Forever Love

Forever Love
Belum saatnya



Cinta mendesah akibat ciuman yang diberikan Reino kali ini berbeda.



" Reino.. ah..."


Gadis itu memejamkan matanya menikmati permainan bibir Reino.



Tak perlu lama gadis itu membalas setiap lumatan bibir Reino.



Ia mengeluar lidahnya dan memainkan disela sela mulut pria itu



Ia cepat belajar dari semua permainan bibir Reino.



"Kau cepat belajar sayang..


bisik Reino di telinga gadis kecilnya.



" Tapi belum saatnya..


katanya lagi melepas ciumannya.



Cinta menjadi malu akan perkataan Reino.


Wajahnya memerah. Ia bertingkah diluar kendalinya tadi.



" Seperti kepergok ciuman..


gumannya malu dan merapikan rambutnya yang berantakan.



Cinta merasa dirinya terbawa hasratnya.


Ia mendesah dan bahkan hampir tak berdaya oleh Reino.



Reino pun tersenyum dan berkata lagi.


" Maafkan aku. Aku tidak ingin kita melakukan lebih dari ini. Aku tahu kau akan menyesal dan membenciku. Dan aku tak ingin itu.


" Aku masih ada batasan..


sambil mengecup kening Cinta.



Mereka pun makan malam dengan masakan dimasak oleh Reino.


Dia tak menyangka Reino mahir memasak



" Reino mengapa tak kau biarkan pelayan kembali untuk memasak makan malam..


tanya Cinta sambil memeprhatikan pria pujaannya menuajikan piring dan sendok.



"Aku ingin. Dan tak membiarkan pelayan melayanimu.


"Aku priamu. Jadi aku harus bisa membuatmu bangga.


Perkataan Reino sungguh romantis sehingga membuat Cinta tersipu malu.



" Gombal..


ketus Cinta sembari membantunya membuat jus.



"Ini bukan gombal. Aku sungguh priamu bukan.. Atau kau sudah ada yang lain. Aku tidak tahu..


balas Reino mematikan kompor dan ia telah selesai.



Kemudian memeluk gadis kecilnya dan berbisik pelan ditelinganya.


"Usia kita terpaut delapan tahun,Cinta.


"Kelak aku akan berumur tua sementara kau masih muda dan cantik. Akan banyak godaaan pria muda dan menarik perhatianmu.


"Jadi aku harus memberikanmu perhatian, kasih sayang juga pelukan seperti ini selamanya supaya kau tetap disisiku.



Cinta terdiam.


Bagaimana mungkin Reino berpikir sampai sejauh ini.



"Aku akan selalu mencintaimu, selamanya..


"Forever loving you..


Balas Cinta sambil membalikkan badannya dan mereka saling berpelukan dan tak lupa ciuman mesra dari Reino membuat nafas gadis itu terengah engah.



bisik Reino pelan.



" Too..


balas Cinta dan melumat bibir Reino dengan pelan dan semakin lama semakin bergairah.



" Krukkk..."



Mereka mengakhiri ciuman itu karena terdengar suara dari perut Cinta.



"Lihat cacing dalam perutku minta makan.


"Mereka tak kenyang oleh ciuman


Balas Cinta tersenyum dan mereka kembali ke meja makan.



Reino melakukan semuanya dengan terampil dan tak lupa mempersilahkan gadis itu duduk layaknya seorang pelayan terhadap nona besar mempersilahkan Cinta duduk sambil membunhkukkan badannya.



"Kau berlebihan Reino.


" Aku bisa sendiri..


Cinta tersenyum dan lupa mengucapkan terimakasih.



Mereka meyantap menu malam itu dengan sesekali berckrama masa lalau.



Dimana mereka pertama kali bertemu dan seterusnya hingga akhirnya makanan habis tak tersisa.



"Kau rakus sekali Cinta..


"Apa kau tidak makan seminghu..


Canda Reino dan membawa semua piring ke wastafel di dapur.



"Ya aku rakus dan merasa lapar sekali.


" Lapar Cintamu, sayangg. Datanglah..


ujar Cinta tersenyum menggida Reino sambil naik kekamar untuk beristirahat meninggalkan Reino yang masih dibawah.



"Sejak kapan kau pintar menggombal sayang..


" Aku tak suka itu. Jujur kau membuatku merinding..


Seketika bulu bulu halus di tangan kekar Reino berdiri.


Ia merasa tegang. Hanya karena kata kata Cinta yang menggodanya, hasratnya naik.



"Ohh Shittt.. Gadis ini..


" Aku harus menahannya untuk kesekian kali.


Guman Reino kesal. Ia belum ingin menyalurkan hasratnya kepada Cinta. Belum saatnya.



Reino pun menyusul keatas. Dan masuk kekamar dan melihat Cinta tidak ada dikamanya.



"Dimana dia..


pikirnya keluat dari kamar dan mencari kekamar lainnya.



Gadis itu tertidur lelap.


Ia tampak manis dan imut.


Reino menyelimutinya dan lagi tak lupa mencium keningnya.



"Selamat malam Cinta.


ujarnya pelan.