
Pagi harinya setelah Reino telah berangkat ke kantor seperti biasanya.
Ia pun segera bersiap untuk berjumpa di sebuah mall sudah mereka tentukan untuk berjumpa.
Setibanya di mall.
"Haii.. Cin .. ehh...maaf.. nyonya besar..Reinoo..
"Hihi..
Desi menyapa di parkiran.
Tak lama bagi keduanya sampai di mall,
Desi menggunakan transportasi online, sementara Cinta di antar oleh supir pribadi Reino.
"Nyonya besarr apaan sihh.. gak gituu bangett Des.. selamanya aku tetaplah Cinta.. sahabatmu yang cantik...imut... nan setia.. hehhe..
balas Cinta dan mereka pun saling berpelukan satu sama lainnya.
Mereka memasuki gedung mall tersebut dengan hati yang senang, terutama Cinta yang selama ini selalu diawasi gerak geriknya oleh Reino yang selalu mengkhawatirkan keselamatannya.
"Kita langsung makan atau belanja aja..
tanya Desi.
Balas Cinta.
"Aku masih kenyang..Gimana kita cuci mata dulu.. mana tahu ada yang menarik hati kita beli.."
Desi pun setuju.
Mereka mulai memasuki arena butik pakaian.
"Ini cantik dan cocok untukmu, sayang ..
"Lihat.. suamimu kelak terpesona..
"Belii ya..
tawar Desi penuh semangat.
Namun yang ada di dalam hati Cinta.
Bukan seleranya model pakaian seperti itu.
"Aku jarang memakai gaun atau dres...Des.
"Waktuku hanya di rumah saja sekarang
"Untuk apa beli ini.
"Beli kaos dan celana santai aja.
"Yang ada mas Reino pasti ketawain aku. pakai yang ginian..
balas Cinta polos.
Desi tersenyum.
Ternyata sahabat disampingnya tersebut tak pernah berubah sikap maupun kepribadian walaupun sudah menikah.
Dia tetaplah Cinta. Gadis cantik dan sederhana.
"Oke kalau begitu. Tuh disana bagian kaos.
Tunjuk Desi dan mereka pun memilih beberapa kaos dan celana santai untuk dirumah.
Tak lupa Cinta membeli untuk suaminya juga.
Kemudian mereka pergi ke toko tas dan sepatu.
Lagi lagi yang dipilih Cinta ialah sepatu biasa model flat. Padahal Desi memberi pilihan heels terbaru nan cantik.
"Udah ya.. ntar makin lama suamiku bangkrut ntar.. beli ini itu semua .
Cinta mulai jenuh.
Desi pun menurut saja. Karena ia pun mulai lelah. Cinta tak tertarik dengan yang ditawarkan olehnya. Sementara Desi belanja beberapa mulai dari gaun dan heels.
"Kalau beli yang beginian. Di pasar banyak. ngapain ke mall.. '
batinnya pasrah dengan pilihan sahabatnya tersebut.
Ada hampir dua jam mereka berkeliling dan kelihatannya dua perempuan tersebut mulai letih.
Kemudian mereka pergi memasuki kawasan cofee shop dan memesan menu ringan disana untuk beristirahat.
"Cin..
"Gimana rumah tanggamu dengan Pak Reino. ehh.. maaf mas Reinomu.. adem kan..?
"Trus... Maksudku.. ituuu.. apakah kalian sudahh .. itu.. anuuu..
tanya Desi disela meminum kopinya senyum senyum.
Cinta terkejut.
Desi sejak kapan punya pertanyaan seperti itu. Apakah dia harus jujur pada sahabatnya itu.
"Ehemm. Anu apaann..
Cinta pura pura tak paham.
Desi berbisik pelan.
"Kalian sudah itu.. ena enakkan gitu..
hehe..
"Aisssh... Ituuu.. privassi kami..lah..
"Kamu mau tauu aja...
Balas Cinta dengan wajahnya yang merona sambil melahal es kremnya .
Desi pun berkata lagi.
"Cerita dong gimana Cinta yang manis... enak ..sakit atau apa.. soalnya kan.. kamu udah pengalaman .. entar kalau udah belajar teori darimu.. aku tinggal praktekin aja dengan calon suamiku kelak..
"heheh..
"Aihh.. Nih anak sejak kapan pikirannya mulai mesum. Bukannya pikir gimana tamat kuliah cari kerja ntar.. ini nanya yang aneh. aneh..
Batin Cinta.
Cinta pun memasukan sesuap es krem mocca yang dipesannya kedalam mulut Desi dengan cepat tanpa menunggu persetujuan sahabatnya itu.
"Nih.. makan dulu. biar pikirannya jernih..
"Nanya yang lain lah.. kok nanya mesum gitu.
"Hihii..
balas Cinta senyum mengerjai Desi.
"Aihh..Cin..
"Kok gitu.. kan... mulutku blepotan jadinya..
"Hiks..
Desi sengaja cemberut.
"Hehe.. siapa suruh.
"Kan dah bilang privasi.
"Ntar kamu tahu sendiri pas dah nikah.
"Sekarang mikirnya kuliah dulu trus tamat mau kerja dimana..
"Anehh kamu.. emang dah kebelat bangett ..
"Wkk..ekk..
balas Cinta lagi.
Keduanya pun tertawa lepas
Banyak yang mereka bahas mulai dari masalah kampus, keluarga hingga sahabat mereka.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata mengawasi mereka sedari tadi.