Forever Love

Forever Love
Pertikaian kembali



" Dave, aku ingin bertemu.."


isak Rindu sambil menahan tangisnya melalui ponselnya.



"Oke. Tunggu lima belas menit lagi. Aku segera datang.


Balas David kepada Rindu.



Flashback


Adegan romantis yang diperlihatkan kepadanya sungguh membuat hatinya terpukul.


Betapa tidak, orang yamg selama ini dicintainya ternyata telah berpaling hati ke gadis lain.


Ia tak mampu menahan emosinya, ia pun meninggalkan keduanya tanpa meninggalkan suara sedikitpun.



" Reino. Kau hanya milikku dan akan selamanya menjadi milikku.


Batin wanita itu berlalu.



David pun sampai.


Ia menunggu Rindu di halaman hotel karena mengira mereka akan pergi mrnghabiskan malam di luar.


Namun semua diluar dugaan.


Ia menghubungi ponsel gadis itu tak ada jawaban.


Berulang kali ia melakukan panggilan namun tetap juga sama.



" Wanita sungguh merepotkan.."


gumannya pelan dan akhirnya pergi melihat ke dalam kamar hotel.



Ia pun memasuki lift dan tanpa sengaja berpapasan dengan Reino dan Cinta saat mereka baru saja keluar dari lift.


Kedua sejoli itu hendak pergi menikmati makan malam di luar.



Darah Cinta berdesir melihat David berdiri tepat didepannya sehingga membuat bulu kuduknya berdiri.



" Serrrrr..."


Tubuh Cinta bergetar dengan sendirinya. Ia teringat kembali akan apa yang dialaminya setahun silam.



" Kak David..."


suara hati gadis itu.



Sementara Reino memlerhatikan sikap Cinta yang tak menyukai David menggenggam erat tangannya.


Melihat itu David semakin muak.


Ingin rasanya ia melampiaskan amarahnya seketika melihat kemesraan pasangan didepannya.



Bagaimana tidak ia cemburu melihat kedua sejoli itu. Selama ini ia belum pernah melakukan hal seperti itu kepada Rindu.


Mereka selalu bermesaraan di ranjang atau mobil saja. Diluar itu mereka tak pernah menunjukkan mereka pasangan sejati. Layaknya seperti orang berpacaran di luar.



" Dasar jalang..."


suara David pelan namun masih terdengar oleh Reino dan Cinta.



Reino yang sudah berlalu beberapa langkah kemudian membalikkan badannya dan berniat mengahajar David.



" Apa maksud perkataanmu tadi..?"


" Siapa yang kau bilang jalang..?"


" Dengar ya tuan David brengsek. Kau pasti mendapat wanita yang benar benar jalang.


Kata Reino emosi dan Cinta menahan emosinya.



bujuk gadis itu dan Reino akhirnya pun mengikutinya.



David tak terima dengan perkataan Reino pun melayangkan pukulan ke arah Reino namun dengan sigap Reino mampu menangkis dan berbalik memukul wajah David.



"Bruuukkkk.


David hampir terjatuh dengan sekali pukulan Reino.



"Ku ingatkan dirimu sekali lagi. Jangan coba menyakiti Cinta atau aku akan membuatmu lebih buruk dari ini...!


Bentak Reino menatap tajam David.



Cinta menjadi semakin takut.


Ia pertama kali melihat amarah Reino yang meledak.



" Kau pikir siapa dirimu berani mengancamku haaa...?!"


ejek David .



Cinta menarik tangan Reino sekuat tenaga. Ia tak ingin menjadi bahan tontonan lebih lama.


Manager hotelpun kemudian datang dan melerai pertikaian mereka.



" Maafkan kami pak. Sebaiknya jangan membuat keributan disini.


Manager itu berkata.



"Aku ingin bertemu pemilik hotel ini. Dan saya tuntut karena pelayanannya tidak bagus.


" Penjarakan dia segera. Ini ada bukti penganiayaan kepadaku olehnya."


David menunjuk Reino dan menunjukkan bekas pukulannya.



Manager hotel itupun bingung.


Ia tak tahu harus membela siapa.



"Maaf pak David. Sebaiknya kita obati dahulu luka lebam di wajah anda.


kata mananger itu.



" Kau masih membela dia. Lihat aku akan temui pemilik hotel ini dan kau akan dipecat..!


Bentak David kepada manager itu.



Manager itu pucat wajahnya.


Ia kembali menatap Reino dan menunjukkan wajah tak bersalahnya.



" Silahkan kau temui pemilik hotel ini. Saya tidak takut. Bagaimana kamu bisa mengadukan ini semua, kau hanya buang waktu saja.."


balas Reino.



Manager itu pun berkata kepada David.


" Maaf pak David, Tuan Reino adalah pemilik hotel ini..."