
Flasback.
Dikediaman papa Reino menjadi kalang kabut.
Bagaimana tidak.
Reino yang tak pernah membawa perempuan kerumahnya, kali ini ia hendak mempersunting seorang isteri.
" Reino.!!"
" Apa kamu sudah gilaaa..?!!
Seketika Agung Hartawan seperti disambar petir.
"Aku masih waras paa..
"Aku sudah pikirkan baik baik.
" Dia telah mengandung anakku..Dan ini hasilnya..
Reino berkata sambil menyerahkan bukti pemeriksaan kandungan dari dokter.
Papa Reino berdecak. Ia melemparkan berkas tersebut dan berkata,
" Apakah dengan bukti seperti ini,
kau percaya dia hamil anakmu..?"
" Kau tidak tahu dia wanita seperti apa dulu...?!!
Bentak papanya geram.
Reino bingung.
Entah dia dibutakan cinta masa remajanya atau kasihan kepada Rindu.
Ia menentang papanya kali ini.
" Papa tidak berhak menghinanya, bagaimanapun dulu masalalunya.
" Aku tetap menerimanya. Dia mengandung anakku. Calon cucu papa...!!
balas Reino yang tak terima dengan ketidaksukaan papanya kepada Rindu.
Agung berdiri dan mengancam akan mencoret Reino dari ahli waris dan takkan pernah menganggap Reino sebagai anaknya lagi.
"Mas..."
kata mama Reino yang akhirnya datang menenangkan suasana hati suaminya itu.
"Apa...?"
" Lihat anakmu ini.."
" Demi perempuan murahan seperti itu, dia berani melawanku.."
" Dasar kamuu.. anakkk..ppp...!!
Agung tak melanjutkan perkataannya.
Mama Reino menangis dan bersujud dikaki suaminya.
"Ku mohon . Jangan.."
kata isterinya itu berusaha menahan perkataan suaminya.
Papa Reino tak menggubris.
Tetapi Reino tak tega dengan sikap papanya kepada mamanya itu.
Agung berjalan tak menghiraukan keduanya.
Ia memasuki ruang kerja. Dan merenungkan kembali semuanya.
"Berdiri ma.. Jangan menangis.
"Aku akan bicara lagi dengan papa..
" Sekarang dia masih emosi..
katanya kepadanya mama.
Reino mengantarkan mamanya kembali ke kamar sambil mengatakan bahwa ia tak kan meninggalkan mamanya sendiri.
"Reino. Jangan pergi.
" Jangan tinggalkan mama..
" Kamu adalah anak mama.. Selamanya tetap begitu...
katanya sambil menangis dan memeluk erat tubuh puteranya tersebut.
Ada hampir sejam Reino menemani mamanya istirahat hingga tertidur.
Dalam benak pemuda itu ia harus bagaimana meyakinkan papanya.
Ia melihat papanya duduk termenung sendiri hingga tak menyadari Reino masuk.
" Paa..
sapa Reino yang tak gentar walaupun mendapat makian papanya lagi.
"Cukup Reino. Jangan dibahas lagi.
" Papa sudah tak tahu menahu lagi
"Kau ingin menikah. Ya menikah sana.
" Kami tidak akan datang.
suara papanya pelan tapi menusuk kedalam hati Reino.
Reino memegang kedua tanga papanya erat sambil berkata,
"Maafkan Reino paa..
"Reino tidak ingin jadi anak durhaka kepada papa sekaligus ayah durhaka yang membuang darah dagingnya sendiri.
suaranya parau.
Kali ini Reino dihadapkan pada suatu masalah pelik .
Reino teringat akan kejadian sebulan yang lalu.
Ia sadar dari pengaruh obat bius dan menyadari tubuhnya dan Rindu tanpa sehelai benang sedikitpun.
Dan saat bangun.
Perempuan itu seolah olah merasa seperti tidak bersalah malah menyalahkan tindakan Reino yang memaksanya melakukan hubungan intim.
Sementara Reino tidak mengingat apapun yang terjadi.
Bagaimana mungkin dalam keadaan tidak sadar ia melakukannya kepada Rindu.
Dua minggu kemudian,
Rindu memberikan hasil positif test kehamilannya kepada Reino setibanya di indonesia.
" Reino. Aku tahu kau pasti membenciku.
" Namun anak didalam perutku ini tidak bersalah apa apa.
" Aku tak ingin ia lahir menjadi anak haram tanpa tahu siapa ayahnya.
"Aku ingin kita segera menikah.
katanya dengan menangis tersedu sedu.
Bagai petir disiang bolong.
Sekejap tubuhnya dingin.
Dan wajahnya tampak pucat.
Ada hampir sepuluh menit ia berdiam diri dan merenungkan segalanya
" Anak..?"
" Menikah.."
" Denganmu..?"
"Aku tak bisa menikah denganmu Rindu.
"Tetapi aku akan bertanggung jawab penuh atas hidupnya kelak.
balas Reino tak memandang ke arah Rindu
Rindu terlihat emosi.
Rencananya tak boleh gagal.
" Apa maksudmu Reino. Kau tak ingin menikahiku...,"
" Kau pria jahat, Reino.
" Aku tak percaya kau tega berkata seperti itu
" Bila kau tak ingin menikahiku. Anak ini pun tak usah lahir."
katanya sambil mrngeluarkan gunting kecil dari tasnya dan mencoba menusuk perutnya.
"Biarkan aku dan anakku mati saja
" Biar kamu puas Reino. Tak ada artinya lagi semua.. Aku sudah hina.."
Akting Rindu sambil mengeluarkan segala kepiawaiannya bersandiwara kala itu.