Forever Love

Forever Love
18. PERASAAN BERSALAH



Jarum jam telah menunjukkan tepat pukul 8.00 malam namun kabar dari Cinta belum ada.



Tanpa pikir dua kali Fani dan Desi bergegas mendatangi kantor polisi dan melaporkan David sebagai terlapor atas kasus orang hilang dan penculikan anak sekolah dibawah umur.



Kantor Polisi



" Terimakasih atas laporan dari adik" sekalian namun kami belum bisa memprosesnya sekarang karena masih ada tenggat waktu 2×24 jam pelaporan orang hilang.



Bila lewat dari tenggat itu, maka benar boleh ditindak lanjuti. Kejadiannya hilang baru tadi sore kan..?" ujar salah satu petugas tersebut.



" Bapak polisi benar, tapi kami sudah mencurigai David pak.. Dia lah terakhir bersama Cinta teman kami dan sampai sekarang ponselpun tidak dapat dihubungi.. "


ujar Desi meyakinkan lagi.



" Kalian punya bukti atau ada seseorang yang melihat Cinta bersama David..? "


tanya petugas itu lagi.



Desi menggeleng.



Tapi Fani mengutarakan bahwa Ia lah meminta bantuan David untuk menjemput Cinta karena di kampus masih ada urusan.



" Okelah kalau begitu. Saya dan bawahan saya akan mencari David ke rumahnya besok. Kalian juga harus ikut bersama kami.



" Tapi... lanjut petugas tersebut.



" Apakah yang kalian tuduhkan benar atau tidak.. Karena bila dia mempunyai alibi dan tidak terbukti, kalian bisa di jerat pasal pencemaran nama baik oleh David sendiri.."


kata petugas tersebut menjelaskan.



Mereka pun mengiyakan penjelasan petugas tersebut dan mohon pamit.



Sepanjang perjalanan, Desi begitu cemas dan takut. Wajahnya ingin menangis. Niatnya hanya ingin menolong sahabatnya itu tapi kejadiaannya seperti ini.



" Kak... aku takut... " Desi menangis.



Fani pun juga menyesali tindakannya mempercayakan Cinta pada David.



Sebenarnya Fani ingin mempertemukan David dengan Cinta dan mereka seharusnya bertiga membicarakan uang yang dipinjam Cinta.



David menjanjikan waktu pukul 4.00 sore sehabis pulang kerja untuk bertemu.



Tapi Fani telat karena ada bagian dari skripsinya yang perlu perbaikan dan diminta menjumpai dosen pembimbingnya.



Memikirkan semua kejadian sore ini dan suara tangisan Cinta dari ponselnya, Fani merasa bersalah.



Ia tak menyangka David akan sekejam itu.


Selama ini hubungan mereka "baik-baik saja".



Ya baik baik saja di luar apalagi di depan orangtua mereka masing-masing. Mereka tak ada perasaan cinta sampai sekarang.



Fani berusaha keras menolak perjodohan itu.


Namun lagi-lagi usahanya gagal.



Orangtua Fani tak ingin bisnis keluarga sedari dulu dirintis harus bangkrut.



Maka tak ada pilihan lain perlu bantuan dana


Kemudian merelakan kebahagiaan putrinya.



Tak lama Fani mengantar Desi kembali ke rumahnya. Begitupun sebaliknya Fani pulang ke kediamannya



Sesampai dirumahnya Fani menceritakan kejadian tersebut kepada kedua orangtuanya.



Dan sudah melaporkan David ke pihak berwajib.



" Plaakkkk..!! sebuah tamparan mendarat keras dipipi gadis itu.



" Papa.. aku putrimu..!!


" Papa tega. Dimana hati nurani papa..!!


isak Fani.



Papa Fani pun berusaha menampar putrinya untuk kedua kalinya namun di tahan isterinya.



" Anak durhaka.!


" Berani kau menceramahiku..!


" Kalau bukan karena perusaahan yang telah ku bangun dari nol, bagaimana kau bisa kuliah dan makan sampai detik ini..!!


papa Fani meluapkan kemarahannya.



" Bagaimana kalau David bukan bersama Cinta..?? Orangtuanya sudah malu karena laporan polisi yang kau buat dan membatalkan perodohan kalian ..!!



" Perusahaan kita akan bangkrut dan kita menjadi gembel..!


papanya berujar lagi.



" Berpikirlah dahulu sebelum bertindak Fani. !


" Pikirkan dulu dirimu sendiri. !


" Jangan memikirkan orang lain. !


" Besok segera kau cabut laporanmu ke polisi atau kau tidak ku anggap putriku lagi..!!


ancam papanya.



Fani pun menangis.


Ia tak berani menatap papanya yang sedang emosi yang memuncak.



Mamanya mengisyaratkannya untuk kembali ke kamarnya.



" Paa.. seandainya papa tahu, siapa sosok David calon menantu yang papa banggakan selama ini..."


.. batin gadis itu sambil menangis di dalam kamarnya.




# Berikan ☆☆☆☆☆ bila pembaca suka😘