Forever Love

Forever Love
Semuanya terbongkar



Kemudian datanglah pelayan membawakan minuman yang dipesan oleh Rindu.



"Silahkan diminum tuan dan nona.


kata sang pelayan sembari tersenyum dan kembali pergi.



David sangat terkejut.



" Kopi hitam..."


gumannya pelan sambil melirik kearah Rindu.



Deg.



Perasaan Rindu kali ini sungvuh kacau.


Kopi yang telah ia pesan untuk Reino kini ada didepan David.



Apa lagi yang harus dikatakan untuk menutupi semuanya.



" Rindu. Aku belum memesan minuman dan pelayan sudah datang membawanya..?"


" Apakah maksudnya ini..?"


David lagi lagi emosi.



Rindu terdiam.


Ia tak tahu harus sampai kapan menyembunyikan semuanya lagi.



Perasaan sudah berkecamuk dan emosinya udah berkumpul jadi satu dan ingin meluapkannya sekarang juga.



" Kau diam. Berarti ada kau sembunyikan dariku.!!


"Untuk siapa kopi ini. Kau ada janji dengan siapa disini.?"


" Jawab aku Rindu.. atau aku akan membakar cafe ini agar kau membuka mulutmu yang penuh madu sekaligus racun itu...!


Ancam David berdiri dan ingin melakukan ancamannya.



Rindu pun menahan tangan David dan berkata,


" Cukup David..!


" Kau sudah gilaaa..!


" Aku muak padamu. Jangan melibatkan orang yang tak bersalah.



David menata tajam ke arah bola mata Rindu yang mulai berkaca kaca.


Tak terasa airmata wanita itu membasahi wajahnya yang cantik.



" Jangan menangis dihadapanku.


" Kau tahu aku. Aku tidak bisa melihat wanita menangis.


Emosi David mulai turun.



Tanpa mereka sadari semua sikap mereka diperhatikan oleh beberapa pengunjung yang tidak ramai.



Tak terkecuali sosok Reino.


Hanya saja sosok David yang membelakanginya sehingga lagi lagi ia tak bisa mengenali David.



Namun Rindu dengan penampilan yang seperti wanita biasa dan santai. Ia meragukan itu sosok Rindu yang ia cintai tapi seseorang yang tahu akan keberadaan Rindu.



" Rambut pirangg.."


" Sudah pasti itu bukan Rindu.


kata Reino pelan.



" Mengapa ada dua orang yang datang.


" Apakah mereka berusaha mencari keuntungan dan menipuku..


kata Reino lagi.



Dan ia pun mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat kenomor Rindu.



" Apakah kau sudah sampai.


" Aku agak terlambat datang.


isi pesan dari Reino.




"Akan ku ikuti semua permainan kalian.


batin Reino.



Kembali ke Rindu dan David.



" Maafkan aku Dave.


" Kita tidak bisa lagi bersama..


suara Rindu agak berat.



" Kenapa...?!


jawab David.



Kata Rindu lagi,


" Aku mencintai seseorang yang sudah lama dihatiku dan sampai sekaranggg...."




" Cukuppp...!!


" Jangan lanjutkan...!!


Bentak David.



Ia pun menarik tangan Rindu dengan keras sehingga membuat dia kesakitan.


David membawa paksa Rindu kemobilnya.



" Kenapa kau berbohong padaku Rindu


" Kau tahu aku selama ini mencintaimu.


" Dan itu.. cumbuanku selama ini memuaskan hasratmu di ranjang tidak berarti apa apa..!


Kata David sambil berjalan.



Mereka tak lagi memperdulikan pandangan orang lain.



Melihat Rindu yang merintih kesakitan membuat security cafe menghentikan prilaku David yang dinilai kasar.



" Tuan tolong jangan menyakiti nona ini.


" Dia merasa kesakitan..


kata security itu



Amarah David yang dari tadi sudah naik dan ingin meluapkannya. Maka sebuah bogem mentah ia ingin hantamkan namun saat pukulannya melayang yang terkena malah wajah Rindu.



Ia berusaha melindungi security itu karena ia tahu akar semua dari ini adalah kesalahannya.


Rindu sudah salah selama ini memberi harapaan pada David juga memberi hubungan yang tak pasti.



"Arrrrgghhhh...


"Awwww...


"Sakittttt...


pekik suara Rindu dan keluar darah segar dari sudut bibirnya.



" Rinduuuu....!!


teriak David menyebut nama Rindu dan sontak dari jarak yang tidak jauh Reino mendengarnya.



" Apakah dia benar Rindu.


" Apa aku tidak salah dengar.


katanya sambil berdiri dan melangkah mendekati mereka.



" Kau sangat kasar tuan dan membuat kegaduhan ditempat umu.


" Saya akan melaporkan kejadian ini.


kata security sambil mengambil ponselnya menghubungi polisi setempat.