Forever Love

Forever Love
Pertemuan dengan Reino.



Lama sudah Cinta menanti di ruang tunggu stasiun tersebut.


Sudah hampir sejam ia menunggu.



"Apakah Reino mempermainkanku lagi.."?


batinnya.



Sementara kereta untuk perjalanan selanjutnya akan datang setengah jam lagi.



"Ahhh.. ingin rasanya aku pergi menjenguk orangtuaku dikampung..Seandainya pria itu tak jadi datang.


gumannya pelan.



Akhirnya yang ditunggu datang juga.


Pria itu datang dengan masih mengenakan pakaian kerjanya.



"Apa kau sudah lama menunggu..?'


tanyanya kepada Cinta dengan napas terburu buru.


Tanpa sungkan lagi Reino mengecup kening Cinta sebagai tanda rasa rindu dan sayangnya selama ini.



"Kauu... Ini tempat umum...


ujar Cinta merasa malu dan melepaskan rangkulan Reino.



"Apakah kau sudah makan...


tanya Reino sambil mengiring gadis itu kearah kantin di stasiun tersebut.



"Sudah... Dan kau..?"


balas gadis itu



"Belum sempat..


sahut Reino.



Mereka pun makan ala kadarnya menu makanan di stasiun tersebut.


Mulanya Cinta menolak makan namun dikarenakan Reino terus menyuapi gadis itu makan langsung dari tangan pria itu mau tak mau Cinta akhirnya ikut juga melahap suapan demi suapan.



Reino sudah merencanakan semua dengan mulus untuk bertemu dengan gadis itu.


Ia berbohong kepada Rindu ada kunjungan kerja diluar kota untuk beberapa hari.



Namun Rindu tidak semudah itu dibohongi.


Mata mata yang ia utus melaporkan aktivitas mereka selama di stasiun.



"Reino..


kata Cinta setelah mereka menghabiskan makanan dimeja.



"Ya...


Sahut Reino dengan lembut sambil mngeluarkan uang dan memanggil pelayan untuk membayar menu mereka.



"Apa kau tidak merasa pria disudut itu dari tadi memperhatikan kita sejak diruang tunggu hingga kemari...?"


"Kau kenal dengannya...?"


tanyanya merasa ragu karena ia merasa risih diperhatikan terus seperti itu.



Reino melirik kearah pria ynag dibicarakan Cinta dan tak lama menoleh kearah gadis itu kembali.



Reino tersenyum.


Dalam pikirannya Rindu menyewa seseorang untuk memata matainya.



"Biarkan ia melaporkan segalanya kepada Rindu .


"Ini tidak akan lama lagi..


kata hatinya.



Cinta pun memulai percakapan.


Sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada pria itu.


Mulai dari pertunangan hingga Reino membawa Rindu kerumahnya seminggu yang lalu.



Awalnya ia datang hanya ingin melihat bagaimana keadaan Reino. "



" Dan ini sebagai tanda perpisahan. Aku akan melepaskannya setelah aku puas bertemu dengannya nanti. "


batinnya saat perjalanan menuju stasiun.



Ia sudah berusaha tekad tidak lagi peduli dan segera melupakan pria itu namun kata hatinya tak bisa berbohong setelah bertemu Reino.




"Reino.



"Ya. Apa yang ingin kau tanya kan Cinta.


"Aku akan menjawab semua pertanyaan dalam hatimu..


"Namun terimalah permintaan maaf ku selama ini. Aku mengabaikanmu untuk waktu yang lama.


kata Reino sambil menggenggam tangan mungil Cinta lalu menciumnya lembut.



Cinta yang masih mengatur jantungnya yang tiba tiba berdegup kencang. Sentuhan bibir Reino membuatnya merindukan sentuhan pria itu lebih.


Ia gugup.


Dan pertanyaan ini nantinya akan membuat Reino marah padanya.



"Apakah kau melakukannya dengan Rindu..


ujar Cinta pelan.



"Melakukan..?"


tanya Reino pura pura tidak maksud pertanyaan gadis itu



"Ya.. melakukan itu.. maksudku.. bukankah Rindu sedang hamil. Apakah dia hamil anakmu..?"


kata Cinta berusaha tegar akan setiap jawaban Reino.



Lama Reino bersuara.


Membuat suasana semakin tegang.


Akhirnya suara kereta api yang akan berangkat untuk tujuan selanjutnya membuat suasana pecah.


Semua penumpang berhamburan keluar masuk stasiun.



"Cinta.. Ayo ikut aku..


kata Reino menarik tangan Cinta secepat kilat sementara pria yang mengawasi mereka tak bisa lagi memperhatikan lagi karena kerumunan penumpang yang banyak.



"Kita mau kemana...


kata Cinta yang merasa seperti di kejar kejar.


Reino terus berjalan hingga mereka sampai di pintu gerbong kereta api utama.



"Kita mau kemana Reino.


"Aku mau pulang.


ujar Cinta lagi dan melepaskan tangan Reino karena Ia bingung pria itu terus menariknya paksa.



"Kau ingin pulangkan..


"Aku akan mengantarmu..


balas Reino dengan sigap menggendong tubuh gadis itu ala bridal masuk kedalan kereta dan meletakkannya ke bangku penumpang sehingga beberapa penumpang menyaksikan itu takjub dan sebagian tersenyum.



"Reino..


"Turunkan.. aku sungguh malu.


"Dan Kau.. mau apa.. kita kemana..


"Aku ingin pulang. Bukan naik kereta..


kata Cinta sewot di bangku penumpang setelah Reino mendudukkannya.



Cinta tampak malu dan kikuk melihat sekelilingnya menatap mereka.


Dan tinggal beberapa menit lagi kereta akan siap melaju



"Duduklah dengan tenang dan manis


"Kita akan pulang kerumahmu.


jawab Reino duduk disebelahnya.



"Rumahku...??


"Maksudmu ke rumah orangtuaku dikampung..?"


kata Cinta menatap Reino penuh tanya.



"Untuk apa...??"


katanya lagi binhung.



"Untuk melamarmu.."


jawab Reino singkat sambil menarik dagu gadis itu dekat dengannya dan mencium bibirnya dengan lembut.