Forever Love

Forever Love
Perubahan drastis



Rindu akhirnya pindah sekolah.


Tapi ada berbeda kali ini dengan kehidupannya.


Ia menjadi gadis pendiam dan pemurung.


Masih terbayang wajah Hendra dengan rakusnya melahap keperawanannya.


Setiap malam ia terbangun dari tidurnya karena saling bermimpi buruk.



Di sekolah yang baru. Ia berusaha menutupi dirinya dari pergaulan. Ia merasa jijik dan tidak pantas dengan keadaannya sekarang.



Rindu yang periang dan bersahabat kini Rindu cupu dan polos dengan seragam kebesaran dan rok semata kaki tak lupa kacamata.



Ia ingin tak ada satupun murid berteman dengannya. Ia selalu sendiri dan menghabiskan waktu istirahat jam sekolahnya di perpustakaan.



Begitulah awalnya pertemuannya dengan Reino.


Yang papanya juga memiliki saham terbesar di yayasan tersebut.



Walaupun menutupi semuanya namun tetap saja. Rindu ialah gadis yang memikat hati Reino kala itu.



Ia begitu memujanya dan mendekatinya.


Ia berusaha mengawasi gerak gerik gadis idamannya itu dari kejauhan hingga ia memberanikan dirinya sendiri berteman dan akhirnya menyatakan perasaannya.



Mungkin itulah dikatakan Cinta pertama bagi pemuda berusia remaja seperti Reino.


******



Rindu menceritakan semuanya tanpa ekspresi sedih lagi. Luka hatinya dulu dalam sekali.


Ia tak perlu lagi menyesali karena semua telah berlalu.



" Begitulah Reino.


" Apakah kau sudah puas.


kata Rindu membalikkan badannya dan mendapatkan Reino masih diam seribu bahasa.



Reino mendekatinya dan berkata lagi.


" Apa kau kenal papaku sebelum kita bertemu...?""



Darah Rindu berdesir. Seketika ia merinding



" Tidak. Aku tak mengenal papamu.


ujarnya berbohong.



" Kau bohong. Matamu tidak bisa berbohong Rindu. Aku tahu itu...


kata Reino sambil memegang tubuh Rindu dan memaksanys berkata jujur.



" Aku tidak bohong ..


kata Rindu sambil memejamkan matanya.



"Aku membencimu.. kata Reino.


" Kau berbohong padaku. Kau menggunakan kepolosan cintaku untuk memamfaatku kan...


kata Reino lagi.



Sebuah tamparan melayang di pipi Reino dengan keras.



" Plakkk... Aku mencintaimu dulu hingga sekarang . Reino. Dan aku tulus.


"Waktu itu hanya saja aku takut bila kau mengetahui diriku yang sudah kotor kau pasti menjauh.. Sejak awal aku kan sudah menolakmu beberapa kali.


"Namun kau tak menyerah. Kau pemuda yang baik.


"Sama seperti papamu....


Rindu tanpa sengaja keceplosan menyebutkan nama papanya.



" Papaku... ?"


Reino semakin curiga



" Jawab aku Rinduuu...??!!!


bentak Reino dengan keras hingga membuat Rindu ketakutan amarah Reino kali ini seperti hendak memakannya.



"Rinduuuu..!! Kau diammm


"Berartii benar yang dikatakan David.


katanya lagi.



Rindu terkejut.


" David. papa Reino."


Bagaimana ia bisa tahu.


Atau jangan jangan David telah tahu juga bahwa dirinyalah yang menjadi penyebab keluarga Wijaya tercerai berai.



" Apa yang dikatakan David.. Apakah kau mempercayainya. Ia hanya tak ingin kita bersatu Reino. Ia ingin memisahkan kita.


" Percayalah. Aku dan papamu tidak ada hubungan apa apa...


kata Rindu lagi.



" Cukup Rindu. Aku tak menyangka kau telah jauh berbuat seperti itu. Aku tak ingin bertemu denganmu lagi. Hubungan kita sudah berakhir dari dulu. Kau keliru bila aku akan mencintaimu lagi.


balas Reino lagi hendak pergi dari situ.



Rindu segera menahan lengan pria itu dan bersujud dikakinya


"Maafkan aku Reino. Seharusnya aku jujur sejak awal. Papamu hanya melihat aku menemani relasi bisnis kalian di hotel bandung. Dan di pesta ulangtahunmu. Ia mengenaliku sebagai wanita yang menemani relasi bisnis kala itu. Itu saja. tidak lebih.


" Ku mohon percayalah. Aku tidak mencintai David. Aku hanya mencintaimu.. tulus..."


isaknya dengan airmata.



Melihat itu Reino menjadi iba. Ia menarik tubuh Rindu berdiri.


Kemudian tanpa aba aba Rindu menciumnya.


" Cuppp...


Sebuah ciuman mendarat dibibir Reino namun dengan sigap Reino mendorong tubuh Rindu sebagai penolakan hingga akhirnya keduanya ambruk dah terjatuh dengan posisi tubuh Rindu menimpa Reino.



" Sepertinya kau sedikit mabuk. aku akan ambil air minum untuk menyegarkanmu dari efek wine tadi. Tunggu sebentar.."


katanya bergegas bangkit berdiri dan mengambilnya



Dan sepertinya reaksi dari wine mulai bekerja dan Rindu siap melancarkan aksinya. Ia berikan lagi minuman mineral yang telah diberi obat tidur itu sehingga Reino semakin tak sadar.



Reino merasa pusing dan wajah Rindu terlihat dua tiga hingga sepuluh dalam pandangannya.



Rindu pun menciumi Reino dengan nafsunya.


Ia sudah menunggu lama.



Masih dalam keadaan setengah sadar. Rindu membuka kancing baju Reino hingga terlepas.



Ia memciumi dada bidang yang kekar dan ditumbuhi bulu bulu halus.


Tak lupa melepaskan piayamanya dan hanya tertinggal bra n cd yang dikenakan wanita itu.



Dibawanya tubuh itu ke atas kasur disebelahnya.


Dipeluknya erat tubuh itu dan dikecupnya bibir Reino sekali lagi.



Rindu beberapa kali memejamkan matanya.


Ia harus membuatnya seperti layaknya sungguhan.



" Cekreekkkk...


Ia mengambil selfi dirinya dengan Reino yang akan menjadi alibinya Reino menjadi calon papa dari jabang bayinya.



"Hanya Reino yang menjadi papamu, my baby.. Bukan David.. Ujarnya lirih mengelus perutnya hingga dia ketiduran tanpa helai benang sedikitpun disisi Reino.