
Madam Rose pun mengerutkan alisnya dan menunjuk salah satu bawahannya untuk memeriksa mobil Greg seperti ucapannya tadi.
" Bawa wanita itu kemari..!!
kata madam kepada ajudannya.
Sesampai di mobil Greg tak ada siapapun didalam mobil itu.
" Kemana gadis itu..?"
kata pengawal itu merasa panik. Ia telah mengecek kedalam mobil dan melihat siapapun didalam.
Ajudan itupun kembali menjumpai madam dan memberitahukan apa yang dilihatnya.
" Tak ada siapapun didalam, Madam.."
kata ajudan itu.
Greg tak percaya ia pun berlari melihat kedalam isi mobilnya.
"Kosong.."
gumannya.
" Kenapa hilang. Kemana ia lari.."
" Dasarr gilaa..! Ia telah menipuku berpura pura pingsan..!
gumannya lagi pelan.
Kemudian datanglah Madam itu dan mengatakan sesuatu kepada Greg.
" Sepertinya kau sudah mabuk, Greg.
" Pulanglah. Perempuan itu masih tidur di ranjangmu.
" Apa kau tidak puas dengan satu wanita dan ingin mendapatkan wanita lagi dengan trik kotor seperti ini. Jangan mimpi..!
kata Madam yang berdiri dihalaman mansion bersama beberapa pengawalnya.
" Aku tidak mabuk..! Aku tidak berbohong..!
kata pria tua itu membela dirinya.
" Pergilah..! Atau aku akan melenyapkanmu.. "Jangan membuat kegaduhan di mansionku..!
bentak madam kepada Greg.
Pria tua itupun berlalu meninggalkan mansion itu. Ia mengumpat kesal dalam hatinya.
Uang sudah ia keluarkan tapi wanita belum nikmatinya.
" Fuckkkk..!
umpatnya sambil melajukan mobilnya.
Melihat situasinya sedikit aman. Cinta yang hanya dijaga beberapa pengawal pun meminta izin ke kamar mandi.
Dengan ekspresi wajah yang memelas ia meyakinkan salah satu pengawal yang masih mengawasinya.
Ia pun cepat berlalu ke dalam kamar mandi dan menjalankan rencananya.
Dan kembali dari kamar mandi dengan terburu buru dan wajah sedikit memerah.
"Mengapa ia masih belum dijemput juga.."
madam itu berkata sambil melirikke arah Cinta.
Tak lama muncul lah mobil yang menjemput gadis itu.
Sesuai dengan perjanjian uang diserahkah setelah wanita keluar dari mansion.
" Layani tuanmu dengan baik.
kata Madam itu dan melepas Cinta ke mobil itu.
Di dalam mobil Cinta sedikit khawatir bagaimana Rina. Dimana ia sekarang dan bagaimana kondisinya.
" Semoga ia baik baik saja .."
batinnya lagi berkata.
Supir itu melirik ke arah Cinta melalui kaca yang dididepannya.
" Gadis ini cantik sekali.
" Tak kalah dengan wanita yang bersama tuan sebelumnya..
guman supir itu pelan.
Entah apa yang dirasakan gadis itu sekarang.
Bagaimana nasibnya kelak.
Pertolongan entah siapapun. Ia berharap segera datang menolongnya
Greg masih belum bisa menahan nafsunya yang tertunda. Ia tidak pulang kerumahnya. Ia pergi ke bar dan ingin mengajak wanita disan untuk berkencan dengannya.
Ia pun menepikan mobilnya agak jauh dari bar karena sudah banyak mobil yang menepi.
" Ini semua karena gadis sialan itu.
" Berani ia kabur. Awas sampai aku menemukannya. Aku akan beri perhitungan.
Tak lama ia memasuki bar tersebut dan menjalankan niatnya.
Kemudian tak beberapa lama ada suara dari mobil Greg.
Suara itu berasal dari bagasi mobil.
Deg.
Rina membuka pintu bagasi secara perlahan karena ia tak menutup rapat tadi saat masuk kedalamnya.
Dengan nafas yang masih sesak dan tangannya yang masih berlumuran darah. Ia mencoba merapikan penampilannya yang acak acakan.
"Dimana aku sekarang..?"
katanya pelan kemudian dilirik diujung jalan ada Bar.
"Pria tua itu . Pria bejat. Kalau saja tadi aku tidak berpura pura pingsan. Habislah aku..
gumannya lagi mengingat kejadian tadi dan sekarang mencoba mengenali tempat sekelilingnya.
"Aku harus segera pergi dari sini sebelum pria tua mesum itu kembali.."
katanya dalam hati.
Rina berlari entah sampai kemana.
Ia menuju dimana ada keramaian orang dan menunggu taksi yang lewat.
" Sudah jam brapa sekarang..?"
" Kenapa belum ada taksi yang lewat...
ia mulai merasa takut karena ia tak mengenali sama sekali dimana ia sekarang.
Tak lama ada mobil lewat.
Mobil yang sepertinya pernah ia lihat tapi ia lupa dimana.
Tanpa pikir panjang ia mengarahkan tubuhnya ke tengah jalan dan mencoba menghentikannya.