Forever Love

Forever Love
R C




" Kamu sudah bangun Cinta.. sapa Reino dan jam menunjukkan pukul 02.00



Cinta masih tak percaya dengan keberadaan dirinya sekarang.



Ia menatap pria di sampingnya itu yang belum lelap tertidur untuk menjaga gadisnya.



" Aku dimana pak,,? tanya Cinta.


Ia melihat sekeliling ruangan. Merasa asing.


Dan lagi menyadari tubuhnya memakai pakaian pria.



" Apa yang bapak lakukan kepada saya..?"


" Bapak yang mengganti baju saya..?"


Cinta merasa terkejut dan merasa malu.



Reino pun menghampiri gadis itu dan berkata,


" Jangan banyak tanya dulu. Ini makanlah roti dan susu . Dan ini ada obat dan vitamin biar tubuhmu lebih fit dan tidak merasa pusing lagi.. meletakkan di meja kecil samping kasur.



Reino pun memperhatikan gadis itu yang mulai menangis. Ia menjadi iba dan kemudian mendekatinya lagi.



" Kamu di apartemen saya. Saya tidak melakukan yang buruk kepadamu dan lagi bukan saya yang mengganti baju. Jangan khawatir. Makanlah dulu nanti kita bisa bicara pelan pelan.


ujar Reino menenangkan hati gadis itu.



Cinta pun mulai memasukan roti itu sedikit demi sedikit ke dalam mulutnya.


Sebenarnya ia masih belum merasa lapar tapi tubuhnya tak berdaya.



Mungkin karena perngaruh obat yang di berikan David kepadanya malam itu.



Cinta masih ingat. Dirinya di paksa. Tangan tangan diikat. Mulut di lakban. Mata ditutup. Pakaian yang tipis nan seksi. Ia di bawa ke kamar hotel dan kemudian di cecoki minuman yang telah dicampur obat perangsang.



" Aku takut pak.. uajr gadis itu setelah meminum obat yang di berikan Reino.



" Kamu takut apa.. saya sudah disini.


" Mengapa kamu bisa berada di hotel dengan penampilan tak bisa saya jelaskan lagi.



" Saya pikir kamu maaf sebelumnya, perempuan murahan.



" Saya terkejut ketika kamu memanggil nama saya. Andai saja kamu tak menyebut namaku,


aku pasti benar benar meninggalkan kamar itu.


Reino menjelaskan.



Ia mengelus kepala gadis itu dan merebahkan ke dadanya. Dan jarak mereka semakin dekat.


Tubuh gadis itu gemetar.



Ia merasa pria yang didekatnya sekarang adalah malaikat pelindungnya.



" Apakah mereka telah melakukan sesuatu lebih buruk padamu.. Maaf maksudku?"


Reino tak berani melanjutkan karena mungkin terlalu sensitif.



Cinta mengusap pipinya yang basah..Dan kembali mengingat lagi, apakah dia sudah ternoda.



" Sepertinya belum pak.. tapi saya tidak sadar.


Karena pengaruh obat tersebut.


balasnya.



Reino pun merapikan duduk nya. Dia pun sedang berhadapan langsung dengan Cinta. Posisi mereka berhadapan. Reino menggenggam tangan gadis itu dan berkata lagi.



" Jangan takut, aku tidak melakukan apapun padamu sewaktu kamu belum sadar tadi.


" Coba jelaskan apa sebenarnya yang terjadi.


Aku akan menjadi pendengar yang baik..


ujar Reino meyakinkan.



Cinta tak berani menatap Reino. Tangannya masih dingin.


Perasaannya masih takut dan peristiwa yang dialaminya masih menjadi trauma tersendiri baginya.



Kemudian perlahan ia menjelaskan semuanya kepada Reino. Mulai dari ibunya kecelakaan dan butuh uang untuk biaya operasi.



Perkenalannya dengan David dan seterusnya.


Ia begitu mudahnya percaya dengan orang yang baru dikenalnya.



Setelah mendengar semua cerita dari gadis itu.


Ia mengepalkan tangannya. Ia merasa geram terhadap laki-laki yang melakukan perbuatan biadab itu.



" Tega sekali dia mengorbankan gadis kecil dan masih sekolah untuk keberhasilan bisnisnya... batin Reino meringis.



Saat Reino masih berguman dalam hatinya tanpa ia sadari gadis di hadapannya itu telah menjatuhkan kepalanya ke pundaknya.


Gadis itu terlelap kembali.


Mungkin pengaruh obat dan vitamin yang diminumnya.



Reino meletakkan gadis itu kembali ke kasur dan menyelimutinya.



" Selamat beristirahat gadis kecilku..


sambil mengecup kening gadis itu kemudian ia berlalu tidur di sofa.