
Maafkan Author bila ada kesalahan typo dimana-mana.
Mohon like dan love nya yaa pembaca😘
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Maafkan aku karena merindukanmu sekaligus mencintainya ~ Reino
Bila cinta yang engkau rindukan hanyalah angan maka raihlah untuk menjadikannya ada ~ Cinta
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
" Cinta pulang bareng yuk.. sapa Ruben saat hendak keluar kelas.
Ingin sekali Cinta menolah ajakan Ruben namun ada perasaan tak tega dan mengingat bunga yang telah diberikan kepadanya tadi pagi,
" mungkin dari Ruben...". Pikir Cinta
" Tapi nanti mampir dulu ke pasar ya ben.
" Aku harus membeli bahan makanan untuk katering.. "
balas Cinta mengiyakan ajakan Ruben.
"Asssiiiaaapp.. Boss.. ujar Ruben.
Mereka pun jalan beriringan.
Mereka tertawa, entah apa yang membuat keakraban mereka ada sosok mata yang tidak senang.
Tak lama Reino muncul.
Dengan wajah cemas dia terus berlari kecil agar cepat sampai ke suatu tempat.
Ketika cinta hendak menyapa, Reino tak menggubris Cinta dan melewatinya sambil menggenggam ponselnya.
" Pria anehh.. !! batin Cinta
Sebentar hangat bentar lagi dingin.
Tak lama Ruben muncul karena sedari tadi Cinta menunggu Ruben mengambil motor di parkiran.
Reino pun pulang dengan terburu-buru mendengar ibunya masuk RS.
Di Rumah Sakit
"Mama .. bangunlah ma.." pinta Reino sedih sambil menggenggam tangan ibunya.
Reino mendapat kabar bahwa ibunya masuk RS karena mendapat serangan jantung.
Padahal sudah 10 tahun belakangan tidak pernah kambuh. Mengapa sekarang malah membuat kondisi ibunya tak berdaya di ruang ICU.
" Apa yang terjadi .. batin Reino.
Tak lama muncul sosok ayah yang selama ini dikagumi Reino.
Siapa lagi kalau bukan Agung Hartawan.
Sosok laki laki pekerja keras dan tegas.
" Reino kemana saja kamu selama ini.
" Sudah hampir 3 bulan kamu tidak kekantor.
" Jangan bilang kamu masi mencari perempuan itu...!!! Suara Agung terdengar keras di ujung koridor RS.
" Apakah ibu sakit karena memikirkan aku..??
batin Reino.
Tapi tiga tahun Reino di luar negeri tak pernah kambuh penyakit ibunya itu.
Sesampai di rumah orangtuanya Reino mencari pembantu rumah. Dan bertanya mengapa ibunya bisa masuk RS
Pembantu rumah tersebut menjelaskan secara detail kejadiannya . Ibunya terlihat bahagia di halaman rumah sedang memperhatikan tanaman dan bunga-bunga juga membersihkan rerumputan.
Kemudian ibunya mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal.
Mendengar suara penelepon tersebut dan mengatakan beberapa kalimat, tak lama ponsel tersebut jatuh begitu juga dengan ibunya.
Tiga bulan kemudian
" Gimana ujian semesternya nak.. ??"..
Sudarti menyapa Cinta yang sudah pulang dari sekolah.
" Baik bi.. jawab Cinta dengan ekspresi tak biasa.
" Mengapa wajahmu murung .. seperti bukan Cinta yang hangat dan ceria.." . tanya Sudarti lagi.
" Karena cinta sudah lapaarr beratt bi...Soal ujian kan membuat energi terkuras hehe .."balas Cinta sumringah dan sedikit berbohong.
Ya Cinta merasakan ada yang kurang setelah Reino lama tak muncul. Apalagi mengingat ekspresi Reino terakhir saat berpapasan di gerbang sekolah.
Reino yang kadang hangat namun juga terkesan dingin batinnya.
Dia merasa sosok Reino telah membuka sedikit celah di hatinya.
Namun ia tak tahu harus bagaimana karena Reino tidak mengajar lagi dan Bu Diah sudah kembali dari masa cuti.
Dikamarnya Cinta berusaha keras membuang bayang - bayang Reino dan melupakan sosok guru tersebut hingga akhirnya ia terlelap sendirinya.
Di tempat yang berbeda.
Reino sudah tiga bulan di Bandung.
Dia disuruh ayahnya mrmbantu cabang perusahaan.
" Sudah tiga bulann.. " batinnnya.
" Aku semakin merindukan senyum itu..."
Bukan Rindu tapi Cinta..
Reino pun kini telah ragu akan hatinya.
Disatu sisi ia sungguh masi mencintai gadis masa SMA nya Rindu. Dan sisi lain merindukan sosok Cinta .
" Apakah aku mulai menyayangi Cinta.. pikirnya lagi. Ia mengambil ponsel dan hendak mencari kontak nama gadis kecil itu.
Namun tak lama. Ia membuang ponselnya ke dalam laci meja kerjanya
" Tidak.. !! hatiku hanya untuk Rindu.
Reino masih berkutat dengan permasalahan hatinya. Cinta yang dulu ia jaga untuk Rindu kini mulai pudar.
# TERIMA KASIH😀