan kita. Cepatlah nanti kita akan telat melihat pameran perhiasan tersebut.
kata Sinta lagi.
Saat polisi tersebut berlalu. Rinto pun melanjutkan mobilnya dengan perlahan dan melihat siapa pengemudi didalam mobil tersebut.
Deg.
"Rindu...."
gumannnya pelan.
Ia pun melihat dengan seksama .
"Mirip sekali tetapi dengan penampilan yang berbeda. Kali ini aku tidak salah."
" Mata dan senyumnya tidak bisa berbohong walau ia tidak memakai kacamata seperti waktu sekolah dulu.
pikirnya.
Sebelum ia melewati mobil David ia sempat mengambil ponsel dan ingin memoto mereka tetapi yang terambil posisi waja Rindu yang sedang menunduk dan David membelakangi Rinto.
" Gambar yang buruk.."
ujar Rinto kembali melihat hasil jepretanya dan melanjutkan perjalanan mereka.
"Gambar apa yang kau ambil Rinto.."
tanya Sinta melihat gambar yang diambil Rinto.
" Sepertinya aku melihat teman lama.."
ujar Rinto dan tersenyum memandangi kekasih disebelahnya.
Batin Rinto berkata,
" Reino aku sudah menemukan perempuan itu.
" Perempuan yang membuatmu jombo selama ini.."
#Maafkan author agak lama update ya pembaca.
#Salam hangat dari author😘