
" Cintaaa... kamu semalam kemana saja, ayah dan bibimu khawatir.. ujar ayahnya sambil memeluk putrinya tersebut.
Di belakang gadis itu ada sosok pria mendampinginya terus, siapa lagi kalau bukan Reino.
" Siapa dia nak.." tanya ayahnya..
" Dia Pak Reino, dulu pernah menjadi guru pengganti di sekolah Cinta yahh.. balas gadis itu .
" Saya Reino, Om.. sambil menjulurkan tangannya..
" Saya Heru ayahnya Cinta.. balas ayah gadis itu dan mereka pun saling bersalaman.
Tak lama muncul bibi Cinta dan adiknya yang masih sekolah dasar tingkat lima.. Ya jarak usia Cinta dan adiknya terpaut jauh.
" Kakakkk...seru Ryan adik Cinta berlari menjumpai kakaknya sambil menangis.
" Kakak darimana saja semalaman kami menunggu di rumah.. kakak tidak ada kabar.. ujar adiknya lagi.
Bibinya pun kemudian menghampiri.
" Nak.. kamu baik - baik saja kan.. mengapa wajahmu pucat.. ? " tanya bibinya.
" Saya baik - baik saja Ayah, Bibi.. Handphone Cinta habis baterai.. sambil menunjukkan keadaan ponselnya yang benaran mati.
" Maaf tidak memberi kabar kepada kalian semua dan membuat khawatir.. ujarnya lagi sedih.
" Sudah tidak apa apa... bagaimana kamu sudah makan .. tanya ayahnya lagi.
" Sudah yah... ayah belum makan kan.. ini Cinta ada bawa makanan.. Makanlah sedikit, Cinta tak ingin ayah sakit.. kata putrinya sedih.
" Wahhh ada ayam goreng kentucky ... ! ujar spontan Ryan .. dan mengajak ayah dan bibinya ke kantin untuk makan siang bersama.
Sementara Cinta dan Reino masih di kamar ICU menjaga ibunya.
" Pak.. apakah ibuku akan sembuh.. ujar Cinta sambil meneteskan airmata.
Reino pun melihat gadis yang duduk disebelahnya sedih dan menggengam tangan gadis itu untuk memberinya dukungan dan kekuatan.
Sebelumnya,
Mereka bangun kesiangan..
Jam 02.00 dini hari terbangun dan kembali tidur lagi.
Saat bangun jam 09.000 pagi yang terpikir di hatinya adalah ibunya. Karena besok adalah jadwal operasinya dan uangnya belum ada.
Reino pun bertanya dimana rumah sakit tempat ibunya di rawat dan ingin membesuk sekalian.
Mereka pun sarapan apa adanya.
Dengan memesan makanan delivery.
Setelah itu berbenah.
Saat melaju di parkiran apartemen. Cinta terpikir ingin membawa makan siang ayahnya tapi ia menyembunyikan keinginan tersebut da Reino memperhatikan gadis itu.
" Apa ada yang ketinggalan Cinta.. tanya Reino penuh selidik.
" Cuma apa... " tanya Reino lagi.
" Maaf pak, saya terpikir ayah saya pasti belum makan dari semalam, saya ingin membawa makan siang..tapi saya gak ada uang.. boleh pinjam pak, nanti saya ganti..." ujar gadis itu lagi.
" Baiklah.. tapi ga ada utang piutang ya.. saya ikhlas Cinta... jawab Reino.
Tak lama Reino menghentikan mobilnya di parkiran mall dan mereka masuk naik lift ke lantai 3 gedung itu membeli makanan cepat saji yaitu kfc dan tak lupa Reino memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu.
Sementara Cinta mengantri untuk membeli, disisi lain Reino mengambil ponselnya dan menghubungi Rinto sahabatnya.
" Gimana Rin.. sudah ada info mengenai pimpinan Royalty Grup itu..?"
tanya Reino di sambungan teleponnya.
" Pimpinan sekaligus direktur utamanya ialah Herry Budiman namun beberapa tahun ini anaknya yang meneruskan karena beliau mengurus cabang yang diluar negeri.
" Herry bercerai delapan tahun yang lalu dengan isterinya karena kasus skandal...
ujar Rinto.
" Skandal ... apa maksudmu... tanya Reino penasaran..
" terciduk dengan gadis dibawah umur dikamar hotel tapi rahasia itu sudah ditutup rapat. Media tak tahu itu. kata Rinto lagi.
" Dan mengenai anaknya yang brengsek itu... setelah perceraian orangtuanya menjadi laki-laki yang sering datang ke bar dan bersenang - senang gonta ganti perempuan.
" Namun beberapa tahun terakhir, ia mulai berubah sedikit kelakuannya. Entah karena perjodohan bisnis yang diatur ayahnya atau ia telah menemukan cinta sejatinya.."
Rinto begitu semangat menjelaskan.
" Dan satu lagi Rei.. yang buat aku tak percaya.. ujar sahabatnya itu
" Apa Rinnn...?"
Reino bertanya..
" David dan Rindu pernah berada di sekolah yang sama di Bandung... Suara Rinto pelan.
Deg.
Hati Reino seperti tersambar mengingat nama Rindu.
Tak lama Cinta kembali membawa makanan yang dibelinya.
" Makasih ya Rinn...aku tutup dulu..nanti kita lanjutkan lagi.. Reino menutup ponselnya dan kemudian menghampiri Cinta dan bergegas ke rumah sakit.
" Rinduu.. kenapa ingatanku selalu ada namamu.. batin Reino sepanjang perjalanan.