
"Brukkk... !!! Tanpa sengaja aku menabrak seseorang di depan ku...
Buku - buku berhamburan dan aku memungut buku tersebut kembali.
"Maaf.." Ujar ku tanpa melihat sosok yang di hadapanku dan berlalu...
Waktu telah menunjukkan jam 7.00 pagi.
Cinta trus berlari mengejar bus untuk pergi ke sekolahnya. Tanpa dia sadari, seorang pemuda terus menatap punggungnya sampai kejauhan.
"Reino...!!!
seru seorang lelaki memanggilnya.
"Pagi - Pagi kok melamun, ntar kesambet.."
Reino menatap sahabatnya lalu bergegas masuk ke mobil.
Ya. Pagi ini Reino berangkat ke kantor dengan sahabatnya Rinto, sahabat dari masa sekolah, kuliah hingga sekarang mereka sama- sama berumur 25 tahun.
Mereka di juluki " duo R" dulu di sekolah karena persahabatan mereka kental sekali. Reino sudah menganggap Rinto sudah seperti saudara baginya. Berbagi rahasia, curhat masalah apapun baik itu keluarga maupun pekerjaan.
"Kenapa kamu gak pakai mobil sendiri sih.." seru Reino.
"Jangan mengungkitnya lagi, aku tidak mau tampak seperti Tuan Muda Hartawan yang selalu di kejar para gadis bodoh nantinya.. seperti dirimu.." balasnya kepada Rinto.
Reino Hartawan,
Pewaris Tunggal Keluarga Agung Hartawan.
Memilih hidup mandiri dan sederhana.
Tidak mau menggunakan fasilitas yang di berikan ayahnya. Karena Ia memiliki sifat seperti Ibunya sederhana dan sifat dingin Ayahnya.
Bell berbunyi. Cinta terus berlari takut pintu gerbang ditutup pak satpam. Dengan nafas yang tersengal-sengal Cinta berlari hingga sampai ke kelasnya.
"Cin.. hampir aja kamu terlambat.." kata teman sebangkunya Desi. Terkadang ia kasihan melihat Cinta temannya setiap hari ke sekolah harus terburu buru dan berkeringat karena mengejar waktu.
" Sudah biasa kan, Des.. mau gimana lagi. "Hidup di kota sulit karena jauh dari orangtua. Aku kan numpang di rumah bibi ku. Masa iya, aku makan, tidur n maaf buang air gratis.." balasku sambil tersenyum.
" Kenapa bibimu tidak menyewa pembantu sih...?" balasnya lagi.
" Gaji pembantu sebulan, uang sekolah ku sebulan Des, belum lagi pernak pernik uang buku, uang les dan lain - lain.." balas ku lagi.
" Tapi kan ... "
belum sempat Desi melanjutkan ucapannya,
Pak Danu, Wali Kelas mereka datang dan bersama seorang pemuda.
Tampan, tinggi dan dingin.
" Saya harap kalian bisa bekerja sama dan belajar sungguh - sungguh.
" Perkenalkan namanya Pak Rey. Lulusan Bisnis Manajemen S1 Universitas Columbia. "
Sontak semua murid berseru n bertepuk tangan karena mendengar lulusan guru pe gganti tersebut lulusan luar negeri.
" Pak sudah menikah belum..? " tanya siswi yang bernama Angel.
"Belum.. " sahut rey
" Pacar pak.. ?? " tanya siswi yang satu lagi bernama Rita.
" Calon isteri sudah ada.. " balas rey lagi.
"Huuuu...huuu.. "
seru sebagian siswi yang pupus harapannya ingin tebar pesona kepada guru baru mereka.
Wali kelas pun berlalu dan berharap para murid tidal ribut dan mrnjaga ketertiban kelas.
Disudut pandang lain. Rey menatap sosok siswi yang duduk di bangku baris ketiga yang posisinya menghadap jendela.
Cinta tak bergeming dengan hiruk pikuk kelasnya dan kurang memahami situasi kelasnya. Dia lelah dan menatap kosong ke luar jendela. Tanpa Dia sadari Rey memperhatikan dirinya.
Rey pun kembali melanjutkan tanya jawab dengan para murid dan setelah itu melanjutkan pelajaran yang Bu Diah terakhir ajarkan.
Tiba waktu bel berbunyi tanda jam pelajaran istirahat. Cinta tak beranjak dari bangkunya dan istirahat sendiri walaupu Desi sudah mengajaknya ke kantin.
Namun dia butuh istirahat sejenak walau 15 menit karena ia sungguh lelah.