Forever Love

Forever Love
R C



Reino tak melanjutkan langkahnya ke mobil, ia berlari kecil menghampiri kedai minuman tersebut.



" Permisi nyonya.. bolehkah saya melihat ponsel tadi..?"


katanya penasaran dengan pembicaraan mereka tadi didengarnya.



" Max.. Tolong ambilkan kembali tas tadi..!"


pintanya kepada anak laki lakinya itu.



Tas itu itupun diserahkan kepada Reino.


Diambilnya ponsel tersebut dan mengecek isinya.



"Panggilan dari Cinta..?"


" Apakah gadis kecil itu..?"


" Tapi untuk apa ia menelpon dan bagaimana bisa begini.."


" Semua membingungkan.


gumannya dalam hati.



Ia memeriksa chat dan panggilan lainnya.


Tak ada yang lain.



" Bolehkah saya pinjam sebentar ponsel ini..?


" Saya merasa tidak asing dengan nama yang tertera.."


ujar Reino.



Dihubunginya nomor Cinta kembali namun tak aktif.



Dicoba berulang kali dan mengirimkan pesan singkat hasilnya pun tak terkirim.



" Perasaanku tidak enak.


suara hatinya.



Ia pun menjauh sedikit dari situ dan menelepon Rinto sahabatnya.



" Ya . Reino . Ada apa..?"


sahut Rinto dikediamannya.



" Coba cek nomor ini. Dimanakah lokasinya .?"


" Dan lagi data pemiliknya sekalian.


"Nanti ku kirimkan nomornya.


kata Reino.



Masuk pesan dari Reino kepadanya. Rintopun dengan keahlian IT mengeceknya dengan mudah untuk mendapatkan informasi.



Ada sekitaran sepuluh menit.


" Cinta Setyaningsih.


" Hemmm.."


" Gadis kecil itu lagi.."



Ia pun menghubungi Reino.


" Sepertinya kalian berjodoh Reino.


" Ia gadis kecilmu itu. Cinta.


ujar Reino.



Reino merasa rasa penasarannya terjawab. Ia pun meminta dimana posisi gadis itu sekarang.



" Tunggu Reino. Sepertinya ponsel itu mati. "


" Jadi agak lama menunggu pencarian gps.


" Bersabarlah. Aku sedang berusaha.


balasnya.



Di mansion itu lagi gadis yang bernama Cinta telah siap didandani



" Engkau sungguh cantik,nona.."


kata pelayan wanita itu takjub.



Gadis itupun membalas


" Trimakasih . "


" Tapi... Saya mohon bantuanmu.."



Pelayan itu ragu akan perkataan gadis itu


"Maafkan saya nona. Saya tidak bisa membantu anda keluar dari sini.


"Kelangsungan hidup keluarga saya akan menjadi jaminannya .


"Maaf.


Pelayan itu hendak pergi namun ditahan Cinta.



" Bukan. Saya bukan meminta itu.


" Tolong ambilkan saya sedikit cemilan dan susu hangat. Saya lapar sekali .


ujarnya.




Melihat si pelayan sudah pergi.


Ia mengambil ponselnya yang mati karena tercebur ke air tadi lalu diambilnya hairdryer mencoba mengeringkan ponselnya.



"Ya Tuhan. Semoga ponsel ini hidup.


katanya pelan.



Sambil berusaha menjaga situasi ada sekitaran lima menit ia pun mengaktifkan ponselnya.



Ponsel tersebut berhasil hidup namun kemudian mati lagi.



" Mungkin aku mnghidupkan terlalu cepat


katanya lagi dan mengeringkannya kembali.



Ketika ia mendengar suara langkah kaki sangat keras hendak mendekati kamarnya di hidupkannya kembali ponsel dan berhasil hidup.



" Apa yang kau lakukan..?"


" Kenapa lama sekali turun.."


ujar pengawal itu melihat Cinta kelabakan menyembunyikan ponsel itu lagi di bawah kasur.



" Tidak ada. Saya hanya merasa lapar dan menunggu pelayan itu mengambil sedikit cemilan untukku.


katanya lagi.



Pengawal itu terlihat geram dan kecewa.


Ditariknya paksa tangan Cinta hendak membawanya turun kebawah. Di ruang tamu mansion.



"Jangan manja. Kamu pikir kamu siapa bisa memerintah pelayan di mansion ini..!!


" Cepat jalan . Jangan membuat madam marah atau kau akan tiada. !


ancamnya lagi.



Gadis itu pun mau tak mau menuruti perkataan pengawal itu.



" Semoga ada yang mencariku.. "


batin gadis itu sambil berharap ponselnya tidak mati lagi.



" Reinoo..! Ponselnya aktif..!


"Aku sudah menemukan dimana panggilan itu dilakukan .


kata Rinto meneleponnya kembali.



"Dimana..?"


tanya Reino penasaran



"Di mansion madam Rose.


"Di sudut kota paris ini.


"Nanti aku kirim lokasinya. Kita kesana tunggu aku ikut bersamamu mencari Cinta


kata Rinto



" Madam Rose . Siapa dia..?"


katanya pelan namun anak laki penjual minuman itu mendengar yang dikatakan Reino.



Ia menghampiri Reino dan berkata,



"Madam Rose ialah wanita tua penyedia jasa layanan seks internasional.



" Ia sudah terkenal dikota ini. Dan banyak pria yang haus wanita mencarinya dari dalam bahkan luar negeri.


" Hanya orang tertentu saja yang bisa memasuki mansion itu .


katanya lagi menjelaskan.



"Bila itu adalah temanmu. Sebaiknya bawa polisi kota ini.


lagi katanya memberi saran.



Mendengar semua penjelasan pria itu. Reino pun bersiaga untuk kesana. Ia tak ingin gadis kecilnya mengalami nasib yang serupa seperti setahun silam.



" Cinta tunggu aku datang. "


batin Reino