Forever Love

Forever Love
Episode 111



Sambil menunggu Reino kembali dari aktivitas, Cinta penasaran apa yang dikerjakan suaminya dari tadi dalam laptop suaminya.


Tak sulit baginya membuka karena paswordnya adalah tanggal ulang tahunnya.


Ia senyum sendiri karena batinnya Reino sangat mencintainya tulus.


Tak ada yang menarik dalam isi laptop tersebut karena berisi laporan pekerjaan kantornya.


Saat hendak menutup laptop muncul notifikasi laporan masuk dari aplikasi travel yang muncul di bagian atas layar.


Cinta penasaran dan membukanya


Maka muncul sebuah transaksi yang mengejutkannya.


Deg.


"Baliiii....


"Seminggu...


gumannya pelan.


"Apa mungkin ada proyek kerja disana..


"Atau ...


Semua isi hatinya berkecamuk.


"Reino belum cerita..sama sekali padaku..


"Dan tiket dipesan tadi sore..


Cinta merasa sedikit kesal.


Cinta pun meletakkan kembali laptop tersebut dan berbaring membelakangi posisi tidur suaminya yang juga belum kembali.


Ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, entah efek kesal karena suaminya menutupi rencana berpergian ke Bali atau dia sudah mengantuk sama sekali.


Selang lima belas menit.


Akhirnya Reino muncul.


Dengan masih mengenakan handuk, ia tersenyum melihat isterinya yang tidur menutupi seluruh tubuhnya.


Ia pun berniat menggoda isterinya kembali.


"Sayanggg...udah tidur..


bisik Reino pelan sambil berbenah.


Reino tahu isterinya belum tidur dikarenakan saat Reino menarik selimut sebagian dan mengecup kening isterinya, tubuh isterinya tampak kaku bukannya rileks layaknya orang lelap tidur.


Melihat belum membuka mata juga.


Reino heran. Cinta diam saja.


"Sayanggg.. kalau tak balas cium aku sekarang.. Aku buka nih handuk aku.. Aku tidur polos sambil peluk kamu.. dan selanjutnya.. Aku tak menjamin..


"Okee sayang.. satu.. dua...tiiii..


ujar Reino senyum.


Cinta panik.


Belum selesai hitungan ketiga.


Deg .


Jantung Cinta mau copot.


Ia cepat buka matanya.


Ia hampir menyaksikan tubuh polos suaminya didepannya.


Sebuah kecupan kembali diberikan Reino kepada isterinya.


"Mass... kauu...


Cinta memerah dan malu. Ia dikerjai suaminya.


Reino nyatanya telah memakai piyama tidur sedari tadi


"Hee.. hee..


"Siapa suruh pura pura tidur.. Pakai tutup semuanya pakai selimut.


ujar Reino.


Merasa Reino masih tetap santai.


Cinta pun ingin tahu mengenai perjalanan Reino ke Bali.


"Masss..


"Kerjaan mu lusa.. sibuk ya..


tanya Cinta


"Hemm..


balas Reino singkat.


"Trus.. Lusa aku bisa jalan ama Desi kan.. Kamu trus sibuk dan aku butuh santai sejenak dengan teman ku..


ujar Cinta lagi menunggu Reino memberitahukan kepergiaannya ke Bali.


Sambil memeluk erat isterinya dari samping.


Reino pun berbisik.


"Tidurlah. cepat.


"Besok aku ada ketemu dengan klien..


"Lusa aku akan beranggg..


Reino tak melanjutkan kata katanya sehingga membuat Cinta penasaran.


"Lusa kamu mau kemana mas..?


"Apa kamu ada kerja di luar kota.?


Cinta langsung tepat sasaran bertanya.


"Hemm..


"Tidurlah .. Lusa kamu jadi mas ijinkan pergi dengan Desi. Tapi jangan lama lama ya..soalnya nanti takut terlambat..


ujar Reino lagi.


Melihat suaminya sudah tampak tidur.


Cinta masih bingung. Pasti yang dimaksud Reino.


Ya dia harus cepat ketemu Desi dan cepat pulang agar ia bisa packing keperluan suaminya disana.


Lama akhirnya Cinta baru terlelap.


Dalam hatinya mengapa suaminya begitu tak terbuka soal kepergiaanya ke Bali.


Apakah akan bertemu klien cantik.


Atau mau lihat bule bule dan senang senang disana.


Setara ia merasa bersalah belum menyerahkan diri seutuhnya dan belum melakukan kewajibannya sebagai isteri.


" Akhirnya ia tertidur juga..


batin suaminya yang sedari tadi mengamati tingkah isterinya sambil tersenyum.