
Mendengar keributan yang berasal dari lantai bawah tepatnya ruang tamu membuat Rindu terbangun dari istirahatnya.
Ia keluar dari kamar David dan mendapati asal suara.
Apa yang dilihatnya kini sungguh diluar dugaan.
" Reino.
gumannya.
Melihat David hendak melayangkan tinju keara Reino. Sontak Rindu berteriak dan menghentikan aksi David tersebut.
Dengan tergesa gesa ia turun menapaki anak tangga satu persatu.
" Hentikan David..!!
" Kau sudah gila.
Suara Rindu agak meninggi. Ia memandangi wajah David memerah emosi dan Reino terus memandangi wajah Rindu.
"Sudah ku duga.. Kalian ada main dibelakangku.. Selama di Paris kau pasti merayu Rindu..!
" Cihhh.. Brengsek kau Reino..
David terus mengepal erat tangannya sambil menahan emosinya
" Apa yang kau katakan..Berselingkuh..
" Diaaa... diaa.. adalah wanita yang ku cari hampir sepuluh tahun ini..
" Dan lagi hubungan kami bukan seperti yang kau pikirkan..
Ujar Reino memegang erat tangan Rindu dan menariknya berdiri disebelahnya.
Rindu tak tahu harus menjelaskan seperti apa kepada David. Apakah dia akan mengerti dan mau menerima kenyataan.
" Haa... haa..
" Rindu. Apa benar yang dia katakan.
" Mengapa tak jujur selama ini kepadaku..
"Dan semua yang telah kita lakukan.. cumbuan dan desahanmu di ranjang bersamaku..
" Apakah dia yang kau khayalkan dipikiranmu saat bersamaku..??"!!
Tanya David kepada Rindu.
Rindu menangis menumpahkan semua perasaannya dihadapan kedua pria yang sekarang meminta penjelasan kepadanya.
" Maafkan aku David. Aku tak bermaksud berbohong padamu. Hanya saja...
" Aku tak berani jujur padamu karen emosimu yang mampu menyakitiku.
" Dan Reino.
" Tolong maafkan aku selama ini bersembunyi darimu dan itu bukan maksud dari hatiku..
"Aku bukan lah Rindu yang dulu..
" Aku...akuuuu..
Rindu tak mampu melanjutkan kata katanya
Ia pingsan dan terjatuh.
" Brukkkk..
tubuh Rindu terjatuh melemah dan tak berdaya.
"Rinduuuu.."
David dan Reino berteriak serempak menyebutkan nama wanita itu
Mereka pun membopongnya kembali kekamar dan David menelepon dokter .
Tak lama dokter pun datang dan kali ini dokter tak datang sendiri.
kata dokter itu.
Pelayan membawa kedua manusi itu ke kamar atas. Dan disana tampak Reino mengusap mesra rambut Rindu sambil mengenggam erat tangannya.
" Rindu. Bangunlah. Aku khawatir dan takut sekali. Aku tak mau kehilanganmu tuk kedua kalinya .
kata Reino pelan namun masih terdengar oleh dokter yang menyaksikan adegan itu.
Sementara rekan yang dibawa dokter itu tak terasa meneteskan airmata. Ia berusaha menahan tangisannya agar tak mengganggu namun tetap saja tak terbendung.
" Maafkan aku dokter. Aku harus segera pergi.
katanya.
Namun dokter tersebut berusaha menahan rekannya tersebut.
" Cintaaa. Apa yang terjadi..?"
balas dokter tersebut dan tak bisa menahan gadis itu pergi.
Mendengar nama Cinta disebutkan membuat pikiran Reino tersadar.
" Cintaa..."
Ia pun melirik kearah tubuh belakang gadis itu. Dan benar itu Cinta.
Ia segera bergegas menyusul gadis itu dan meninggalkan Rindu bersama dokter.
Saat hendak meninggalkan pintu rumah David, Cinta berpapasan dengan David yang baru saja keluar dari ruang kerja karena mendapat telepon dari kantornya yang di Indonesia.
" Heiii.. Sedang apa kau disini..?"
" Siapa yang mengijinkanmu masuk.?"
Bentak David dan Cinta tak menggubris perkataan David.
Gadis itu terus saja berjalan hingga sampai didepan pagar tangannya seperti ada yang meraihnya.
"Tunggu Cintaa..
" Jangan pergi. Aku bisa jelaskan.
kata Reino sambil memeluk tubuh Cinta dari belakang.
" Tidak ada yang perlu dijekaskan. Aku sudah melihat semuanya.
kata Cinta.
Reino berbisik pelan di telinga gadis itu,
" Maafkan aku..
" Akuuuu..."
Rindu menangis lagi.
" Lepaskan aku Reino.
" Kau pria brengsek. Aku membencimu..!
" Mati saja kauu..!!
ujar Cinta penuh kekecewaan ia menginjak kaki Reino dan melepaskan diri dari pelukan pria itu.