Forever Love

Forever Love
Perangkap



" You're not like me...?"


ujar pria bule dihadapan Cinta.



Pria bule tersebut mengetahui dari sikap gadis didepannya yang tak acuh melihatnya.Tak sedikitpun memberikan senyumnya.


Berbeda dengan Rina dengan bule satunya.



" Just your feeling mister .."balas gadis itu yang lagi merasa risih dengan tatapan pria asing terebut.



Salah satu pria tersebut memberi kode untuk kembali.


Dan tak lama datanglah Rina dan pria bule disampingnya kembali duduk bersama mereka.



Setelah menghabiskan beberapa cemilan. Cinta pun bersuara. Ia hendak ingin pergi ke kamar mandi. Sementara ia tak tahu letaknya dimana.



Kemudian salah dari pria asing itu mengantarkan Cinta.


Cinta pun mau tak mau ikut bersamanya dikarenakan ia merasa sesak sekali.



Sementara Rina yang terpedaya oleh tatapan dan senyuman pemuda disebelahnya tak menyadari minumannya telah diberi obat.



"Aku merasa sedikit pusing. Padahal aku tidak minum yang beralkohol... gumannya pelan.



Pandangannya mulai berbayang bayang.


Ia pun menantikan Cinta kembali dan ingin merasa segera pulang.



" Mengapa mereka lama sekali..."


gumannnya lagi.



"Are you.. okey.. ?" ujar pria asing disebelahnya berpura pura.



Rina yang membalas dengan wajah sedikit pucat pun mulai tak mampu menjaga keseimbangan tubuhnya.



" Brukkk...!


Rina terjatuh tak sadar di bahu pria asing tersebut.



Cinta merasa ada yang tak enak dihatinya.


Disatu sisi ia mencemaskan dirinya sedang berduaan menunuju toilet ditengah keramaian


taman. Disisi lainnya apakah baik meninggalkan Rina berdua saja dengan pria disebelahnya tadi.



Setelah sampai di toilet.


Tak lupa gadis itu meminta pria tadi menunggunya.



Begitu keluar apa yang diharapkan Cinta berbeda dengan apa yang dilihatnya.



Mulutnya seketika dibekap dengan sapu tangan yang sudah terlebih dahulu diolesi obat bius oleh pria yang disuruhnya menunggu.



Pria asing tersebut dengan sigap mengangkat tubuh Cinta di mobil yang pria asing satunya sudah menunggu dengan Rina dengan kondisi yang tidak sadar juga.



Kedua bule tersebut tersenyum sumringah dengan hasil buruan mereka.



Pria satunya melajukan kemudi mobil dan yang satunya lagi mengambil ponsel hendak menghubungi seseorang.



"Yeaahh Madam..."


begitu jawaban pria aaing tersebut diakhir teleponnya.




Ada sekitar setengah jam. Pria asing tersebut membawa Cinta dan temannya ke sebuah mansion mewah.




Setelah membawanya keduanya kesebuah kamar dengan kamar yang sama.



Tapi sebelum mereka kembali. Mereka meminta bayaran.



Salah satu pemuda itu melihat isi amplop dan tidak sesuai perjanjian terlihat kecewa.



Ia hendak meminta tamabahan namun ditolak lady tersebut.



Kedua pria tersebut mulai marah dan mengancam namun mereka dihadang algojo hingga memukuli mereka.



"Aku memberikan sedikit pelajaran..!


kata lady tersebut.



"Jangan coba menipuku. Apabila mereka bukan perawan.. Habislah kalian..!!


" Cepat pergi dari sini...!


bentaknya lagi



Mereka pergi dengan kesal. Mereka menyesal karena bayaran mereka tidak setimpal.



" Sebaiknya kita mencicipi tubuh mereka lebih dulu sebelum menjualnya ke madam.. kata pria satunya.



" Ya.. kamu benar. Berani sekali dia mengancam dengan memukuli kita sampai babak belur begini...kata pria satunya lagi.



Dan temannya menjawab,


" Ayolah kita pergi saja segera sebelum ada yang mencurigai kita.


" Kita harus berhati hati.



Mereka melajukan kemudi mobilnya dengan cepat menuju tempat mereka.



Dan bagaimana nasib kedua gadis itu yang tak sadar disebuah ranjang mewah disebuah mansion megah tempat pria hidung belang melepaskan hasrat.




Ada sekitan limabelas menit.


Cinta terbangun walau setengah sadar.


Ia merasa pusing kemudian Ia melihat Rina masih tak sadarkan diri disebelahnya



Ia melihat sekelilingnya tak pernah dilihatnya.


" Dimana kami.."


batinnya.


Ia pun membangunkan Rina dengan memukul wajahnya namun tak membuahkan hasil.



" Rina bangunlah.. kita harus pergi dari sini..!


ujarnya cemas.