
Author ada rencana mau ganti judul novel ini.
Soalnya ada yang kasih saran dan banyak juga keluar novel baru dengan judul hampir sama namun dengan cerita berbeda ( mudah-mudahan isi cerita jangan disamain please).
Karena susah buat cari inspirasi sendiri tanpa menjiplak ide cerita novel lain.
Sebagai penulis pemula,
Bukannya author tidak percaya diri dengan judul yang dibuat sendiri. Tapi hal ini semakin membuat pembaca setia bingung jadinya nanti kedepannya gimana alur cerita dari novel saya yang sebenarnya.
Author minta saran ya
guys... 😘
* REINO ♡ CINTA
* FOREVER LOVE
* SELAMANYA CINTA
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Bandung,
Kota yang dijuluki kota kembang.
Perempuan sunda yang cantik dan manis banyak disini dan Rindu salah satunya berasal dari kota ini sebelumnya.
Sudah tiga bulan aku mengurus kantor papa di Bandung. Sepertinya aku disibukkan dengan semua urusan kantor sampai aku melupakannya.
Kesehatan mama sedikit ada kemajuan.
Dan papa membawa mama ke luar negeri berobat lagi dan sekalian liburan.
Disini aku di tumpukkan dengan segala urusan kerja.
Sebulan yang lalu aku mengganti nomor ponselku.
Ya aku sengaja.
Nomor yang tidak dikenal terus menghubungi dan sepertinya meneror aku.
Ketika ku angkat. Dan langsung dimatikan.
Aku kesal .
Sepertinya hanya orang iseng.
Aku melacak nomornya berasal dari Jakarta dan setiap ku hubungi kembali tidak aktif.
Berat hati ku tuk mengganti nomor ponsel karena nomor tersebut sudah dari SMA dan berharap suatu saat Rindu menghubungiku.
Apa kabar dengan Cinta.
Gadis kecilku itu.
Sudah tiga bulan .
Apa kabarnya sekarang.
Apakah ia merindukanku.
Tidak mungkin.
Ia selalu mengaggap aku sebagai Om Tua yang selalu menggodanya sebagai gadis SMA.
Bocah ingusan itu.
Tahukah dia sedari dulu sejak terakhir aku melihatnya bersama Ruben teman sekelasnya, mulai ada percikan api cemburu di dalam hati ku.
Gadis kecil yang hebat.
Mampu menggoyahkan hatiku yang sedari dulu hanya untuk Rindu.
Ya aku pergi tanpa memberi dia kabar waktu itu.
Dan setelahnya dia tidak bertanya kemana dan untuk apa aku pergi tergesa-gesa saat itu.
Setelah pulang dari Bandung.
Aku mulai memikirkanmu.
Bodohnya aku merindukan sosok yang telah lama hilang dan memikirkan kamu yang selalu berada dekat denganku Cinta.
Maafkan awalnya aku hanya mendekati ingin mencari keberadaan Rindu.
Namun seiring berjalan waktu.
Dan sampai detik ini.
Aku mengakui perasaanku padamu mulai tumbuh.
Setangkai bunga mawar yang ku
pesan dan diletakkan oleh satpam sekolah pagi sekali adalah sebagai tanda permintaan maafku saat itu meninggalkanmu.
Ya itulah caraku menyayangimu walau dari kejauhan.
Mungkin sekarang kau telah memadu kasih dengan Ruben. Dia anak yang baik. Dan mungkin sekarang sudah menjadi pacarmu.
Mungkin perasaan ini hanya sampai disini
dan terima kasih Cinta untuk kebersamaan walau sebentar pikir ku.
Dan akhirnya.
Aku kembali juga ke Jakarta setelah urusan di Bandung selesai.
Lagi lagi aku ingin memberimu kabar akan kepulangan ku.
Tapi aku tak berani.
Engkau masih gadis kecilku.
Aku terlalu egois membebanimu perasaan ku kepadamu yang berumur 17 tahun.
Engkau selayaknya merasakan cinta anak remaja sebayamu. Bukan dengan ku yang terkadang susah mengontrol perasaan dan sikapku saat dekat denganmu.
Aku sengaja menyibukkan diri dengan urusan kantor. Sehingga aku sedikit melupakanmu.
Pernah sekali aku melintas di depan rumahmu.
Melihatmu dari kaca mobilku.
Kau tetap sama.
Cinta yang rajin dan manis.
Seandainya umurmu lebih dewasa lagi.
Dan kamu siap menerima segala kecupan dan belaian kasih sayangku.
Maafkan Cinta ku,
Kamu memang baik hati.
Maafkan aku yang belum berani membebanimu dengan perasaanku.
😘
😘
😍