Forever Love

Forever Love
Didalam kamar penuh ketegangan



" Apakah kau akan terus berdiri menatapku, Reino...


ujar Rindu membuyarkan isi pikiran Reino.



Kemudin Reino membalas,


" Dan apakah kau akan terus memakai handuk dihadapanku, Rindu.. Maaf nona Sheila..


ujarnya menusuk.



Rindu pun mendekat.


Ia begitu sangat dekat hingga ia berani membelai wajah Reino dengan sentuhan jari jarinya.



" Tahan sebentar Reino.


" Ia hanya menggodamu saja.


kata batinnya.



Rindu pun tersenyum.


Ia merasa takjub. Reino sama sekali tak tergoyahkan imannya.


Ia masih saja berdiri mematung dan tak membalas perlakuan Rindu.



Ia pun berkata,


" Kalau kau hanya ingin melakukan ini padaku.


" Kau salah besar menyuruhku kesini. Aku tidak akan tergoda.


" Aku menyayangimu tulus Rindu.


" Aku bukan pria mesum seperti David


katanya menohok.



Rindu pun menghentikan aksinya.


Sepertinya rencan pertama tak berhasil.


Ia melancarkan aksi kedua.



" Tunggulah sebentar. Aku akan memakai baju.


ujar Rindu sedikit kesal.



Reino keluar dari kamar.


Ia tak ingin memperhatikan Rindu berganti pakaian dihadapannya.



" Kau tak perlu keluar Reino.


" Tetaplah disini.


kata Rindu



" Apa maksudmu Rindu.


" Apa kau sengaja...?"


balas Reino membelakangi Rindu.



" Oke. Jangan berbalik.


" Tetapi kalau ingin melihatku polos. Balikkan dirimu. Aku relaaa...


katanya mesra dan menggoda.



Rindu hampir selesai memakai pakaiannya dan Reino tak bergeming sama sekali.


Ia masih tidak tergoda.


Sepertinya rencana kedua Rindu tak berhasil juga.



" Cihhhh... "


ujar Rindu pelan merasa kesal karena tubuhnya yang seksi dan menggiurkan tak menggoyahkan Reino.



Padahal ia sengaja mandi dengan sabun beraroma mawar yang menohok agar Reino hanyut dalam wewangian tubuhnya.



" Apakah sudah selesai.


" Kau lama sekali.


kata Reino.



Rindu membalas,


" Sudah selesai. Kau sudah balikkan tubuhmu.



Reino membalikkan dirinya dan menatap Rindu yang berdiri dihadapannya.



Pria itu menelan ludahnya sekali.


Ia pria normal kalau tidak kagum akan sosok Rindu yang didepannya memakai piyama tidur tipis menerawang sehingga bra dan cd nya terlihat berwarna hitam.



Sungguh tubuh Rindu yang masih terawat seksi dan putih mulus.


Pria manapun pasti akan langsung bersedia tidur dengannya.



kata Reino yang sembari mengambillan selimut menutupi tubuh Rindu.



Rindu menjadi malu akan tingkahnya


Apakah kali ini dia keterlaluan pikirnya.



Reino pun melanjutkan lagi perkataannya,


" Aku datang kemari bukan untuk melihatmu seperti ini. Jujurlah padaku sekarang Rindu


" Apa yang terjadi padamu selama ini.


" Lihat kau berubah drastis. Penampilanmu sekarang sungguh tak pernah ku bayangkan sama sekali.


" Aku saja pertama kali melihatmu tak bisa mengenalimu..



Rindu terdiam,


Ia tak tahu harus bagaimana meyakinkan Reino agar bisa menerimanya dengan penampilannya sekarang.



" Reino.


" Duduklah. Aku akan mengambil minuman.


" Kau perlu rileks sejenak.


" Aku akan menjawab semua pertanyaanmu.


balas Rindu yang mengambil botol minuman wine yang terkenal di prancis dengan rasa yang pahit namun memabukkan walau hanya sedikit diminum.


Bagi peminum pemula pasti langsung mabuk dan tak sadar diri.



Tak lama Rindu memabawakannya dengab dua gelas yang diisinya setengah saja.



" Minumlah.


tawar Rindu.



" Aku tak meminumnya.


" Kau tahu itu.


balas Reino karena memang ia bukan seorang peminum yang handal.



" Apa kau takut aku meracunimu Reino.


" Aku mencintaimu. Aku tidak akan mrmbunuhmu. Dan minum sedikit tidak akan membuatmu mati..!"


" Jangan bilang kau tak pandai minum..


sindir Rindu ingin menantang Reino.



Merasa ia dipermainkan Rindu dengan omong kosongnya. Reino pun meminum sedikit saja dengan terpaksa.



"Sudah aku minum. Lihatkan.


" Sekarang jelaskan..


Reino meminta penjelasan Rindu.



" Baiklah akan ku ceritakan.


" Dengarkan baik baik. Aku tak akan mengulanginya karena aku telah lama mengubur semuanya.


" Karena kau maka aku kan menceritakan semuanya.



Rindu bangkit berdiri.


Ia tak sanggup menceritakan semuanya dengan Reino di depannya. Ia membelakangi pria itu dan menatap ke jendela kamarnya.



" Semuanya berawal ketika aku bersekolah di bandung. Aku satu sekolah dengan David. Dan kami akrab seperti kakak dan adiknya.


"Namun dengan satus sosialnya sebagai orang terhormat dan kaya banyak yang menyindir dan tidak suka persahabatan kami termasuk orangtuanya.


Orangtuanya berpikir aku hanya mendekati anaknya karena David kaya.


" Tetapi persahabatan kami murni.



" Saat aku naik kelas tingkat dua.


" Ayahku sakit keras. Dan saat itu membutuhkan biaya operasi.


Aku tak tahu harus kemana. Maka aku pergi ingin meminjam uang dari David.



" Sesampai dirumahnya. Aku tak mendapatinya dan mendapat kabar ia keluar negeri membawa mamanya berobat tetapi papanya dirumah.




#MAAFKAN TYPO DIMANA.MANA


"SELAMAT MEMBACA😉