
Bocah ingusan ini mempunyai ide darimana melakukan hal ini semua.
Cintaa...
Kamu telah banyak berubah.
Dari gadis polos remaja menjadi cerdik seperti ini.
Melihat petunjuk di kamar mandi mansion itu, Aku pun segera lari menuju lokasi yang kau tulis.
Apakah kau tahu, aku sungguh khawatir.
Darimana kau tahu akan ada orang yang menolongmu sehingga meninggalkan pesan seperti itu.
Begitu ku lihat tulisan di secarik tisue
" Jalan Vintage No.18 "
Darimana ia mendapat petunjuk itu..?"
Sungguh aku akan bertanya padamu nanti setelah kau sadar.
Rinto pun menelepon aku bahwa gadis yang kami temukan pingsan akibat kehabisan darah ditengah jalan telah sadar.
Ia menyebut nama Cinta terus.
Rinto pun menduga bahwa gadis itu bersama Cinta dalam perangkap ini semua.
Ya benar.
Nama gadis itu Rina.
Ia menceritakan prihal semua kejadan itu.
Mendengar semua cerita Rinto. Aku merasa sedih. Ia disini selama ini tapi aku tidak bisa menemukannya.
Aku pikir aku telah terlambat untuk menyelamatkan hidupnya dari jerat nafsu lelaki biadab.
Ia telah dibawa tigapuluh menit yang lalu.
Apakah masih ada waktu untuk mencarinya kesana batinku saat itu
Dengan perasaaaku yang masih cemas.
Aku melajukan kendaraanku dengan cepat.
Tak peduli lagi dengan pengendara sekelilingku yang meneriakiku.
"Gadis itu jangan sampai kenapa"
hanya itu yang ada dibenakku saat itu.
Saat mobilku lagi melaju kencang.
Banyak orang berkerumun di tengah jalan.
Terdengar suara berkata "Cepat selamatkan dia.. "
Apakah terjadi kecelakaan.
Haruskah aku menghentikan mobilku dan menolong.
Mobil terbalik dan dalam keadaan cukup parah. Apakah pengemudinya mabuk atau ngantuk saat mengemudi.
Aku tidak mempunyai waktu lagi saat itu hidup gadisku lebih berharga.
Ku lanjutkan perjalananku.
Tapi seseorang mengetuk pintu mobilku dan berkata " Tuan tolonglah bantu dan bawa orang itu.. "
Aku melihat darah berceceran di jalan.
Apa yang harus kulakukan.
Aku menolak permintaan dan mengatakan diriku lagi sibuk dan meminta maaf tak bisa membantunya.
Namun yang lain berkata,
"Gadis itu sungguh malaņg sepertinya bukan orang sini.."
Sontak jantungku berdegup.
Apakah itu Cinta
Aku pun turun dari mobil dan melihat.
Gadis itu tergeletak disisi seberang jalan.
Dan disisi lain terlihat mobil menghantam tembok dan pengemudinya masih didalam tak sadarkan diri.
Mereka masih menunggu ambulan datang dan berusaha menegeluarkan pengemudi terjepit
didalamnya.
Tak lama datang bantuan dari pihak kepolisian dan membantu mereka.
Aku mengarahkan kakiku ke kerumunan gadis itu dan melihat kondisinya.
"Cintaaa.."
pekikku sambil menggendongnya dan lekas membawa ke rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit.
Dokter yang menangani memeriksa kondisinya.
Hanya benturan di kepala dan sedikit memar di kaki dan lututnya.
Hatiku terasa lega.
Semoga dirimu lekas sadar dan menceritakan semuanya padaku.
Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Aku masih tetap menunggumu sadar.
Ku lihat dirimu saat ini.
Sungguh betapa rindunya aku.
Sepertinya takdir memilih jalannya sendiri.
Ternyata dialah yang mempertemukan kita walau dengan keadaan yang berbeda.
Kuandangi wajahmu.
Cinta yang manis.
Bila mu ingat pertemuan kita terakhir di rumah sakit. Aku tidak lagi pernah menghubungiku sejak tahun lalu.
Semua salahku.
Aku yang mengganti nomor ku.
Sehingga kau tak bisa menghubungiku.
Aku yang menghindarimu.
Sehingga aku yang menahan beban perasaan ini.
Aku yang masih ragu akan perasaanku sendiri Cinta.
Aku akui.
Aku memiliki rasa terhadapmu.
Sehingga aku menjagamu dalam kejauhan tanpa kau sadari selama ini.
Tapi disatu sisi.
Aku masih memikirkan sosok Rindu
Gadis yang membayangiku selama ini.
Aku belum bisa menemukannya
Entah ia masih hidup atau telah tiada
Bagaimana aku menyerahkan semuanya kepadamu Cinta sementara masih ada bayang masa lalu yang belum ku temukan.
Bersabarlah Gadisku.
Lekaslah sembuh.
Aku tak sabar ingin melihat senyummu dan
tanpa sadar aku pun lagi mengecup keningmu.