
"Lama sekali mereka keluarr .!!
"Dasarr pengecutt.. Beraninya main polisi..!
amuk perempuan tersebut memukul stir mobilnya.
Saat melihat ada dua orang polisi yang berjalan kearah parkir mobilnya di tepi jalan, dengan tancap gas Rindu melajukan mobilnya. Ia tak ingin berurusan dengan polisi.
"Awww..
Rindu merasa nyeri dibawah perutnya seperti kram. Ia pun memegang kandungannya.
Usia kehamilannya sudah memasuki usia 4 bulan dan dia masih saja tidak bisa menjaga kondisi kehamilannnya.
Tanpa pikir panjang ia melajukan mobilnya ke arah rumah sakit terdekat untuk memeriksa kandungannya.
Ia pun tiba limabelas menit di rumah sakit
Mungkin karena benturan yang ia tabrakan ke mobil Cinta ia merasa kram yang hebat.
Apakah akan terjadi pendarahan.
Tetapi benar saja.
Tetesan darah terlihat mengalir dari arah pahanya kemudian ia pingsan sebelum dibawa ke UGD oleh beberapa petugas rumah sakit.
Dengan sigap tandu datang untuk membopong tubuh Rindu yang lemah.
Di saat yang bersamaan ada juga sosok pria yang dilarikan ke UGD.
Tubuh pria tersebut tampak pucat akibat kehabisan darah.
Dan disebelahnya tampak seorang gadis muda mendampinginya.
"Tampan sekali..
"Tetapi kenapa harus bunuh diri..
celoteh salah seorang perawat yang menangani sosok pasien pria tersebut karena melihat sayatan pisau di nadi tangannya.
Perempuan yang membawanya pria tersebut dengan segera menangani administrasi selagi pria yang dibawanya lagi ditangani dokter.
"Atas nama siapa mbak..??
tanya pegawai administrasi rumah sakit
"Buat saja David..
kata perempuan tersebut.
"Nama lengkap...??
"Anda sebagai saudara, teman atau isteri...?
tanya pegawai itu lagi
Perempuan tersebut berpikir keras.
Bila ia memberitahukan nama lengkap David akan semakin mudah bagi keluarganya untuk menemukannya kembali. Dan tentu saja memasukkannya kembali ke rumah sakit jiwa.
"Nama hanya David.
"Saya. Fani.. adiknya.
(Masih ingat sosok Fani kan readers..sepupu dari Desi sahabatnya Cinta sekaligus mantan tunangan David yang kabur dulu 😊)
Setelah mengurus segala administrasi ia pun menyusul ke UGD untuk melihat keadaan David.
Namun ia tak mendapatinya karena perawat mengatakan luka irisan nadinya telah di obati dan kepala sudah di perban.
Dan sekarang berada di ruang perawatan.
Dia pun pergi ke tempat yang ditunjukkan perawat barusan.
Namun saat hendak pergi meninggalkan ruangan tersebut terlihatnya sosok Rindu yang sedang lemah dan pucat.
Beberapa perawat sibuk menolongnya.
Ia merasa pernah melihat wajah tersebut tapi ia lupa dimana dan kapan.
Ia pun bertanya kepada yang salah seorang perawat yang menangani barusan keluar.
"Pasien wanita tersebut kenapa mbak..??
tanya Fani penasaran.
"Terjadi pendarahan mbak karena lagi hamil muda..
"Tadi datang sendiri dan sempat pingsan.
balas perawat tadi.
"Oo gitu. maksih ya..
ujar Fani lagi.
Dalam benak Fani.
Kasian benar perempuan tersebut begitu juga calon anaknya semoga saja ibu dan calon anak bisa diselamatkan pikirnya
Karena tak ingin terlalu berdiam lama berdiri disitu, ia pun lekas pergi nelihat David.
"Lantai 2 Ruangan Melati..
gumannya pelan saat memasuki ruangan tersebut.
Tampak dalam ruangan tersebut
Hanya diisi dua pasien saja dan salah satunya David.
David masih istirahat dan ia tidak ingin membangunkannya.
Ia mengambil kursi yang disediakan lalu duduk menunggu David hingga sadar.
Bila flashback beberapa tahun lalu.
Sebenarnya Fani sangat membenci David.
Setelah apa yang dilakukan David kepada Cinta dan juga pertunangan mereka.
Kalau bukan karena dipaksa orangtuanya segera menikahi David, ia takkan kabur selama ini dan tak pernah mengontak sama sekali orangtuanya. Ia masih ingat karena perusahaan papanya yang butuh sokongan dana dan nama besar perusahaan keluarga David, ia dipaksa bertunangan. Dan kenyataanya ia tak mencintai David sedikitpun dan tak mau menikahinya karena ia pun sudah lama mempunyai sosok pria yang sudah lama ia kagumi semenjak di kampus dulu.
BERSAMBUNG...