
Setelah pergi dari rumah David.
Ia pergi mencari Cinta seperti diniatkan dari awal oleh hatinya. Ia mnghubungi ponsel gadis itu beberapa kali namun tak ada sahutan.
Kemudian disuruhnya pegawai hotelnya mencari tahu keberadaan Cinta, apakah masih di hotel.
Ternyata ia sedang pergi ke perusahaan Mr.Louis
Tak lama
Ia pun menelepon papanya dan mencari kebenaran mengenai Rindu selama ini.
Apakah benar yang dikatakan David.
Papanya sebenarnya sudah tahu sejak lama dimana Rindu namun tak memberitahunya.
"Tuuuuuttt..."
Ia melakukan panggilan hingga tigakali tak ada sahutan.
" Sepertinya aku harus kembali ke Indonesia.
" Tapi Rindu. Bagaimana...
" Apakah aku harus membiarkannya begitu saja kepada David..?"
katanya lagi dalam hati.
" Ahhh.. Shittttt..!!
" Aku hampi gilaaa..!
" Kenapa semuanya jadi begini..?".
teriaknya lagi.
Ia pun pergi kekantornya dan menginap disana. Ia ingin merenungkan segalanya.
Kediaman David.
" Rindu bangun.."
" Makanlah sedikit...
bujuk David
Sejak dokter memeriksanya ia hanya diam dan tampak murung. Hal itu membuat David cemas.
Ia telah menyuruh pelayan membuat makanan kesukaan wanita itu tetapi ia hanya diam saja.
"Aku akan keluar sebentar. Dan akan kembali.
"Aku harap kamu makan sedikit saja.
ujar David berlalu.
Melihat sosok David telah berlalu dari kamar, ia pun segera bangkit dari kasur dan mengambil ponselnya untuk menghubungi asistennya.
" Pesankan tiket untuk kembali ke Indonesia.
" Kita sudah tidak ada job lagi disini.
" Segera..."
perintahnya dengan dingin.
Sang asisten pun segera menyiapkan koper dan menyusun semua perlengkapan Rindu di hotel.
Dan ia membalas bahwa lusa mereka
akan segera pulang.
" Reino. Aku harus memilikimu seutuhnya.
" Hanya aku.
ujar Rindu pelan dengan wajah pucatnya.
Ia pun melahap makanannya yang masih tersedia dan pergi keluar untuk membeli sesuatu.
" I need some taspack..
katanya dalam bahasa inggris kepada karyawan apotek.
Setelah itu Rindu membeli tespack beberap buah. Ia masih tak percaya. Dokter tersebut mediagnosa kemungkinan dirinya hamil.
" Ohh God.. I **** uu..baby.
" Kau menjadi penghalang rencana mama, sayang
katanya lagi sambil mengelus perutnya.
Ia tak lagi kembali ke mansion David sepulang dari apotek.
la harus menyiapkan segalanya. Ia tak ingin rencananya menjadi hancur karena David belum mengetahui kehamilannya.
" Sepertinya anda hamil, nona.
kata dokter itu setelah memeriksa kondisi Rindu.
Rindu terkejut.
Bagaimana mungkin.
Selama ini ia dan David bermain aman.
" Apa mungkin...?"
" Shitttt... David sengaja terakhir kali..."
" Seharusnya aku waspada sejak awal..
ujarnya dalam hati.
Saat dokter hendak keluar dan segera memberitahu hasil pemeriksaannya.
Dengan cepat Rindu menahan dokter tersebut dan memohon kepadanya.
" Dok.. aku punya permintaan.
" Tolong rahasiakan.. kehamilanku ini.
" Aku...."
katanya tak berani melanjutkan perkataanya.
Dokter menjadi semakin bingung mendengar perkataan Rindu.
" Apa maksud anda, nona.
" Apakah anda bermaksud menyembunyikan berita bahagia seperti ini..?
" Atau anda sama sekali tidak menginginkan calon bayi anda..?
ujar dokter membabi buta pertanyaannya sehingga sangat menusuk hati Rindu.
Rindu terdiam.
Mengapa dokter ini mengetahui isi hati dan pikirannya saat ini.
" Bukan begitu dokter..
" Saya hanya ingin...
" Ingin membuat surprise kepada David. Dalam waktu dekat ini dia akan berulang tahun.
" Lagipula kami akan segera menikah..
ujarnya berbohong.
" Baiklah...
balas dokter tersebut.
Merasa tak curiga dan melihat dari sikap David yang akhirnya datang juga begitu mesra dan menyanyangi Rindu.
Dokter tersebut akhirnya mengiyakan permintaan Rindu tersebut.
Sekembalinya David dari urusannya, ia begitu murka karena Rindu ada dirumahnya.
Ia memarahi dan memecat beberapa pelayan yang disuruh melayaninya karena begitu membiarkan Rindu pergi dari kediamannya.
" Kalian harus menemukannya segera.."
" Dan bawa dia kembali tanpa luka sedikitpun...
perintah David kepada beberapa pengawalnya.
Kemudiah mereka pun bergegas melaksanakan perintah tuannya.
" Bagaimana caranya aku harus menahanmu Rindu untuk tetap disisiku..
" Kau ingin kembali kepada Reino..
" Jangan harap... Bila aku tak bisa memilikimu.. Orang lain pun tidak akan ..
" Cam kan. itu Rindu..
ujarnya sendiri penuh emosi.