
Warning 18+
" Sialan kau David...!!
gerutu Rindu menjumpai David menunggu di lobi hotel.
David yang tersenyum melihat raut kesal di wajah wanitanya berkata,
" Kamu bertengkar dengan siapa tadi..?"
" Sungguh kamu wanita memang hebat..!
" Kenapa tadi tidak jadi dipukul.. haha..!
pria itu tertawa ringan.
Mereka berduapun memasuki mobil yang dikemudikan David.
" Ini semua karenamu..! Kau menyuruhku keluar mendadak. Jadi aku terburu buru tadi sehingga aku manabraknya.
" Apakah kau masih marah padaku..?"
tanya Rindu
"Kalau aku masih marah untuk apa aku mengajakmu keluar denganku.."
balas David.
" Kenapa bibirmu bengkak begini dan lagi wajahmu lebam. Apakah kau berkelahi..?"
tanya Rindu.
David yang masih mengingat kejadian semalam tiba tiba raut mukanya berubah dingin.
" Aku bermain dengan jalang yang cantik di luar sana..! Dia sangat kasar di ranjang. Tapi aku menyukainya.."
Kata David ketus.
Rindupun tersenyum dan menggoda pria disebelahnya.
" Oh berarti kamu sudah dapat penggantiku. Biarkan aku pergi Dav.
" Aku pun perlu mencari pelabuhan baru.
Mendengar perkataan perempuan itu David menghentikan mobilnya secara mendadak di tepi jalan raya.
" Bitchhh..! Jangan bermain main denganku Rindu. Aku akan melenyapkan siapapun yang berani mendekatimu. Camkan itu..!
seru David dan menatap wajah Rindu.
Keheningan pun terjadi lima menit.
Rindupun mulai membuka pembicaraan.
" Kau mau mengajakku kemana..?"
" Aku sudah lapar..
suara perempuan itu memelas manja.
Mendengar suara wanitanya yang mendesah seperti menggoda. Membangkitkan gairah David.
Ia mendekati Rindu perlahah. Di angkatnya dagu manisnya. Kemudian didekatkan wajahnya.
"Cupp..
bibir mereka bersentuhan.
" Dav... Hentikan..!
" Kita masih dijalan.
kata Rindu dengan wajah memerah.
David tak memperdulikan perkataan rindu.
Ia melumat bibir gadis itu.
Ia memainkan ciumannya dengan sentuhan lembut dan menggairahkan.
"Ahhh...
Suara desahan Rindu.
Ada sekitar lima menit permainan bibir mereka. Tak lama terdengar suara ketukan dari pintu mobil. Dan tampak lah petugas kepolisian jalan raya.
" Tok..tok..
suara ketukan dari luar mobil
Sontak kedua insan tersebut terkejut dan mulai merapikan duduk mereka.
Rambut Rindu yang mulai acak acakkan menjadi tak karuan ia rapikan seadanya.
David kemudian membuka kaca jendelanya.
" Siang Tuan.. Apakah mobil anda rusak...?"
tanya petugas melihat dengan tatapan lurus.
Davidpun menjawab,
" Ya pak. Ada sedikit masalah. Saya menunggu isteri saya yang mulai merasa mual. Jadi saya menghentikan mobil sebentar. Maaf saya akan pergi segera.."
" Ueekkk...!
Perempuan disebelahnya mulai berakting.
Melihat hal itu petugas tersebutpun mulai enggan berkata lebih banyak lagi
"Ok baiklah. Jangan diulangi lagi. Segera periksakan isteri anda ke dokter. Siapa tahu dia hamil.
ujar petugas dan berlalu meninggakan mobil David.
" Haaa.. haa..!
" Petugas bodoh..! Mudah sekali lolos darinya..
kekeh David.
David merangkul tubuh perempuan itu dan mendekatkan ketubuhnya.
" Jangan pernah tinggalkan aku Rindu.
" Aku candu pada dirimu.. tubuhmu.. cintamu..
" Aku bisa gila.."
David berkata lembut sambil mengecup kening Rindu.
Rindu yang mendengar semua pernyataan pria disebelahnya hanya bisa diam tetapi dalam hatinya masih menjadi dilema.
Mengapa tidak.
Reino pria yang selalu dicintainya ada disini sekarang. Ia ingin sekali membuka jati dirinya.
Di sisi lain David. Pria tak waras ini menggilainya setengah mati.
" Apa yang harus kulakukan..
suara batinnya.
Sampailah mereka di mansion David.
Padahal perempuan itu sudah lapar tetapi David malah mengajak ke mansionnya.
" Dav.. kita tidak jadi makan siang.."
tanya Rindu.
David pun membalas perkataan Rindu saat memasuki pintu utama mansion tersebut.
" Ya kita akan makan.
" Tetapi aku terlebih dahulu memakanmu sayang.
" Sudah seminggu lebih. Aku sudah tak tahan jauh darimu.
Rindu hanya bisa pasrah ketika David membawanya ke tempat tidur David.
Mansion David ialah kepunyaan keluarganya. Dikarenakan orangtuanya di amerika jadi tidak ada yang menempati jadi hanya beberapa pelayan yang mendiami.
Kini mereka hanya berdua dimansion tersebut.
Semua pelayan disuruhnya libur.
" Kau sudah mengaturnya sejak awal kan Dav...
desah Rindu ketika pria mulai menciuminya.
" Aku menginginkanmu Rindu.
" Katakan kau cinta padaku.
Bisik pria itu ditelinganya dan menghujami tubuh polosnya dengan ciuman.
" Ahhh.."
desah perempuan Rindu.
" Katakanlah Rindu.."
kata David lagi.
" Aku. aku... mencintaimu.
kata perempuan pelan.
Namun di dalam hatinya ia melanjutkannya lagi.
" Reino.