
Reino tidak pulang kerumah orangtuanya.
Dia pergi ke apartemennya dan menenangkan dirinya.
Dan Rindu wanita itu pergi ke apartemen yang dulu berikan David kepadanya untuk membereskan pakaiannya dan segera pindah ke kediaman Reino.
Ia tak ingin sendiri dimasa kehamilannya ini sementara ibunya sendiri tak ingin menemaninya.
Maka ia berpikir akan pinda ke rumah Reino karena disana akan banyak anggota keluarga yang membantunya.
Esoknya terdengar suara ketukan pintu dari kediaman Hartawan.
Tak lama pelayan membukakan pintu dan mengatakan ada tamu seorang wanita kepada nyonya rumah tersebut.
"Siapa... nem..?"
kata Dewi..
"Katanya namanya Rindu.
"Calon isteri tuan Reino.
kata pelayannya tersebut.
Dewi segera bergegas dari tempat duduknya dan melihat kedepan
"Rindu.
"Sedang apa kemari..
kata Dewi karena melihat dua tentengan koper besar berada disamping wanita tersebut.
"Aku akan tinggal disini ma..
katanya dengan suara berat dan tak lupa mencium tangan mama Reino.
"Ohh..
kata Dewi namun masih heran.
"Mana Reino.
"Mengapa ia tak ada bersamamu.
kata mama Reino lagi.
"Aku tak tahu.
"Dia meninggalkanku begitu saja. dan lagi aku tak tahu ia dimana.
ujarnya lagi dengan sedih.
Dewi pun mempersilahkan Rindu masuk.
Dan dengan berat hati ia mengijinkan Rindu tinggal bersama mereka.
Ini semua demi calon cucunya pikirnya saat itu.
Pelayan pun membereskan kamar tamu untuk Rindu. Semua barang bawaanya telah berada dikamar.
Dan Rindu bersama mama Reino masih duduk di ruang tamu.
" Apakah kau sudah makan..
tanya Dewi.
"Belum siang ini..ma..
jawab Rindu dengan suara polos dan tak berdaya.
Dewi beranjak ke dapur dan memanggil pembantunya.
"Inemm.. siapkan makanan untuk Rindu.
katanya pergi kedapur.
Sementara mama Reino belum kembali.
Rindu tersenyum kemenangan.
Akhirnya ia bisa dirumah Reino dan takkan lama kan menjadi nyoya juga dirumah itu.
Sambil menatap semua isi rumah Reino.
Rindu tampak takjub.
Rumah Reino bertambah megahnya sejak masa remaja dulu.
Sepertinya kekayaan dan kesuksesan leluarga Hartawan meningkat pikirnya.
Saat masih merasa gembiranya tanpa disadari muncul papa Reino berdiri dengan wajah amarah penuh emosi.
kata papa Reino.
Rindu seketika buyar dari kahayalannya.
Ia menatap kearah suara yang menegurnya dan mengubah ekspresi wajahnya dengan kepolosan.
"Maafkan aku paa.. Akuuu...
kata Rindu.
Belum sempat melanjutkan perkataannya.
Agung mengusir wanita itu.
"Pergi dari rumahku..!!"
bentak papa Reino.
"Jangan sebut aku papa.. Karena kau tidak pernah kuanggap menantu keluarga ini.
uajrnya keras.
Rindu pun segera berlutut dikaki Heru dan memegangnya sebagai permohonan maaf dan minta belas kasihan.
" Maafkan aku. Aku mencintai Reino. Dan kami bersalah karena melakukannya terlebih dahulu sebelum menikah. Tapi anak dalam perutku tidak bersalah.
isaknya sambil menangis.
"Lepaskan kakiku..
"Kau tidak bisa membodohiku seperti kau membodohi anak daj isteriku.
katanya sambil melepaskan kakinya dari genggaman tangan Rindu.
"Aku tak tahu harus kemana Om.
"Biarkan aku tinggal disini. Om
"Aku tidak bisa mengandung dengan seorang diri. Aku takut sendiri. Dan Reino entah kemana sejak pertunangan kami tadi malam.
ujarnya dengan nada tak bersalah.
Agung tak bisa berkata lagi ia segera meninggalkan wanita itu dan mencari isterinya untuk meminta penjelasan.
"Dewiii..?"!!
dimana kamu..??!!
Terdengar suar Agung seperti marah.
Maka datang wanita lemah lembut itu dan menghampiri suaminya.
Ia sedari tadi kedapur sedang menyiapkan makan siang.
"Apa mas.
" Kenapa kau berteriak.
katanya kepada suaminya itu.
" Kenapa kau ijinkan wanita murahan itu masuk kerumah ini.??!!
"Aku sudah berbesar hati ia bisa bertunangan denga putera kita Reino.
"Tetapi rumah ini tak layak untuk wanita macam itu...!!
Dewi pun diam.
Apalah yang harus diperbuatnya.
Rindu sedang mengandung dan Reino entah kemana sekarang.
"Mas. Dia sendiri dan Reino mengacuhkannya.
"Dia mengandung calon cucu kita...
kata Dewi menenangkan hati suaminya ynag sedang emosi .
"Cucu....??!!
"Haaa... entah anak siapa yamg dia kandung belum tahu kebenarannya..
"Jangan mudah mengatakan calon cucu kita..
"Ingat dia adalah seorang wanita rendahan dan rela menjual dirinya demi uang...!
kata kata Agung terdengar ke telingan Rindu hingga ia merasa sakit hati.
Ingin rasanya ia pergi saja.
Namun segala usahanya pasti sia sia karena ia telah sampai sejauh ini.