Forever Love

Forever Love
Sandiwara dimulai



Reino tak perlu berbasa-basi lagi.


Ia langsung mengajukan niatnya.



" Saya butuh gadis.


kata pemuda itu.



Madam itu tertegun dengan kelantangan Reino.



" Apakah kamu bisa dipercaya..?" Bagaimana bila kamu adalah mata-mata..?"


Madam itu menanyainya.



" Anda boleh menyelidikiku. Bukankah sudah melihat tanda pengenal saya..?"


Reino membalas perkataan madam.



Melihat tak ada yang mencurigakan dari sikap Reino.



Asisten madam pun menjelas aturan main dalam penjualan gadis di mansion itu.



" Uang di muka...?


sontak Reino membuka suara.



Asisten tersebut berkata,


" Kalau anda tidak punya uang. Tidak usah datang kemari. Kami tidak melayani pria nafsu besar tapi kantong miskin.!."



Reino pun tak ingin mengeluarkan uang sekitaran dua ratusan juta bila diuangkan dalam rupian sebelum melihat wanitanya terlebih dahulu



"Aku ingin melihat dulu barangnya...


jawab Reino.



Asisten memperlihatkan melalui ponselnya beberapa gambar wanita yang ada di dalam mansion itu mulai dari wanita amerika dan eropa.



" Heemmm.. Apakah hanya ini..?"


kata Reino karena melihat tak ada gambar Cinta dalam ponsel itu.



" Ya ini yang tersisa . Mereka adalah yang terbaik dan lagi belum terjamah.


" Sebagian sudah ada yang membeli mereka.


kata asisten itu lagi.



Mendengar semua perkataan asisten itu Reino merasa sesak dan geram namun ia masih dapat menahan.



Cinta yang ia ingin selamatkan ternyata tidak ada disini.


Kedatangannya sudah terlambat.


Kemana ia harus pergi mencarinya.



"Bagaimana Reino..?"


" Apakah sudah memilih. ?"


" Jangan berlama. Kami masih banyak pelanggan.


kata madam tersebut memperhatikan Reino yang belum menunjukkan minat sama sekali.



Reino berdiri dari tempat duduknya dan mengatakan,


" Saya tidak tertarik dengan wanita yang tersisa. Tidak ada yang menarik.



Asisten itu pun bertanya,


" Wanita asal mana yang tuan ingin kan..



Jawab Reino,


" Asia..



" Ada dua gadis asal asia akan tetapi baru saja pergi dengan orang yang sudah membeli mereka.


" Sayang sekali tuan Reino.



Reino merasa usahanya sia sia bersia untuk pergi.



" Maaf saya tidak tertarik. Saya ingin wanita asia.


" Saya akan pergi.


kata Reino dan beranjak pergi.



Madam melihat itu merasa uang akan hilang yang sudah ada di depan mata.



" Tunggu jangan pergi.


" Tidak baik pergi tanpa wanita dari mansion ini.


" Beri kami waktu. Besok akan ada barang baru.


" Tapi uang harus menjadi jaminan.


kata Madam .



Reino berpikir wanita yang ada didepannya sangat menginginkan uangnya.



batin Reino.



Dia memberikan selemabar cek sesuai jumlah yang telah disepakati.



Ia pergi dari situ.


Namun ia menghentikan langkahnya seketika.



" Saya ingin ke kamar mandi bolehkah saya pergi kesana.


kata Reino lagi.



Asisten itu pun menyuruh pelayan mengantar Reino menuju kamar mandi.



Ia menaiki tangga dan melewati lorong.


Ia pasti memiliki petunjuk.



Saat ia melewati kamar yang ditinggali Cinta sebelumnnya. Pintu kamar itu terbuka dan didalamnya beberapa pelayan wanita merapikan kasur itu.



Terdengar pembicaraan beberapa pelayan disana.



"Gadis itu cantik sekali.


" Sayang sekali ia menjadi jalang. Dan temannya satu lagi mencoba membunuh tuan Greg. Pria tua yang malang .. hehe..


kata pelayan itu.



Lalu datang pelayan satunya lagi menyela,


" Pelankan suaramu.


" Nanti madam mendengar. Habislah kita.


" Tuan Greg itu sudah minum terlalu banyak. " Omongannya tidak bisa dipercaya.


"Lakukan dengan cepat dan kita pergi dari sini.



Reino yang menyaksikan itu pun langsung memikirkan gadis kecilnya.



" Apakah Cinta yang mereka ceritakan. dan satunya lagi. Siapa...? Apakah ia bersama temannya..?


batinnya.



Saat pelayan itu telah meninggalkan kamar, Reino melihat ada yang aneh dibawah kasur itu.


"Ada sesuatu di dalamnya.." pikirnya lagi.



" Tuan. Kamar mandinya disana. Silahkan.."


kata pelayan yang masih bersamanya.



Dia pun menyuruh pelayan meninggalkannya dan tak perlu menunggunya lagi.



Melihat situasi tak ada yang memperhatikan Reino masuk kekamar dan mencari yang dilihatnya sejak tadi.



"Ini ponsel gadis itu.


gumannya dan mencoba menelepon ke nomornya. Dan benar itu nomornya. Berarti ia disekap disini.



"Kemana aku harus mencarinya lagi.."


ia berjalan dan meninggalkan kamar dan pergi ke kamar mandi.



" Apa ini .." katanya seketika terkejut melihat sesuatu didalam kamar mandi.



Ia meraihnya dan melihatnya dengan seksama.




" Cintaaa kau sungguhh.. Gadis kecil ini..."


gumannya pelan.