Forever Love

Forever Love
Sosok DAVID



Tiga hari lamanya Reino dan Cinta menghabis kan kebersamaan sebagai pengantin baru.


Tapi tidak ada hubungan intim yang mereka lakukan.


Reino masih menunggu sampai gadis kecil itu benar benar siap tanpa paksaan.


Saat ini Reino kembali ke kediaman Rindu di sebuah kontrakan kelas menengah yang sengaja disiapkannya untuk Rindu.


"Kamu berbohong padaku Reino..


"Urusan bisnis tiga harii..??


"Kau pasti bersama jalang itu.


"Berani dia menggoda calon suamiku.


kata Rindu geram.


Reino terlihat tak terpancing oleh kemarahan Rindu.


Ia memberikan beberapa lembar poto yang ia dapatkan dari mata mata suruhannya.


Reino yang masih posisi berdiri langsung meminta jawaban dari Rindu.


"Dimana dia . Rindu .?


"Katakan..


"Apa maksud semua ini..


"Kau mengurungnya di rumah sakit jiwa...???


Bentak Reino murka.


Rindu seperti tak mengerti maksud dari perkataan Reino.


"Apa maksudmu..


"Aku tak mengerti


Rindu menoleh dan tak berani menatap Reino.


"Rindu lihat aku .


Reino menarik bahu Rindu untuk berhadapan dengannya


"Kau jangan berbohong..


"Aku sudah tahu keadaan David.


"Kau tega memasukkannya ke rumah sakit jiwa..


"Kau sakiiittt...!!!


"Seharusnya kau yang di dalam sana..!!


kata Reino lagi.


Semua poto masih berserakan di lantai dan Rindu memungutnya kembali satu persatu.


"David...??


"Dimana kau menemukan dia ..?


"Aku ingin melihatnya..


"Aku...aku.. merindukannya.


lagi lagi wanita itu pandai berakting


"Reino aku tak mengerti apa masalahmu padaku. Kau selalu membenciku. Aku sungguh tak tahu David sampai begini."


katanya lagi.


"Sudahlah.Aku tak butuh drama kampungmu itu... Tapi satu yang harus kau ingat.


"David lari dari rumah sakit dan siap membunuhmu....!!!


Gertak Reino kepada Rindu


Ia terlihat cemas.


Bagaimana mungkin keberadaan David bisa ketahuan padahal ia sudah menutup semua celah.


Ia masih mengingat kejadian saat itu.


*Setelah membiarkan Reino tertidur dikamarnya. Esoknya ia bergegas karena David mengajaknya bertemu.


Namun tak di sangka. David berniat memperkenalkan Rindu kepada papanya yang kebetulan pada saat itu papanya ada waktu bertemu di Paris


Saat sudah sampai di restauran Rindu hanya melihat punggung papanya David. Saat David menyambut kedatangannya dan hendak memberi salam sambil mengulurkan tangan, seluruh tubuh Rindu kaku.


Wajah yang sedari tadi cerah berubah mendung sekaligus takut.


Berbeda dengan reaksi papa David karena ia tak mengingat karen sudah lama dan terlalu sering bermain wanita.


"Pa.. kenalkan ini Sheila.


"Calon isteriku.


"Sayang.. ini papaku.


ujar David mengenalkan keduanya.


"Apa kita sudah pernah bertemu..


sahut papa David seperti pernah melihat wajah Rindu dan mulai mengingat dimana.


"Mungkin mirip.


balas Rindu singkat.


Maklumlah kini penampilan Rindu berubah lebih cantik dan seksi.


Tak ada lagi sosok Rindu remaja yang polos.


Setelah saling berjabat tangan.


Mereka pun memesan makanan.


Obrolan yang dibicarakan ayah dan anak hanya seputaran bisnis.


Rindu sudah gerah dan ingin secepatnya pergi.


"Kapan rencana kalian menikah...??


tiba tiba papa David bertanya.


Sontak Rindu terdesak saat sedang makan dengan sigap David memberi air minum.


"Jangan gugup brgitu.


"Santai saja.


"Papaku baik kok..


ujar David.


Namun dihati Rindu.


Ia mngutuki dan sangat membenci papa David. Seandainya David tahu bahwa Rindu ternoda oleh papanya. Ia sama sekali tak menikmati makannya.


Entah takdir apa yang membuat Rindu seperti ini. Ia menahan semua emosinya.


"Kami masih memikirkannya nanti. Ya kan sayang .


balas David mengedipkan mata ke arah Rindu.


Ada sekitaran sejam mereka menghabiskan makan lalu papa David pamit.


Namun saat David dan Rindu mengantar papanya kembali ke mobil tiba tiba asisten papa David menatap serius ke arah Rindu.


Deg.


Ia tahu itu adalah Rindu.


Karena ialah suruhan papa David yang selalu mengantar jemput perempuan itu bila bos nya ingin bertemu dan memuaskan hasrat dengan papa David