
David tak percaya omongan manager itu ia pun kembali berkata,
" Kau jangan berani menipuku.
"Mana mungkin ia pemilik hotel ini.
David tertawa mengejek ke arah Reino.
Reino pun berkata kepada bawahannya itu,
" Sebaiknya kau kembali bekerja. Tinggalkan dia dan suruh yang lain melayaninya. Masih banyak tamu yang lain lebih layak dilayani.
" Masalah perobatan kirim tagihannya ke kantorku.
Dan kepada David ia berkata,
" Oh ya. Mengenai tuntutan. Aku punya kamera cctv yang merekam semuanya. Kaulah yang berbuat ulah duluan. Jangan coba mengancam pemilik hotel tuan David
Dan akhirnya keduanya pun berlalu meninggalkan pria bernama David itu sendirian.
Tak lama muncul Rindu.
Ia melihat David berdiri sendiri dengan wajah memerah. Dan tampak juga bekas pukulan.
" Kau berkelahi dengan siapa lagi..?"
sapa Rindu memandangi wajah David.
David masih tak menggubris perkataan wanita di depannya.
" Kenapa kau lama sekali.. Kalian wanita memang merepotkan.." kata David
Rindu pun membalas,
" Maaf aku tadi ketiduran dan nada dering ponselku ku matikan.
David pun berkata lagi,
" Liha Ini ulah Reino pria brengsek itu.
" Ia memancing amarahku dengan perkataannya yang...."
David tak melanjutkan lagi perkataannya.
Rindu yang masih penasaran pun bertanya apa permasalahan mereka.
"Apa yang dikatakan Reino, Dave..?"
ujar Rindu.
"Sebaiknya kau tak mendengarnya tadi.
balas David tak ingin membahasnya lagi.
" Baiklah. Kalau itu maumu. Sebaiknya kita segera pergi. Besok pagi sekali aku harus pergi bekerja. Aku tak ingin telat.
balas Rindu.
David dan Rindupun berlalu dari sana pergi entah kemana tujuan mereka.
" Dave, jujurlah padaku. Kau pasti yang duluan berkata buruk. Reino tidak mungkin memukulmu tanpa sebab.."
kata Rindu.
David yang mulai tenang emosinya pun menghentikan mobilnya tiba tiba.
"Awww.. Dave apa yang kau lakukan. Kau mau kita mati disini. Kau saja. Aku tidak.."!
Cinta memegang tangan dan keningnya yang terantuk.
David pun menatap wanita disebelahnya dengan mata yang dingin. Rindu yang melihat itu mulai takut.
" Apakah kau mengenal Reino sudah lama..?!!"
" Bagaimana kau tahu wataknya padahal kalian baru pertama kali bertemu..."?"
kata David mulai menahan emosinya.
Rindu pun teringat akan perkataannya sebelumnya. Tak seharusnya ia berkata demikian sehingga membuat David curiga.
"Itu hanya perasaanmu saja. Kami memang baru pertama kali bertemu saat ia mengantarku kemarin ke hotel.
"Aku hanya menerka saja. Kau sunggu berpikir terlalu jauh. Tidak ada asap kalau tidak ada api bukan..?"
Rindu menjelaskan secara perlahan.
" Kau jangan berbohong Rindu..!
" Akui saja kau mulai menyukainya sejak pertama kali bertemu dengannya..!
ujar David mulai menyelidiki Rindu.
"Ahhh...sudahlah Dave..Aku tak ingin pergi denganmu. Kau berkata seolah olah aku yang bersalah atas semua ini. Aku baru saja datang dan khawatir padamu tetapi membuat mood ku semakin buruk.."
Rindu mulai menunjukkna ekspresi.tak berdaya sehingga membuat David mulai turun emosinya.
"Maafkan aku Rindu.
" Aku hanya emosi sesaat. Aku hanya bingung kaubtadi mengatakan Reino tidak mungkin melakukan yang jahat. Seperti kau memahaminya lebih yang dari ku tahu.. '
David mencium tangan wanita itu lembut dan mengucapkan kata maaf.
Rindupun menerima permintaan maaf David.
Mereka melanjutlan perjalanan mereka.
Ia pun tak habis pikir. Mengapa Reino tersilut emosi sehingga memukul David.
"David kau yang mencari gara gara..
" Reino tak tersulut bila kau yang yak memulai duluan. Dialah Reinoku.
batin wanita sambil menatap David dan mengeluarkan senyum terbaiknya.
Sementara batin David berkata,
"Semoga yang kau ucapkan itu benar Rindu.
" Bila tidak. Kau tahu apa akibatnya berbohong padaku.
sambil membalas senyuman Rindu.