Forever Love

Forever Love
Undangan



Sebulan berlalu,


Gadis bernama Cinta menjalani kehidupannya dengan datar dan dingin.


Ia menjadi pemurung dan banyak diam.



Desi sahabatnya menjadi bingung, apa yang sebenarnya terjadi di luar negeri.


Sekembalinya Cinta, ia tak banyak menceritakan pengalamannya.



"Cinn... habis ngampus. Makan di cafe yuk...?"


ajak Desi



" Maaf Des.. aku ga bisa..


balas Cinta.



" Kenapa Cinta..


kata Desi pelan sambil melirik kearah sana dan.



" Cinta . Aku ingin tanya. Jujurlah padaku. Apa yang terjadi padamu..?"


" Apakah ada yang berbuat jahat padamu disana. Atau kau melakukan kesalahan besar sehingga beasiswamu dialihkan..?"


ujar Desi dengan semua isi pikirannya.



Cinta masih saja diam.


Mereka masih menunggu Ruben datang menjemput mereka untuk mengantarkan pulang kerumah.



" Tidak ada terjadi apa apa.. Desi.


" Hanya saja... Aku butuh sendiri...


ujarnya lagi pelan dan menatap kosong.



Desi tidak ingin bertanya lagi. Tetapi sungguh gadis disebelahnya ini pasti menyembunyikan sesuatu.



" Haiii para gadis cantik.. Supir telah tiba..


ujar Ruben datang menghampiri mereka sambil membungkukkan badan dan mempersilahkan kedua sahabat itu masuk.



" Kamu apaan sihh.. ben...?"


" Norak tahuuu..


kata Cinta dan memukul bahu pemuda itu pelan.



Balas Ruben,


."Tapi kamu sukakan..?"


goda Ruben yang kali terlihat tampan seperti biasanya.



"Ohhh God... You're Crazy..!"


seru cinta lagi .



Desi melihat perubahan ekspresi Cinta.


Ternyata Ruben mampu membuat Cinta bersuara dan berkomunikas dengannya.



Didalam perjalanan menuju rumah Cinta.


" Kita gak jadi makan, Des.?"


seru Ruben.



" Kayaknya gak jadi ben,


"Cinta lagi berduka..."


kata Desi membalas



Sontak Ruben mendadak ngerem mobilnya.


" Awwww....


Cinta meringis.


Sepertinya kepalanya terbentur kedepan.


Dan Desi hampir terjungkal kedepan yang posisi dia duduk di bangku belakang.



" Kau gila ben..


" Aku belum mau mati.. Belum nikmati surga dunia...


celetuk Desi asal bicara.



" Maaff.. maaff.. Aku tak sengaja.


" Tapi ini semua katamu barusan..


" Cinta berduka kau bilang. Apakah ada yang tertimpa musiba.. atau.."


tak berani melanjutkan perkataannya.



Cinta melirik ke arah Ruben.


" Ya udah gpp. lanjutkan gih ben.. Aku tak kenapa..


"Aku ada keperluan lagi ga bisa ikut kalian makan. Ada tamu bibi yang mau datang.


ujar gadis itu.



katanya kepada Desi.



" Siapa yang berduka. aku...?"


katanya lagi menunjuk kearah wajahnya sendiri.



Desi mengangguk.



"Kau benar sepeti orang berduka. Sejak kepulanganmu dari paris. Kau jadi aneh. lebih suka diam dan menyendiri.


"Mirip orang berduka hanya saja kau tidak mengeluarkan airmata


lanjut perkataan desi.



" Desi.. Ku mohon..


aku tak kenapa. Thanks kamu mengkhawatirkanku tapi aku tak berduka..


katanya lagi memohin untuk tidak lagi bicara banyak.



Melihat itu Ruben merasa khawatir. gadis pujaannya seperti hilang jiwa dari raganya.


Tubuhnya dekat sama mereka namun pikiran Cinta entah kemana mana melayang.



Sesampainya dirumah.


Cinta melihat bibinya sudah bersiap siap.


Pakaian rapi dan anggun memakai kebaya.


Cinta pun menyapa,



" Bibi mau kemana. ada kondangan ya..


kata Cinta.



"Bukan Cinta. Anak teman bibi mau tunangan.


Mau tak mau. Saya harus datang.."


balas Sudarti.



Sudarti terlihat sedih. Ia harus menghadapi malu yang begitu dalam akibat ulah anaknya sendiri.




"Bibi menangis ..?"


tanya Cinta.



"Bibi tak mengapa Cinta.


" Bibi merasa kurang enak badan.


" Kamu ganti pakaian dan makanlah.


"Mungkin aku akan pulang agak lama.


katanta lagi dan meninggalkan Cinta bingung.



"Mungkin aku hanya merasa saja..


batinnya.



Ia duduk.dimeja makan.


Tanpa sadar ia emnyentuh sebuah amplop berisikan surat undangan.



"Siapa yang mau nikah ya.. selidiknya.


sambil membuka amplop.



Dibacanya dengan perlahan dan tak kekuarangan sesikit kata.



Deg.



"Reino dan Rindu.


Apakah mereka akan menikah besok.


bqtin pria itu



Maka air minun yang masih dimulutnya hampir dimutahkanny.



" Akhirnya kau bahagia Reino.


"Walau tanpa aku.


"Aku mencintaimu selamanya.


kata Cinta pasrah.




# Maafkan typo dimana mana.


Selamat membaca.