
Tepat setelah seminggu sejak kedatangan Rindu ke kantornya. Reino lebih overprotective kepada Cinta selama seminggu ini.
Semenit saja Cinta tak membalas pesan whatsapp yang dikirimnya dan juga tak mengangkat panggilan teleponnya. Reino mulai was was. Ia begitu takut kehilangan isterinya tersebut.
Ia pun lebih cepat pulang ke apartemen selepas pulang kerja.
Ia pun tak lupa menemani Cinta berbelanja walau hanya ke supermarket yang dekat saja.
Tetap setia menemani Cinta sehingga Cinta pun tak mempunyai ruang gerak bebas sedikitpun karena Reino terus menanyai keberadaannya.
Beberapa cctv pun ia tambahkan di depan pintu apartemennya untuk mengetahui gelagat mencurigakan.
"Mas.. apa kamu tidak berlebihan..??
tanya isterinya saat mereka sedang dikasur sebelum tidur.
Reino yang masih berkutat dengan laptopnya pun melirik kearah isterinya sambil berkata,
"Lebih baik berjaga jaga..
"Kita tidak tahu. Niat jahat seseorang.
ujarnya pelan tanpa menyebutkan yang dimaksud adalah Rindu.
"Tapi.. Aku tak bisa rileks sebentar.
"Lusa Desi mengajakku keluar ketemu di mall yang dekat.. Mas larang aku. Aku tak enak jadinya dengan Desi padahal aku sudah mengiyakan sebelumnya ..."
Cinta menggrutu dan protes.
Reino meletakkan laptop kemudian memeluk erat tubuh isterinya dari samping.
"Aku takut kehilanganmu
"I love you..
ujar Reino lembut mengecup pundak isterinya.
Tangan Reino yang tadi memeluk di bagian pinggang pun mulai ingin menjelajah ke bagian lain.
"Kamu wangi.. sayang..
"Aku suka aroma tubuhmu..
Reino membalikkan tubuh isterinya sehinga keduanya kini berhadapan menyamping. Saling memandang penuh mesra.
"Mass..
"Aku mau bilang sesuatu..
ujar Cinta lembut dan tak lama ia agresif mencium suaminya lebih dahulu.
"Cupp...."
Reino mengangkat sedikit alisnya saat Cinta tiba tiba menciumnya.
"Kau tak bisa merayuku seperti ini sayang...
balas Reino yang membiarkan isterinya menciuminya. Ia berpikir Cinta semakin lihai berciuman dan cepat belajar.
Ia menikmati cumbuan isterinya hingga Reino pun tak tahan lagi.
Ia balas serangan isterinya dan kemudian ia mengatur posisinya sekarang sudah berada di atas tubuh isterinya.
"Mass.. kamu nafsu sekali..
"Aku tak tahan..
ujar Cinta pelan .
"Kau duluan memancingku sayaang..
ujar Reino lagi.
"Masss.
desah Cinta tak kuat menahan nafsunya juga karena cumbuan suaminya
"Apa sayang..
balas Reino kemudian tangannya mulai pelan pelan melepas piyama Cinta
"Aku sekarang.... Aku mau bilang...
kata Cinta.
"Kenapa..
"Jangan alasan belum siap lagi.
"Kau menikmati setiap cumbuanku.. Kau pasti bisa menerima hasratku kan.. sayaang.. atau kau sebenarnya tak pernah tulus mencintaiku..."
balas Reino penuh harap malam ini pasti menjadi malam yang panjang bagi mereka.
Cinta mulai tersenyum.
Ia yang memulai semua ini jadi begini, kini ia pun rasa bersalah.
"Aku tulus mas kepadamu.
"Hanya saja...
Cinta berujar pelan.
"Hanya saja apa..
"Jangan bilang kamu merayuku untuk pergi bersama Desi lusa...
Reino menatap tajam isterinya penuh tanda tanya.
Cinta kemudian meletakkan jari telunjukknya di kening suaminya dan berkata,
"Aku belum bisa melakukannya karena aku datang bulan mas.. pagi tadi.."
"Hiii.. hi..
kekeh Cinta yang tak membayangkan bagaimana reaksi Reino.
Deg.
"Aisshh..... Kamu berani menggoda padahal kamu lagi datang tamu bulanan..
"Kamu nakal sayang..
Reino mencubit pipi isterinya lalu mencium kembali keningnya
Reino beranjak dari tubuh Cinta yang terbaring terbentang lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi sekalian mendinginkan tubuhnya yang sudah panas.
"Mau kemana mas..
tanya Cinta.
"Mandi... malam begini..?
Ujarnya lagi kebetulan jam menunjukkan masih jam sembilan.
"Kamu yang pancing duluan.
Gerutu Reino sambil berlalu.
BERSAMBUNG...