
Flashback .
" Apa..?"
" limapuluhjuta..?"
" Apa kau sudah gila..?"
" Berani sekali kau meminta sebanyak itu bahkan meminjamnya saja, kau takkan bisa mengembalikan beserta bunganya..?!!
ujar papa David.
Rindu menangis mendengar perkataan papa David.
Kemana lagi ia harus pergi mencari bantuan.
Ia tak punya sanak keluarga terdekat saat itu.
Dengan sedih ia meninggalkan kediaman Hendra Wijaya.
Tetapi saat sampai di pintu utama, papa David menahan langkahnya.
"Apa kau masih perawan..?'
ujar perkataan papa David membuat jantung Rindu seketika ingin berhenti.
" Apa maksudmu tuan..
balas Rindu
Papa David menghampirinya.
"Aku akan memberimu uang itu.. tetapi tidak ada yang gratis..
" Aku tanya sekali lagi. Apakah kau masih perawan..?"
tanya pria paruh baya itu.
Rindu mengangguk pelan.
Dan melihat itu papa David tersenyum lebar penuh nafsu.
" Jual keperawananmu padaku.
" 100 juta kan ku beri .!"
kata papa David.
Rindu emosi dan mengangkat tangannya hendak menampar papa David.
" Plaaakkk..!!"
sebuah tamparan melayang.
" Berani sekali kau... jalang kecil..!
" Pergi dari sini. Aku tidak mau melihat wajahmu.
Rindu berlari dengan beriringan airmata.
Ia merasa jijik sekali.
Hujan pun turun seakan meratapi nasib gadis kecil itu.
Sesampainya dirumah sakit, ibunya terus saja menangis.
Ia pun tak tega, tetapi ia tak tahu harus bagaimana. Dokterpun menyarankan agar jangan terlalu lama tindakan operasi.
Rindu menangis dalam hatinya ia ingin sekali ayahnya tetap hidup. Namun ia juga tak ingin menjadi jalang kecil. Ia masih ingin mempertahankan kehormatannya untuk suaminya kelak.
Pukul sebelas malam dikediaman Wijaya.
Langkah kaki gadis itu memasuki dengan ragu ragu.
Apakah ini adalah keputusan yang tepat.
Maafkkan aku ibu, ayah..
" Aku tak ingin melihat ayah menderita lagi".
batinnya.
Hendra Wijaya tersenyum kemenangan karena pada akhirnya, gadis kecil didepannya tidak punya pilihan lagi.
Malam pun bersambut,
yang terdengar hanya suara kesakitan dan tangisan gadis remaja tersebut.
"Om... Sakittt...
"Om aku tidak tahan lagiii..
jerit Rindu karena untuk pertama kalinya.
" Kau gadis yang manis. Om suka padamu. "Masih sempit... Ahhhh...hhh...
" Tenang saja. Tak lama kau akan menginginkannya lagi.
balas Hendra dengan menusukkan dengan paksa tanpa memikirkan airmata Rindu yang bercucuran menahan perih dan sakit.
" Sedikit lagiii...
" Tahannn... gadis manis...
"Ouhhhh...Ahhhh..
" Awwwww... !!!
"Sakitttt....""
"Omm..... akuuu....
"Hikkkkkss....sss..
jerit gadis itu diakhiri dengan isak tangis.
Hendra menacapai kepuasan dengan memasukkan semuanya kedalam kewanitaan Rindu.
Desahan menghiasi dinding kamar Hendra. Yang terdengar hanyalah jeritan kesakitan juga kenikmatan itulah kenyataannya.. perawannya hilang sudah.
" Sudah hentikan tangismu.
" Besok aku akan transfer uangnya kerumah sakit.
" Dan jangan coba memberitahu siapapun terlebih David tentang apa yang terjadi.. Atau kau akan lihat akibatnya..
" Jadilah gadis penurut.. Suatu saat aku akan membutuhkanmu lagi..
Hendra menyuruh gadis itu segera keluar keesokan paginya.
Akibat kelelahan Rindu bangun kesiangan.
Ia tak mendapati Hendra dikamar. Namun pelayan rumah mrmberikan ia beberapa pil untuk diminumnya namun ia hanya menurut saja karena pelayan mengatakan itu hanya vitamin pemulih stamina.
Dengan berjalan sedikit mengangkang dan tertatih ia berusah sekuat tenaga sampai dirumah sakit.
Ia mendapati ibunya sedang menunggu di ruang operasi sambil melafalkan beberapa doa.
" Rindu...
kata ibunya melihat kedatangan putri semata wayang berjalan dengan wajah sedikit pucat dan kelelahan.
" Darimana saja nak.
"Ayahmu di operasi pagi tadi.
" Ada dermawan rumahsakit yang membantu biaya operasi.
" Semoga keluarga diberkahi selalu oleh Tuhan.
ujar ibunya
Rindu menangis.
Ia ingin menceritakan segalanya namun tak sanggup.
" Ibu. Maafkan aku.
batinnya menangis.
Melihat sikap putrinya agak aneh. Ibunya bertanya lagi.
" Mengapa dengan kakimu..
" Susah untuk digerakkan berjalan..
" Kau terjatuh atau..
kata ibunya.
Dengan cepat Rindu berkata,
" Terpeleset dikamar mandi ibu.
" Seperti aku agak susah berjalan karena terburu buru. Ini ada makan siang kubawa tadi.
ujar berbohong.
Begitulah sampai akhirnya ayah Rindu di angkat penyakitnya namun masih dalam tahap kontrol untuk cek up beberapa bulan kedepan. Dokter menyarankan ke rumahsakit dijakarta. Maka keluarga tersebut memutuskan pindah ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik di rumahsakit ibukota.
Tigabulan kemudian,
Papa dan mama David bercerai.
Salah satu pelayan mengadukan perbuatannya mengenai kelakuannya tuannya selama nyonya rumah tersebut pergi berobat keluar negeri.
Karena keluarga Wijaya terpandang. Maka media cetak begitu hebat memberitakannya bahkan melebih lebihkannya.
"Hendra Wijaya pebisnis hebat selingkuh dengan gadis pelacur muda dan akan segera menikah kedua kalinya.."
begitulah gosip beredar.
Pertengkaran demi pertengkaran tak terhindari.
Mereka akhirnya memutuskan berpisah.
Terus mendapat tekanan dan berita yang begitu keras membuat mama David mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
David sangat terpukul saat itu hingga tak mempedulikan orang sekitarnya termasuk Rindu.
Ia pun meninggalkan semuanya dan pergi keluar negeri.
#MAAFKAN AUTHOR ADA KONTEN 18+😍