Forever Love

Forever Love
Keramaian Eifel



Gadis itu telah berpakaian rapi.


Ia bersama teman sekamarnya hendak pergi melihat keindahan menara Eifel seperti yang diceritakan sebagian orang.



" Ayo Cinta kita jangan pergi terlalu malam nanti tak ada taksi lagi yang mengantar kita pulang kembali.."


seru temannya sambil menunggu gadis itu menyisir rambutnya yang panjang.



Mereka pun memesan taksi yang telah terparkir diujung jalan dekat hotel mereka.



" Excuse me ladies.. where are you go..?"


tanya supir tersebut sesaat setelah kedua gadis itu masuk kedalam taksi.


Cinta pun menjawab tujuan mereka.



" Please go to Eifel..Sir.."


pintanya.



"Weellll.. " balas supir itu kembali.




Tak lama bagi mereka untuk sampai disana.


Kedua gadis tersebutpun terkagum kagum.



" Amazinggg...!"


ujar Cinta.



Menara Eifel tampak indah pada malam hari dikarenakan lampu yang menghiasinya berkelap kelip.



Banyak yang masih mengantri untuk menaiki menara tersebut mengurungkan niatnya untuk kesana.



" Kita tidak naik keatas Cinta...?"


tanya Rina.



Gadis itu hanya menggeleng pasrah menjawab pertanyaan temannya sambil melirik keatas menara itu lagi.



" Lihatlah sungguh ramai. Tak ada waktu nanti bila menaikinya. Kita pasti kemalaman untuk pulang. Sebaiknya kita mencari tempat disekitar sini untuk istirahat sebentar..."


kata Cinta.



Mereka pun memilih sebuah taman yang juga banyak dikunjungi para anak muda.



" Kita dusuk disana saja..."


" Mari kita pesan minuman.


ujar Rina menunjuk sebuah tempat.



Setelah mereka memesan minuman tak lupa bagi kedua gadis itu mengambil ponsel dan berselfie ria.



" Apakah kita tidak terlalu kelihatan norak, Rin...?"


saat Cinta mulai mengambil selfi berlatarbelakang menara tersebut.



Rina tersenyum mendengar perkataan Cinta sambil berselfi juga,



" Kapan lagi kita kemari Cinta.. ?"


" Ini kesempatan sekali seumur hidup datang kemari. Mamfaatkanlah waktu dan kesempatan sebaik baiknya..."


balas Rina.



Mereka tak menyadari ada beberapa pemuda kota tersebut sedang memperhatikan mereka.



" Dari gaya penampilan dan tingkah mereka berselfie, sudah dipastikan mereka turis..."



" Hei ladies... are you single..?"


tanya salah satu pemuda.



Rina yang tak percaya sosok bule Prancis didepannya melihat tanpa berkedip.



" Yeahh.. We're single.. like you see..


Rina menjawab sambil tersenyum sumringah.



Cinta yang melihat tingkah temannya pun merasa cemas. Mereka dihampiri pria asing yang tidak mereka kenal sama sekali.



Gadis itu menyikut pinggang Rina untuk menyadarkannya.



"Rina sebaiknya kita pulang saja.. Sepertinya mereka bukan pria yang baik.."


bisiknya pelan.



Kedua pemuda Prancis tersebut tak mengerti apa yang diucapkan Cinta. Namun dari sikapnya ia tahu bahwa salah satu dari gadis incaran mereka merasa tidak suka.



" Ayolah Cinta. Pria bule Prancis yang tampan. Kita hanya berkenalan saja. Tak perlu khawatir. Disini ramai mereka tak akan berani macam macam dengan kita..."


balas Rina.



Setelah itu mereka berkenalan satu sama lainnya mulai dari nama dan asal mereka kemudian mereka berempat pun duduk bersama. Mereka memesan minuman lagi.


Dan yang membuat Cinta semakin cemas, minuman yang dipesan pria asing itu sedikit mengandung alkohol.



" Ciss.... seru mereka bersulang menegak minuman.



Kedua gadis itu memesan minuman ringan yang bersoda. Mereka menolak minuman yang ditawarkan pria bule itu.



"Ok.. I'm first .. kata pria bule salah satu berbisik kepada temannya.



Mendengar perkataan pelan pria bule tersebut Cinta semakin bingung.



" Apa yang mereka rencanakan..."


batin gadis itu.



Rina mengajak salah satu pria bule untuk berselfie dengannya.



Mereka mengambil latar menara dan agak sedikit menjauh dari tempat duduk mereka dan membiarkan Cinta dan pemuda satunya hanya berduaaan.



" Mereka tampak akrab padahal baru beberapa menit berkenalan..."


batin Cinta melihat tingkah Rina dari kejauhan.



Sementara saat berselfie, bule itu berkata pada Rina,


" You're beautiful.. I like your smile my girl.."


katanya memuji Rina.



Rina yang mendengar itu serasa berbunga bunga dan ada perasaan bahagia dihatinya.



"Thank you, mister... balas rina dengan senyum bahagianya.



Sedangkan Cinta yang masih duduk berhadapan dengan salah satu bule lainnya hanya diam namun sesekali melirik lelaki dihadapannya yang selalu menatapnya dengan tatapan seperti hendak memakan mangsanya.