Forever Love

Forever Love
CINTA #3



Suasana kampus sama seperti biasa tak ada yang berubah.


Desi masi tetap menjadi sahabatku yang paling setia dan terkadang sedikit bawel.



Ibu masih harus menggunakan kursi roda pasca operasi. Dan sedikit agak pendiam setelah operasi. Sesekali ku ajak ibu bernostalgia dan mengingat masa indah kecilku saat di kampung dulu.



Reaksi ibu hanya tersenyum dan sesekali menangis dan mencium keningku. Aku pun jadi ikut terharu.



Oh Tuhan,


Cobaan apa yang Engkau brikan kepada hambaMu ini. Aku ingin ibuku segera pulih dan kembali seperti sebelumnya.



Ketika kutanya kepada ayah,


Mengapa ibu terlihat sedih dan pendiam.


Ayah berkata " Ibu masih dalam tahap proses pemulihan dan bagian saraf butuh waktu lama dan kita harus lebih sabar.." jawab ayah saat itu.



Sementara untuk biaya kuliah aku tak pernah bertanya kepada ayah darimana ia mendapatkan uang itu.


Beliau hanya berkata ada saudara jauh yang mau meminjamkan uang kepada kami. Dan tak sempat menjenguk.



Sungguh aku berterimakasih kepada malaikat penolong keluarga kami itu.


Biaya operasi ibu dan uang pendaftaran kuliah serta uang kuliah dua semester tercukupi.



Kini sudah hampir selesai ujian smester.


Akupun harus bisa mendapatkan kerja partime.



Ayah yang hanya bekerja sebagai supir tidak akan cukup membiayai semua kebutuhan kami. Disamping itu aku tak ingin terlalu berutang budi banyak kepada bibi.



Memang bibi tidak keberatan selama ini karna kami menumpang sampai sekarang malah bibi merasa senang ia tak lagi merasa kesepian dan mulai melupakan kesedihannya akan kepergian suami dan anaknya.



Dan lagi Reino.


Nama itu selalu mengingatkan ku akan sosok yang harus aku lupakan selamanya.



Tapi semakin aku ingin menghapus nama itu yang ada aku semakin tak bisa menghapus masa indah saat bersamanya.



Mengapa ia pergi tanpa meninggalkan kabar atau pesan sedikitpun ?



Apakah aku membuatnya kecewa karena terakhir kami bertemu kondisiku yang.. sudahlah.



Apakah Reino membenci Cinta....?


pikirku lagi.



Hanya takdir yang mampu menjelaskan kemana langkah kaki menggerakkannya.



Dan nama David itu.


Lelaki brengsek yang juga takkan pernah kulupakan wajahnya seumur hidupku.



Mati saja pria itu..!


pikirku lagi.



Saat ku ceritakan niatku pada ayah untuk kerja part time ayah memberikan ijin hanya tidak boleh menggangu jadwal kuliah dan lagi harus lebih jaga diri kata ayah saat itu.



Ya,



Aku pun meyakinkan ayah dan mencari kerja part time yang tidak membahayakan diri.



Trimakasih ayah.


Engkau pria hebat yang ku miliki seumur hidupku.


Hanya saja engkau terkadang masih merasa sedih karena belum bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga.



Tak terasa airmata ku pun membanjiri pipi ku yang sedari tadi.



Dan di perpustakaan lagi dan lagi Ruben memperhatikanku.



Pemuda itu,


tak pernah lelah untuk mengejar dan mendapatkan hatiku.



Tapi tak ada ruang dihatiku untuk membalas cintanya karena aku hanya bisa mengganggapnya sebatas teman atau kakak dan tak lebih.



Mungkin ia pun tahu tapi ia tak pernah berhenti. Ia sering berkunjung ke rumah menjenguk ibu dan memberikan beberapa hadiah kepada adikku Ryan.



Aku sungguh tak enak hati melihat semua kebaikan Ruben.


Bibi pernah berkata jangan pernah memberi harapan kepada Ruben kalau memang aku tak menyukainya karena itu akan membuat kedepannya hubungan kami semakin tidak baik.



Memang benar.


Itu sama saja aku membohongi Ruben dan perasaanku sendiri apabila aku membalas perasaannya.



" Maafkan aku Ruben.. Engkau mungkin pria yang baik dan perempuan yang mrnjadi pacarmu akan beruntung tapi itu bukan aku..."


batinku berkata saat kembali ia datang dan mengajak Ryan dan aku ke Dufan kemarin.


Betapa akrabnya Ruben dan adikku saat itu.





#Maafkan author yang lama update.


Harap maklum saya menulis novel ini dari handphone dan terkadang harus berbagi dengan anak,hehe...



♡ Bagaimana kisah Rindu dan Reino,


Apakah mereka bertemu di paris atau tidak.



♡ Kapan Reino dan Cinta bertemu lagi.




Sabar ya pembaca.


Cerita ini masih panjang dan rencana mau 100 episode... amin.



Trimakasih untuk like dan dukungannya.😘