
Rindu yang sedang istirahat dikamar tamu pun terbangun dengan suara kedatangan Reino.
" Maa.. dimana Rindu..
sapanya kepadanya mama.
Dewi pun meminta kepada Reino agar jangan terjadi keributan.
" Rey.. jangan bertengkar dirumah. Malu sama tetangga. Kamu tahukan jantung mama tidak stabil akhir akhir ini..
pinta Dewi dengan wajah lembutnya
Kemudian pelayan pun memanggil Rindu untuk turun kebawah di ruang tamu.
Tampak Reino dan mamanya menunggu kehadirannya.
Dengan sangat perlahan perempuan itu muncul juga dengan langkah kehati hatiannya menuruni anak tangga satu persatu.
" Reino. Kapan datang.
" Aku merindukanmu
Rindu tersenyum licik.
Reino masih menjaga kesehatan mamanya masih menahan segala amarah didadanya.
Reino langsung berdiri dari duduknya dan berkata,
" Angkat kopermu dan lekas pergi dari kediaman orangtuaku.
" Aku sudah terlalu berbaik hati padamu sampai sekarang Rindu.
" Jangan usik keluargaku
pinta Reino dengan wajah datarnya.
Rindu pun duduk dengan manis di sofa ruang tamu tersebut hanya diam dengan wajah tak berdayanya.
Melihat itu Dewi pun merasa iba kepadanya.
" Reino. Kau terlalu keras padanya. Lihat dia sedang hamil. Jangan buat dia sedih.
" Hanya satu malam. Biarlah. Esok baru pikirkan kemana kamu akan bawa dia..
saran dari mamanya
Rindu tersenyum sekilas sambil melirik ke arah Reino.
Ia tahu Reino sangat menyayangi mamanya.
Ia berhasil menarik simpati mamanya tersebut.
"Ma.. tak apa. Mungkin dengan begini Reino merasa bahagia. Aku akan ikut kemana dia membawaku.
kata Rindu sekali lagi dengan ekspresi tak berdaya.
Reino semakin muak dengan sikap Rindu.
Bagaimana bisa ia menyayangi perempuan ini dahulunya.
Apakah karena sayang atau obsesinya kepada Reino semata.
Sekarang yang ada Reino mengutuki hidupnya karena dipertemukan dengan perempuan ini.
"Kembalilah istirahat.
"Besok aku akan menjemputmu kembali.
ujar Reino seketika dan hendak pamit.
Dewi tak ingin Reino lekas pergi kemudian menahannya untuk menginap semalam saja bersama Rindu.
Reino pun menurut.
Malamnya Rindu datang menghampiri kamar tidur Reino.
Suasana rumah tersebut senyap dan tak ada yang terbangun selain dirinya.
Pintu kamar Reino tidak terkunci.
Dilihatnya pria itu berselimut dalam keadaan nyenyaknya.
Dengan lampu kamar yang sedikit redup tak membuat Rindu menyerah untuk melancarkan aksinya.
Didekati kasurnya.
Di belainya dengan lembut dari luar karena tubuh Reino ditutupi selimut seutuhnya.
Melihat tak ada reaksi
Ia mengira Reino sudah tidur nyeyak.
Ia ingin membuat gadis bernama Cinta semakin hancur melihat momen kebersamaan mereka.
Ponsel Reino memakai kata sandi.
Berkali kali dia berusaha membuka namun tak berhasil.
Ia memakai nama orangtua Reino hingga nama Cinta sekalipun tetap tak berhasil.
"Akhirnyaaa..
ujarnya pelan.
Dengan mengetik kata 'Forever Love' terbukalah kata sandinya
Masih diingat perempuan itu
Judul buku yang menjadi kegemaran mereka berdua di perpustakaan sekolah dulu.
Mereka bisa menghabiskan waktu berjam jam hanya diperpustakaan dengan hobi membaca mereka
Mengingat lagi masa indah itu tak terasa Rindu meneteskan airmata.
Ia ingin rasa cinta Reino dulu kepadanya selamanya takkan memudar.
Betapa bahagianya dulu masa itu pikirnya.
Namun keadaan berbalik sekarang.
Reino sangat muak padanya. Ia bukan Reino seperti dulu lagi.
"Aku mencintaimu Reino.
"Kau hanya akan menjadi milikku.
batinnya.
Ia berusaha mencari kontak nama Cinta namun tak ada.
Ada inisial 'Love'
"Mungkin ini.. pikirnya lagi.
Dan benar dicoba telepon kontak tersebut beberapa kali hingga akhirnya terdengar suara gadis itu.
"Halloo.. suara Cinta.
sekejap Rindu mematikannya.
"Permainan dimulai, gadis kecil.
"Aku ingin lihat sampai dimana kamu bertahan Cinta... "
gumannya senang sambil menghapus sisa airmatanya.
Ia berniat mengambil pose ia sambil memeluk tubuh Reino dikasur dengan mesra dan segera mengirimkannya melalui pesan whatsapp kepada gadis itu.
Ia pun merebahkan tubuhnya dekat disamping Reino.
Ia sudah bersiap dengan pakaian tidur minimnya yang dipakainnya tadi.
Perlahan ia ingin mengelus dari arah bawah bagian kaki hingga keatas.
Ia berpikir sungguh tak ada reaksi dan dingin.
Ia mulai lagi dari atas dengan perlahan ingin dibuka selimut yang menutupi tubuh Reino.
Deg.
Sontak ia terkejut.
"Arrhhhhhh...!!!!
"Kauuuuuuu.....???!!!!
ujarnya tak percaya.
#AYO TEBAK SIAPA YANG RINDU LIHAT
#YANG BENAR UP SAMPAI 10 EPISODE
😎
HAPPY READING.
😍