Forever Love

Forever Love
Cinta Rindu



Pagi sekali Reino berbenah diri dan menjumpai sahabatnya Rinto dan kekasihnya Sinta.



" Ya Rin, aku sedang dijalan tiga puluh menit lagi aku sampai.. tunggu yaa...


kata Reino diujung teleponnya.



Ia melajukan lagi mobilnya dengan cepat supaya ia kembali lagi ke hotel tempatnya menginap.



Sementara gadis yang melihatnya sekilah dari balik jendela bus masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.



" Hei Cin.


" Kamu kenal pengemudi mobil itu..


sahut teman disebelahnya.



" Wajahnya mirip ka. Tapi sepertinya tak mungkin... hehehe..


balas gadis itu.



Mereka tiba di perusahaan Louis tak sampai lima belas menit.



Mereka memasuki perusahaan tersebut dan merasa takjub akan kemegahannya.



" Cinta.. seandainya suatu saat kita bisa bekerja di gedung mewah seperti ini ...


ujar temannya itu lagi sambil menaiki lift dan merekapun menunggu Mr. Louis di ruang meeting perusahaan tersebut.



Tak lama Louis muncul disertai dengan manager perusahaan.



Manager tersebut menjelaskan terlebih dahulu sejarah dari berdirinya perusahaan.



Bergantian para mahasiswa tersebut bertaya tentang apa yang di benak mereka.



Mulai dari pemimpin perusahaan, direktur utama serta jumlah karyawan.



Pertemuan mereka berkisar dua jam. Setelah itu mereka dipersilah kembali lagi besok untuk mengunjungi bagian desain dan rancangan produksi.



" Cinta kita jalan jalan sebentar yuk. ajak temannya.



Gadis ingin sekali pergi namun memikirkan biaya untuk kesana pasti mahal gadis itu mengurungkan niatnya.



" Aku balik hotel ka.. Aku kayaknya kurang enak badan. Kalian pergilah. Aku bisa pulang sendiri.


Cinta sambil tersenyum.



Setelah melihat mahasiswa lainnya pergi. Cinta pun memesan taksi dan pulang.



Sepanjang perjalanan ia masih memikirkan apa yang tadi dilihatnya dibus.



" Pak Reino... apakah benar dia...


" wajahnya mirip tetapi agak kurusan dan rambutnya sedikit agak panjang..


" Tapi tak bisa di pungkiri. Ia memang Reino.


batinnya.



Sesampai ia di hotel. Ia memesan makan siangnya lalu balik kekamarnya dengan minuman ringan ditangannya yang ia bawa.




Terjadilah sedikit perselisihan.



" Heiii...!


emosi perempuan itu.



" Maaf miss. Saya tidak memperhatikan anda lewat. Saya akan bersihkan.. kata Cinta sambil mengambil tisue ingin membersihkan baju perempuan itu.



" Jangan sentuh aku. Dasar kamu ya...!


" Ini baju mahal dan kamu hanya minta maaf ..!!


" Kamu harus ganti..!!


ujar perempuan itu.



Cinta membalas,


" Aku kan sudah minta maaf, apa aku harus berlutut juga nona.


" Sebenarnya dirimu yang jalan tak melihat orang di depan.



" Sudah salah.. berani melawan..!


kata perempuan itu kesal dan berusaha hendak menampar Cinta.



Kemudian datanglah manager hotel itu dan meluruskan permasalahan mereka.



" Sebaiknya masalah ini tidak perlu diperpanjang Nona Sheila.


" Kalian berasal dari negara yang sama sebaiknya berdamai saja.


kata manager tersebut berusaha mendamaikan.



" Oke baiklah. Masalah kali ini tidak akan ku perpanjang. Tapi saya tidak ingin bertemu denganmu lagi gadis kampung..!



" Lihatlah penampilanmu. Dari gayamu saja tidak akan mungkin mengganti bajuku yang mahal.


Perempuan itu berlalu dengan kesal dan melirik Cinta dengan tatapan tajam.



" Nona sebaiknya kembali kekamar. Mohon lebih menjaga sikap di hotel ini. Dan nona barusan adalah tamu vip di hotel ini..


kata Manager tersebut.



Cinta masih kesal namun berusaha tetap tenang.


Ia akan selalu mengingat wajah perempuan itu.



" Orang Indonesia. Makan nasi yang sama tetapi kata katanya seperti tidak berpendidikan saja... batin gadis itu.



Sampai dikamar Cinta merebahkan tubuhnya di kasur menunggu makanannya datang.


Ia masih membayangkan wajah Reino.


Ia pun merindukannya.