Forever Love

Forever Love
Maafkan aku..



" Wow.. ternyata kamu jauh lebih cantik dari temanmu itu..." kata madam tersebut melihat tampilan Cinta yang bak model dan artis.



Cinta yang tak melihat Rina setiba di lantai bawah merasa khawatir keberadaan gadis itu.



" Dimana teman saya.. Apa yang kalian lakukan.. Tolong lepaskan kami.."


kata gadis itu.



Madam Rose yang terkenal dengan wanita dingin dan kejam tak memperdulikan omongan gadis itu. Ia hanya memberikan kode kepada ajudannya untuk segera menghubungi lelaki yang akan menjemput gadis itu.



" Rina....Dimana kamu..Aku berharap dirimu baik baik saja.." rintih batin Cinta.




" Madam, supir tuan tersebut yang akan menjemput gadis ini dan sedang dalam perjalanan.. "


jawab ajudan tersebut setelah tadi menelepon dan mendapat balasan demikian, ia pun melaporkan pada madamnya.



" Baik.. Aku tinggalkan ia bersama kalian. sampai jemputannya datang. Jaga ia dengan baik. Aku sedang ada tamu di atas. Sebaiknya jangan membuat masalah."


kata madam itu berlalu dan meninggalkan mereka.



Cinta bertanya kepada salah satu ajudan yang bersamanya mengenai sahabatnya,



" Tuan.. dimana sahabat saya.. apakah masih disini atau sudah dibawa..?"



Ajudan yang ditanya tak menggubris. Ia hanya diam sesuai perintah.



Usaha gadis itu tak berhasil mendapat jawaban.



Tak lama terdengar kegaduhan dari arah depan mansion tersebut.



" Dasaarrr wanita sial...!


" Kalian kenapa memberiku gadis sinting dan stresss..!!


ujar seorang pria tua berumur mengumpat kesal.



" Apa yang terjadi tuan..?"


tanya pengawal mulai berdatang dari depan pintu utama.



" Panggil nyonya mu kemari. Aku sudah membayar mahal tapi apa yang dia berikan..?!"


" Aku minta uangku kembali..!!


ujarnya kesal kembali.



Melihat raut muka pria tadi yang kesal. Cinta merasa rencananya sebagian berhasil.



"Semoga Rina tidak kenapa.." batinnya lagi.



" Mohon bersabarlah tuan. Madam sedang kedatangan tamu penting. Masalah ini bisa kita bicarakan.."


" Apa yang sedang terjadi..?"


kata seorang asisten kepercayaan madam rose turun dari lantai atas.



" Aku ingin uangku kembali..!


" Kalian menipuku..


katanya pria tua itu lagi.



" Uang kembali..?!"


" Haaa... kata asisten itu.



Melihat permintaannya tak terpenuhi ia yang sedari tadi melirik Cinta merasa ingin memiliki gadis itu.



" Bagaimana bila ia gantinya..?"


pria tua itu melirik sambil menunjuk ke arah gadis itu.



" Jangan coba berharap memancing dengan sekali umpan ingin dan ingin mendapat ikan dua sekaligus.. Greg..!!


ujar madam rose yang tak lama turun dari kediamannnya.



" Kau hanya membayar sekali namun ingin mendapat dua gadisku.. Jangan mimpi..!!"


" Pergi dari sini dengan gadis yang telah kau beli atau kau akan ku lenyapkan..!!


katanya lagi.



Greg nama pria tua berumur sekitaran lima puluhan itu pun hanya bisa pasrah akan ancaman madam rose.



Tapi ia tak ingin rugi. Uang yang telah ia keluarkan tak sedikit mendapat gadis baru dan masih virgin.



" Aku bukanlah pelanggan baru, Rose..!


" Aku pelanggan setiamu.. Kamu berani menipuku dengan gadis gilaa..!


hardiknya penuh emosi.



Madam Rose yang tak terima dengan pernyataan Greg pun bertanya,



" Apa maksudmu..?" Siapa yang gila..?"


" Gadisku yang ku berikan masih baru dan belum terjamah. Dan sesuai seleramu masih muda.


kata madam itu lagi.



Pria tua itu pun membuktikan ucapannya.


Ia membuka kemejanya yang sudah berantakan. Dan tampaklah di bagian dada serta bahunya bekas sayatan benda tajam dan masih meninggalkan sedikit darah.



" Lihat ini.. !!


" Perempuan yang kau banggakan tadi telah mencoba bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya.


" Aku berhasil menghentikannnya tetapi akhirnya ia menikam ku dengan senjatanya setelah itu aku memukulnya sampai pingsan..!


" Ia sekarang di mobilku.. Aku tak mau perempuan gila itu. Kembalikan uangku..!


ujar Greg lagi.



Mendengar semua perkataan pria tua itu tadi sontak Cinta menangis.


Ia yang memberikan pisau silet itu kepada Rina saat mereka berpelukan dikamar atas terakhir kali.



"Pakailah pisau ini buat jaga jaga."


bisik Cinta saat itu dan menyelipkannya di tangan Rina.



Ia mendapatkan silet itu dari pisau cukur yang terdapat ditoilet kamar mandi sebelumnya.



" Rinaaa.. maafkan aku..


" Bertahanlah.


gumannya Cinta.