
"Heii.. Tuan.. Ponsel pacarmu berdering dari tadi....?"
tegur seorang wanita paruh baya yang mendengar nada dering ponsel.
Pemuda tersebut bingung dengan yang dikatakan wanita itu.
" Saya sendiri kesini dari tadi. Tidak membawa pacar. "Bagaimana mungkin itu ponsel pacar saya..?"
jawab pemuda itu sambil menunjukkan ekspresi bingung.
Wanita tua itu pun mengambil sebuah tas slendang mini yang terletak dibawah bangku taman tempatnya duduk sedari tadi.
Terdengar suara nada dering itu berasal dari dalam tas kemudian tak terdengar lagi sampai dua kali.
" Bukankah ini kepunyaan wanitamu. Kalian tadi minum disini berempat. Kalian berpasangan...?"
katanya lagi.
Reino pun berusaha ingin membenarkan dirinya dari kesalahpahaman.
" Maaf nyonya, saya baru saja datang. Saya ingin membeli minuman dan beristirahat sejenak. Dan saya sendiri. Mungkin anda salah mengenali orang.."
Reino pun pamit undur diri setelah mendapatkan minuman yang ia pesan.
" Tunggu sebentar Tuan..
" Bagaimana dengan tas ini.
" Bawalah dan kembalikan kepada pemiliknya.
" Saya tidak ingin mengambilnya.
pinta wanita tua itu.
Tak lama muncul seorang laki laki yang menghampiri mereka.
"Mama.. Sedang apa disini..?"
tanya anaknya kepada wanita tua itu.
" Nak.. bukankah pria ini yang memesan beberapa minuman alkohol tadi bersama teman wanitanya..?"
" Pacarnya meninggalkan tas. Dan ia mengatakan ia datang sendiri dari tadi.
ujarnya dengan raut wajah kebingungan.
Anak dari wanita tua tersebut pun berbahasa prancis fasih kepada Reino.
"Maafkan ibu saya Tuan. Penglihatan sudah kabur dan pikun sejak dua tahun lalu. Dia selalu salah mengenali dan mengingat orang lain.
"Mungkin ini bukan kepunyaan anda. Tapi alangkah baiknya bila tas ini anda yang memulangkan kepada pemiliknya atau menyerahkan kepada polisi.
kata laki laki itu.
Reino pun berpikir lagi dan sudah tahu sekarang apa yang harus dikatakannya kepada mereka.
" Maaf saya tidak punya waktu untuk mengembalikan kepada pemiliknya.
"Mungkin kalian menyimpannya saja sampai besok. Pemiliknya akan datang mencari.
"Maaf saya harus pergi.
Reino pun melangkahkan kakinya meninggalkan mereka.
Anak laki laki tersebut pun setuju dengan perkataan Reino.
Ia memeriksa isi tas tersebut apakah ada barang berharga lainnya selain ponsel.
"Hanya beberapa lembar mata uang dollar.
ujarnya sambil memegang ponsel dan menghidupkan layarnya.
Reino yang berjalan belum jauh mendengar apa yang dikatakan laki laki itu.
" Cintaa....?
" Dia fasih juga berbahasa Indonesia.
batinnya karena mendengar kata Cinta diucapkan orang prancis.
" Sepertinya ini kepunyaan dua gadis muda tadi, mama. Mereka bukan orang sini. Lihat saja namanya "Cinta.. Mereka yang memesan minuman soda tadi. Mungkin besok mereka akan datang mengambilnya. Sebaiknya kita kembali."
kata anaknya menjelaskan kepada ibunya sambil menunjukkan ponsel tersebut dan memasukkannya lagi kedalam tas.
Mereka lalu meninggalkan taman tersebut dan kembali ke toko minuman mereka.
Di Mansion itu.
"Lama sekali kau nona..!
" Mau kabur tapi tidak ada jalan keluar..hahaaa..!
kata pengawal saat Cinta akhirnya membuka pintu mandi.
Dia pun ditarik paksa untuk berjalan kembali kekamar.
"Tolong lepaskan kami tuan.. Kami bukan orang yang seperti kalian pikirkan. Kami turis disini. Kami hanya mahasiswa.. "
kata Cinta memohon.
Pengawal tersebut tak memperdulikan semua perkataan gadis itu.
Tiba dikamar ia melihat Rina sudau didandani layaknya wanita dewasa dengan baju minim seksi dan make up tebal.
"Cinta aku tak mau begini.. Tolong aku.. Aku lebih baik mati dari pada jadi jalang.."
isaknya merangkul sahabatnya itu.
" Sudah jangan berpelukan..!!
" Cepat lepas. Sekarang giliranmu.
"Dandani dia segera..Nanti madam akan memecatmu kalau terlalu lama..!
katanya kepada pelayan wanita.
" Dan kau...?"
katanya kepada Rina.
"Pemilikmu sudah lama menunggu dibawah.
"Pasang wajah senyum jangan cemberut atau kau akan mati...!
katanya lagi sambil menodongkan pisau ke pinggang Rina.
Rina pun hanya bisa pasrah.
Ia terus memegang tangan Cinta sampai terlepas ujung tangan mereka bersamaan.
"Maafkan aku Rina.."
"Aku sudah berusaha. Sekarang kita hanya menunggu mukjijat dan pertolongan dari Tuhan saja.
batin Cinta sedih menangis sambil didandani.
"